PBL Bikin Pembelajaran Pancasila di SMK Nuris Jember Lebih Ngena
Pesantren Nuris – Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMK Nuris Jember tidak hanya menekankan pemahaman konsep, tetapi juga penguatan sikap dan karakter kebangsaan. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan fun learning yang disampaikan oleh Dewi Wahyuningsih, S.Pd., kepada siswi kelas X TKJ A. Bertempat di Aula SMK Nuris Jember, pembelajaran berlangsung dinamis dengan memanfaatkan teknologi dan pendekatan pembelajaran berbasis masalah.
Dalam kegiatan tersebut, Dewi Wahyuningsih memanfaatkan media Smart TV sebagai sarana utama penyampaian materi. Melalui tayangan visual, ia mengajak siswa mengenal lebih dekat semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai identitas bangsa Indonesia yang majemuk. Media visual dipilih untuk membantu siswa memahami materi secara lebih konkret dan menarik, sehingga suasana belajar terasa lebih hidup.
Pembelajaran kemudian diarahkan pada model Problem Based Learning. Bu Dewi memulai dengan mengajukan pertanyaan pemantik yang dekat dengan keseharian siswa. Ia mengajak siswi kelas X TKJ A untuk menceritakan dan mengamati berbagai bentuk perbedaan yang sering dijumpai di lingkungan sekolah, baik perbedaan karakter, kebiasaan, maupun latar belakang sosial. Dari permasalahan tersebut, siswa diajak untuk berpikir kritis dan reflektif.
(Baca juga : Fun Learning Kewirausahaan di SMK Nuris Jember, Siswa Diajak Jual Solusi Bukan Sekadar Produk)
Setelah diskusi awal, Dewi Wahyuningsih menjelaskan asal-usul semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Beliau juga menguraikan makna filosofis semboyan tersebut sebagai perekat persatuan bangsa di tengah keberagaman. Penjelasan tersebut menjadi landasan bagi siswa dalam memahami pentingnya sikap toleransi dan saling menghargai.
“Perbedaan di sekolah justru menjadi bahan belajar paling dekat untuk menanamkan nilai toleransi dan saling menghargai,” ujarnya.
Selanjutnya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi. Setiap kelompok diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berisi studi kasus yang berkaitan dengan peristiwa nyata dalam kehidupan sehari-hari. Studi kasus tersebut dirancang agar siswa mampu mengaitkan nilai Pancasila dengan pengalaman pribadi yang pernah mereka alami di sekolah maupun di lingkungan sekitar.
Diskusi kelompok berlangsung aktif dan penuh antusias. Siswa saling bertukar pendapat, menyampaikan sudut pandang, serta belajar menghargai perbedaan pendapat. Dalam proses ini, peran guru lebih sebagai fasilitator yang membimbing arah diskusi tanpa mendominasi.
Pada tahap akhir, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Siswa tampil dengan percaya diri menyampaikan gagasan dan solusi yang telah disepakati. Presentasi tersebut sekaligus melatih keberanian berbicara di depan umum dan kemampuan berpikir sistematis.
Menurut Dewi Wahyuningsih, pembelajaran Pendidikan Pancasila harus mampu membumi dan relevan dengan kehidupan siswa. Melalui fun learning berbasis masalah, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga belajar mengamalkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen SMK Nuris Jember dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter kebangsaan. (MFAF.Red)
Data Fun Learning SMK Nuris Jember
Judul : Memaknai Bhineka Tunggal Ika dari Pengalaman Pribadi di Sekolah
Kelas : X TKJ A
Guru : Dewi Wahyuningsih, S.Pd.
Materi : Bhineka Tunggal Ika
Model : Problem Based Learning
Metode : Diskusi kelompok
Media : Smart TV
