Ibunda Fahmi: “Bisa Gak Bisa, Kalau Sama Guru Harus Nurut”
Pesantren Nuris – Rentetan prestasi dari ajang bergengsi Jember Students Competition (JSC) tingkat Kabupaten yang digelar pada 25 Januari 2026 lalu sepertinya tak pernah habis menyisakan cerita inspiratif. Dari sekian banyak bintang yang bersinar terang pada hari itu, ada satu nama yang rekam jejak prestasinya patut kita teladani bersama.
Siswa ini bernama Hamdan Fahmi Wafa, atau yang sehari-hari sangat akrab dipanggil Fahmi. Jagoan sains kebanggaan dari kelas 6-C ini sukses berdiri tegak di panggung juara dengan membawa pulang Medali Perak untuk kategori Olimpiade IPA Level 3. Kemenangannya ini semakin melengkapi kejayaan MI Unggulan Nuris Jember di kancah kompetisi sains tingkat kabupaten.
Namun, jika kita melihat lebih dekat, daya tarik seorang Fahmi ternyata tidak sekadar terletak pada otak cerdasnya dalam memecahkan soal-soal IPA yang rumit. Di mata para guru, Fahmi dikenal luas sebagai sosok siswa yang sangat takzim atau luar biasa hormat kepada para pendidiknya. Sebuah karakter mulia yang di zaman sekarang mulai langka dan sangat mahal harganya.
Kesantunan dan kecerdasan Fahmi ini tentu tidak turun begitu saja dari langit. Ada peran penting keluarga, khususnya sang Ibunda, yang tanpa lelah terus menyirami hatinya dengan nilai-nilai agama dan kehidupan. Saat berbincang mengenai pola asuh di rumah, Ibunda Fahmi membeberkan resep rahasia di balik kesuksesan putranya.
(Baca juga : Begini Celotehan Lucu Siswi MI Unggulan Nuris Jember Usai Sabet Piala di Ajang Marfat Competition!)
Senjata utama yang selalu ditanamkan kepada Fahmi setiap hari ternyata adalah kekuatan spiritual yang berpadu dengan usaha keras. “Berdoa. Minta sama Allah apa pun yang adik mau, saya selalu bilang begitu,” ungkap sang Ibunda. Bagi keluarga mereka, segala pencapaian bermula dari ketukan doa di pintu langit. “Tapi usaha tetap harus jalan,” tambahnya, menegaskan pentingnya sebuah ikhtiar.
Selain urusan doa dan ikhtiar duniawi, Ibunda Fahmi juga sangat ketat dalam menanamkan adab, terutama soal kepatuhan kepada guru di sekolah. Beliau selalu berpesan agar Fahmi banyak belajar sabar dan mutlak harus taat kepada siapa pun yang mendidiknya.
“Bisa gak bisa, kalau sama guru harus nurut, selama hal tersebut tidak bertentangan dengan syariat agama,” tegas sang Ibunda saat membagikan prinsip utamanya. Ajaran inilah yang membuat Fahmi tak pernah membantah dan selalu siap menerima arahan dari ustadz dan ustadzahnya di madrasah.
Nasihat bijak ini pun tak berhenti pada hubungan dengan Allah dan adab pada guru saja. Ibunda Fahmi juga membekali putranya dengan kecerdasan sosial agar kelak tumbuh menjadi anak yang membumi. “Saya tekankan untuk selalu menghargai teman, tidak pilih-pilih teman, dan tidak boleh sombong,” lanjut beliau.
Karakter emas yang dibentuk dari rumah inilah yang akhirnya memancar terang saat Fahmi berada di madrasah. Para guru mengaku sangat bersyukur dan bangga memiliki anak didik yang adabnya mendahului ilmunya. Kepatuhan Fahmi pada bimbingan guru di MI Unggulan Nuris menjadi jalan lapang bagi ilmu pengetahuan untuk meresap ke dalam ingatannya dengan penuh keberkahan.
Mendengar pujian tulus dari para guru tentang betapa takzim-nya Fahmi, sang Ibunda tak henti-hentinya mengucap syukur. Beliau merasa keputusan menyekolahkan Fahmi di lembaga ini adalah jalan terbaik yang digariskan Tuhan. “MasyaAllah tabarakallah, terima kasih banyak Ustadzah. Kami juga sangat bersyukur karena Allah menakdirkan kami menjadi bagian dari keluarga besar Nuris,” ucap beliau dengan haru dan penuh cinta.
Sebagai penutup perbincangan, sang Ibunda merapalkan doa dan harapan yang sangat indah untuk masa depan jagoan sainsnya ini. Beliau tidak hanya berfokus pada deretan angka di rapor atau kilau piala di lemari, melainkan pada kebermanfaatan ilmu Fahmi kelak.
“Harapannya, semoga ilmu yang dia peroleh, baik di bidang akademik maupun non-akademik, bisa berkelanjutan dan berkembang. Serta menjadi ilmu yang barokah dan bermanfaat di dunia maupun di akhirat,” pungkas beliau.
Kemenangan Hamdan Fahmi Wafa menjadi bukti nyata bahwa adab yang baik adalah pembuka pintu rezeki dan prestasi. Selamat ya, Fahmi! Medali perak JSC ini menjadi buah manis dari doamu, usahamu, dan baktimu pada orang tua serta guru. Teruslah merunduk seperti ilmu padi, agar prestasimu semakin menjulang tinggi! [FE.Red].
Nama : Hamdan Fahmi Wafa
Kelas : 6-C
Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember
Prestasi : Medali Perak Olimpiade IPA Level 3
Tingkat : Kabupaten
Ajang : Jember Students Competition
Tanggal : 25 Januari 2026
