Mengamati Kekayaan Alam Indonesia Secara Nyata
Pesantren Nuris – Suasana pagi yang berbeda menyelimuti semangat para siswa kelas 5 MI Unggulan Nuris Jember. Jika biasanya mereka duduk rapi di balik meja kelas, pada hari Selasa, 6 Januari 2026 lalu, mereka bersiap untuk petualangan seru di luar madrasah. Sebanyak 74 siswa yang merupakan gabungan dari kelas 5A, 5B, dan 5C, didampingi oleh 7 guru pendamping, melaksanakan kegiatan Outing Class di Taman Botani Sukorambi.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini bukan sekadar jalan-jalan biasa. Ini bentuk nyata dari Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mata pelajaran IPAS dengan materi “Kekayaan Alam Indonesia”. Madrasah menyadari bahwa dunia pendidikan tidak boleh hanya terkungkung dalam empat tembok kelas. Siswa perlu diajak melihat, menyentuh, dan merasakan langsung materi yang mereka pelajari agar pemahaman tertanam lebih dalam.
Tujuan utama dari kegiatan ini sangatlah mulia, yakni agar siswa mampu mengidentifikasi dan menunjukkan kekayaan alam yang ada di sekitarnya, untuk kemudian merefleksikannya terhadap kekayaan alam Indonesia yang luas. Dengan melakukan pengamatan langsung terhadap objek studi, wawasan siswa akan menjadi terbuka lebar. Mereka diajak untuk belajar mandiri, berkarakter, dan berinteraksi secara nyata dengan sumber belajar hidup yang tersedia di alam.
(Baca juga : Sabet Medali Emas Sekaligus Best Score! Alfa, Siswa MI Unggulan Nuris Jember Buktikan Diri Sebagai Jawara Matematika)
Semangat para siswa terlihat begitu meluap-luap saat mereka mulai menjelajahi area Taman Botani. Ustadzah Ihta, selaku wali kelas 5C, mengungkapkan betapa positifnya dampak kegiatan ini bagi perkembangan kognitif siswa. Menurut beliau, alam menyediakan laboratorium raksasa yang tak ternilai harganya.
“Ini adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dalam mengetahui ekosistem tumbuhan dan hewan secara langsung. Kegiatan seperti ini sangat efektif untuk menumbuhkan minat dan antusiasme belajar, sehingga anak-anak merasa bebas berpikir nalar dan bermain sambil menyerap ilmu,” ungkap Ustadzah Ihta.
Senada dengan hal tersebut, Ustadzah Echa, wali kelas 5B, menggambarkan suasana hari itu dengan kalimat yang begitu indah.
“Seru dan sangat menyenangkan. Melihat tawa mereka pecah di antara hijaunya pepohonan adalah kebahagiaan tersendiri. Hari itu, alam menjadi guru yang paling bijak, mengajarkan mereka tentang keindahan ciptaan Tuhan dengan cara yang paling sederhana namun membekas di hati,” tutur Ustadzah Echa.
Sementara itu, Ustadzah Via, wali kelas 5A, memberikan pandangan yang sangat komprehensif. Beliau menekankan bahwa kebahagiaan hari itu tidak hanya milik siswa, tetapi juga para guru. “Kesan saya, kegiatannya seru banget, bikin happy bukan hanya siswa saja, bahkan pendamping juga ikut senang. Kami ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa dunia itu luas dan tidak hanya terbatas di dalam kelas saja, karena sejatinya belajar bisa di mana saja,” ujar Ustadzah Via.
Namun, sebagai pendamping yang sigap, Ustadzah Via juga memberikan catatan evaluasi demi keselamatan bersama, mengingat kondisi cuaca pada minggu-minggu ini cukup ekstrem. Beliau mengingatkan pentingnya kewaspadaan ekstra saat berkegiatan di alam terbuka saat musim hujan.
“Di cuaca yang sering hujan seperti ini, memang agak kurang recommended jika aksesnya menuju ke area yang licin seperti kolam renang. Jalanan jadi licin, jadi butuh kehati-hatian yang ekstra dan penjagaan ketat terhadap siswa-siswi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambah Ustadzah Via dengan penuh perhatian.
Terlepas dari tantangan cuaca, Ustadzah Via juga tak lupa menitipkan pesan harapan agar kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda rutin bagi madrasah. “Semoga kita bisa lebih sering mengadakan outing class. Tidak harus ke tempat yang mahal, tapi bisa dengan kegiatan lain yang minim biaya namun juga sangat menyenangkan dan edukatif bagi siswa,” harapnya.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya untuk meningkatkan mutu belajar dan motivasi siswa. Dengan suasana belajar yang berbeda, pikiran siswa menjadi lebih segar, perkembangan berpikir mereka juga lebih optimal, dan yang terpenting, bisa menumbuhkan karakter kemandirian serta rasa syukur atas karunia alam.
Hari itu di Taman Botani Sukorambi menjadi saksi bahwa belajar IPAS itu sangat asyik. Para siswa pulang tidak hanya membawa lelah, tetapi membawa cerita, pengalaman, dan ilmu baru yang akan mereka ingat hingga dewasa nanti. Maju terus MI Unggulan Nuris Jember, teruslah mencetak generasi yang cerdas dan cinta alam! [FE.Red]
