Ustadzah Nining Ajak Siswa Adu Cepat Menebak Nama Pekerjaan!
Pesantren Nuris – Suasana ruang kelas 2-A MI Unggulan Nuris Jember pada hari Rabu, 4 Februari 2026 lalu terasa jauh lebih hidup dari biasanya. Tidak ada wajah mengantuk atau bosan, yang ada justru gelak tawa dan teriakan antusias dari para siswa yang berebut angkat tangan. Rupanya, hari itu Ustadzah Nining sedang menyulap pelajaran Bahasa Indonesia menjadi sebuah arena permainan yang sangat seru dan menantang.
Materi yang dibawakan hari itu sebenarnya sangat dekat dengan dunia anak-anak, yakni “Mengenal Jenis-Jenis Pekerjaan”. Topik ini sengaja dipilih oleh Ustadzah Nining bukan tanpa alasan. Beliau menyadari bahwa materi ini sangat penting dan menarik untuk diketahui anak-anak sejak dini, mengingat setiap anak pasti memiliki mimpi atau cita-cita yang ingin mereka raih di masa depan.
Namun, Ustadzah Nining tidak ingin sekadar berceramah di depan kelas menjelaskan definisi dokter, polisi, atau guru. Beliau ingin murid-muridnya mengalami sendiri proses berpikir dan memahami karakteristik setiap profesi tersebut. Maka, dipilihlah metode pembelajaran aktif yang melibatkan game menebak nama pekerjaan.
(Baca juga : Bosan Kalau Cuma Menggambar Terus, Guru MI Unggulan Nuris Jember Ini Ajak Siswa Unjuk Bakat Lewat Tari dan Drama!)
“Ya, dengan metode ini siswa terbukti lebih mudah mengetahui dan memahami tentang materi yang diajarkan. Mereka jadi tidak merasa sedang belajar berat, tapi sedang bermain,” ungkap Ustadzah Nining.
Skenario pembelajarannya pun dirancang cukup unik. Awalnya, Ustadzah Nining memberikan pengantar singkat mengenai bermacam-macam pekerjaan yang ada di sekitar kita. Setelah pemahaman dasar terbentuk, barulah kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Di sinilah keseruan dimulai. Setiap kelompok diberikan tantangan rahasia berupa dua nama pekerjaan yang harus mereka diskusikan.
Tugas mereka tidak mudah, lho! Anak-anak kelas 2 MI ini harus memutar otak untuk menyusun strategi. Mereka bertugas mencari dan membuat clue/petunjuk yang cerdas untuk memancing kelompok lawan dalam menjawab pertanyaan. Mereka harus mendeskripsikan ciri-ciri pekerjaan tersebut tanpa menyebutkan namanya secara langsung.
Sontak saja, kelas menjadi riuh dengan interaksi tanya jawab yang menggemaskan. Ada kelompok yang memberikan petunjuk, lalu kelompok lain dengan cepat menjawab. Masing-masing kelompok mendapatkan kesempatan yang sama untuk bertanya jawab terkait nama pekerjaan tersebut, melatih keberanian mereka berbicara di depan umum.
Melalui permainan tebak-tebakan ini, Ustadzah Nining memiliki misi jangka panjang yang sangat mulia. Beliau berharap anak-anak tidak hanya sekadar hafal nama-nama profesi, tetapi juga bisa menanamkan nilai karakter yang kuat, yaitu sikap saling menghargai.
“Diharapkan anak-anak mengenal berbagai macam profesi dan bisa menghargai macam-macam profesi tersebut. Bahwa semua pekerjaan itu baik dan bermanfaat,” tutur Ustadzah Nining dengan bijak. Beliau ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap peran di masyarakat, sekecil apa pun itu, patut dihormati.
Lebih jauh lagi, pembelajaran ini diharapkan bisa menjadi kompas bagi masa depan siswa. Ustadzah Nining ingin membuka wawasan mereka seluas-luasnya. “Yang terpenting, setelah mengenal berbagai macam profesi tersebut, mereka bisa memilih dan menentukan masa depan mereka sendiri sesuai bakat dan minat masing-masing,” pungkas beliau.
Sungguh cara yang asyik untuk belajar tentang masa depan! Semoga dari kelas 2-A ini kelak lahir profesional-profesional hebat yang mencintai pekerjaannya dan bermanfaat bagi bangsa. Semangat terus belajarnya dan jangan pernah berhenti bermimpi ya, anak-anak Nuris! [FE.Red]
