Inez Buktiin Konsistensi Itu Keren dengan Prestasi Tartil Qur’an
Pesantren Nuris — Gelaran Musabaqah Tartil Qur’an dalam rangka MANBA’AN II yang diadakan oleh MA Unggulan Nuris kembali menjadi panggung pembuktian bagi para siswa yang telah berlatih dengan disiplin di bidang tilawah dan keilmuan Al-Qur’an. Pada tahun ini, salah satu sosok yang berhasil mencuri perhatian adalah Inez Soraya Auliya, siswi kelas XI D yang berasal dari Kangean, Madura. Dengan penampilan yang mantap dan kontrol suara yang stabil, Inez berhasil meraih Juara 3 dalam cabang Musabaqah Tartil Qur’an tingkat sekolah. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri baik bagi dirinya, keluarga, maupun sekolah.
Inez dikenal sebagai sosok yang tekun, lembut, dan memiliki ketertarikan besar pada dunia menulis serta menghafal. Dua hobi tersebut sangat mendukung kemampuan akademik dan religiusnya, terutama dalam mempelajari ilmu Al-Qur’an. Selain itu, Inez juga memiliki cita-cita mulia untuk menjadi seorang dosen bahasa Arab serta menjadi pribadi sukses dunia dan akhirat. Keinginan itu ia wujudkan sedikit demi sedikit melalui konsistensi belajar, berlatih, dan berani mencoba hal-hal baru, salah satunya adalah mengikuti perlombaan tartil tingkat sekolah seperti MANBA’AN II ini.
Keputusannya untuk ikut lomba bukan datang secara tiba-tiba. Inez ingin mencari pengalaman baru dan menguji kemampuannya secara langsung di depan dewan juri. Selain itu, ada dorongan kuat dari hati kecilnya untuk membahagiakan kedua orang tua. Baginya, bisa membuktikan bahwa usahanya membuahkan hasil dan membuat orang tuanya bangga adalah pencapaian yang lebih besar daripada sekadar membawa pulang piala atau sertifikat. Dengan niat itu, ia semakin yakin untuk mengikuti perlombaan meski harus melalui proses latihan yang cukup panjang.
(Baca juga : Tak sekadar Jago Baca Kitab dan Debat Ilmiah, Siswa MA Unggulan Nuris Jawara Nalasud 2025 Tingkat Provinsi)
Selama masa persiapan, Inez menghadapi berbagai tantangan yang tidak bisa diremehkan. Salah satu kesulitan terbesar adalah menjaga kondisi suara agar tetap stabil. Ia harus benar-benar selektif dengan makanan, menghindari makanan berminyak dan minuman dingin, karena dua hal tersebut dapat memicu gangguan pada pita suara dan membuat kualitas bacaannya menurun. Disiplin menjaga makanan bukan perkara mudah, tetapi Inez menjalaninya dengan komitmen penuh. Selain itu, ia berlatih pernapasan dan membaca tartil secara konsisten agar suara, tempo, dan tajwidnya selalu berada dalam kondisi siap tampil.
Motivasi yang ia gunakan sebagai bahan bakar latihan sangat sederhana namun bermakna: jangan pernah menyerah, berusahalah semaksimal mungkin, dan tetap istiqomah berlatih. Ia percaya sepenuhnya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Prinsip inilah yang membuatnya tetap stabil meskipun ada rasa cemas atau grogi menjelang perlombaan. Baginya, latihan yang dilakukan selama ini bukan hanya untuk menang, tetapi juga untuk menambah pengalaman, membangun kepercayaan diri, dan menjadi pembelajaran berharga untuk masa depan.
Ketika hari perlombaan tiba, Inez tampil dengan penuh kehati-hatian dan ketenangan. Ia melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan tartil, memperhatikan setiap hukum tajwid, dan menjaga kestabilan suara sebagaimana ia latih selama ini. Suasana ruangan yang penuh dengan peserta dan dewan juri tidak membuatnya kehilangan fokus, justru memperkuat mentalnya karena ia merasa telah menyiapkan diri sebaik mungkin. Setelah pengumuman hasil, Inez menerima kabar bahwa ia berhasil meraih Juara 3. Perasaan syukur dan bahagia langsung mengalir, terlebih karena usahanya benar-benar terbayarkan dengan hasil yang membanggakan.
Dalam pesan dan kesannya, Inez menyampaikan bahwa mengikuti perlombaan seperti ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Ia merasakan bagaimana mentalnya terlatih, keberaniannya tumbuh, dan rasa percaya dirinya meningkat secara signifikan. Ia berpesan kepada teman-temannya agar selalu semangat dan tidak mudah menyerah karena setiap proses belajar, betapapun sulitnya, pasti memberikan hasil di waktu yang tepat. Ia juga berharap agar ke depannya ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik, mendapatkan lebih banyak pengalaman, dan menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain sebagaimana cita-citanya.
Saat ini, Inez aktif mengikuti beberapa ekstrakurikuler seperti tartil, tahfidz, dan olimpiade bahasa Arab, yang masing-masing sangat mendukung perkembangan kemampuannya di bidang keagamaan dan kebahasaan. Ketiga ekskul tersebut menjadi tempatnya memperdalam ilmu, melatih ketelitian, serta memperluas wawasan yang tidak hanya dibutuhkan dalam perlombaan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Prestasi Juara 3 Musabaqah Tartil Qur’an ini menjadi langkah penting dalam perjalanan Inez. Dengan rasa syukur, ia menyadari bahwa hasil ini adalah bukti dari kerja keras, doa, dan dukungan lingkungan sekitar. Ia berharap prestasi ini hanya menjadi awal dari deretan pencapaian lain yang akan ia raih ke depan, baik di bidang akademik, keagamaan, maupun dalam mewujudkan impiannya menjadi dosen bahasa Arab dan pribadi sukses di dunia serta akhirat. [LA.Red]
Nama : Inez Soraya Auliya
Hobi : Menulis serta menghafal
Cita2 : Dosen bahasa Arab serta menjadi pribadi sukses dunia dan akhirat
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (XI D)
Prestasi : Juara 3 Musabaqah Tartil Qur’an “MANBA’AN II” tingkat Sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris
