Keseruan Mengkaji Akidah hingga Berharap dapat Meningkatkan Wawasan dan Pengetahuan ke Jenjang Doktoral
Pesantren Nuris – Ma’had Aly Nurul Islam (Nuris) Jember terus mencetak sarjana di bidang akidah dan filsafat Islam. Kali ini, giliran Ismi Putri Annisa berhasil menggapainya usai mempertanggungjawabkan risalah yang terinspirasi Kitab Takwil Musykilah al Bukhari di hadapan para muallim (dosen) dengan percaya diri pada 23 Agustus 2025 lalu.
Risalah berjudul “Takwil Ayat dan Hadis Mutasyabihat (Syarh Kitab Takwil Musykilah al Bukhari)” menjadi penanda pertanggungjawaban secara akademiknya untuk meraih gelar sarjana filsafat tersebut. Ia pun meraih sarjana tersebut dengan membanggakan.
Santriwati cerdas asal Bondowoso ini menceritakan pengalaman kuliah dan perjalanan awalnya saat menentukan tempatnya menimba ilmu pengetahuan setaraf sarjana tersebut. Kesempatan belajar di Ma’had Aly Nuris Jember menjadi pilihannya sebab sedari nyantri sebelumnya di Situbondo, ia masih penasaran dengan pemahamannya terhadap akidah.
“Sebelum memastikan untuk menempuh ilmu yang ada di Ma’had Aly Nuris, saya punya beberapa pilihan Ma’had Aly yang lain. Namun satu-satunya alasan saya masuk Ma’had Aly Nuris adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait ilmu akidah di studi sebelumnya, yang belum sempat terjawab.” Ungkap Ismi, sapaan akrabnya.
(baca juga: Ungkap Pemikiran KH. Afifuddin Muhajir dalam Karya Ilmiah Risalah, Alumni MA Unggulan Nuris Sah Sarjana Agama)
Apalagi kuliah di Ma’had Aly Nuris Jember terdapat kesempatan beasiswa dari Gubernur Provinsi Jawa Timur dan memang merupakan satu-satunya kampus salaf yang memiliki kelas takhassus atau program studi Akidah dan Filsafat Islam di Jawa Timur. Ia tak menyia-nyiakan kesempatan kuliah dengan penuh semangat demi memuaskan hasrat keilmuan yang dimilikinya.
Selama di Pesantren Nuris Jember, dara kelahiran Mei 2002 ini tak hanya fokus belajar di kampus, tetapi juga menjadi tenaga pengajar di kelas diniyah pesantren. Meski demikian, ia tak pernah mengeluh, baginya ilmu bukan sekadar didapat di dalam kelas, tetapi juga bisa bisa melalui pengalaman membimbing dan mendampingi para santri tsanawiyah atau aliyah.
Meski terkadang merasa lelah dan tanggung jawab mengajar cukup padat, kemampuan memanajemen waktu menjadi andalan untuk mempersiapkan segala materi belajar di kampus sebaik-baiknya. Ismi bersyukur dapat menyelesaikan perkuliahan sesuai harapannya. Akan tetapi, ia berharap masih dapat menempa diri di jenjang pendidikan yang lebih tinggi bahkan jenjang doktoral. Seorang santri harus terus semangat belajar agar kelak mampu berdedikasi untuk agama dan bangsa.[AF.Red]
Nama : Ismi Putri Annisa, S.Fil.
Alamat : Bondowoso
Kuliah : Ma’had Aly Nuris Jember, S-1 Akidah dan Filsafat Islam

