Learning by Doing dan Problem Solving Perkuat Pemahaman Konsep
Pesantren Nuris – Materi tatanama senyawa kimia sering kali dianggap sulit karena menuntut ketelitian dalam memahami simbol unsur, valensi, serta aturan penulisan nama senyawa. Namun di kelas Kimia kali ini, suasana belajar justru terasa menyenangkan dan penuh antusias. Melalui pendekatan Fun Learning, konsep yang kompleks dikemas menjadi aktivitas yang interaktif dan menantang.
Pembelajaran dipandu oleh Bu Marhamatul Khofifah, S.Pd., guru mata pelajaran Kimia, dengan Bab Tatanama Senyawa Kimia pada subbab Penamaan Senyawa. Model yang digunakan adalah Game Based Learning, sebuah pendekatan yang memadukan unsur permainan dengan tujuan pembelajaran yang terstruktur.
Sebelum permainan dimulai di kelas X-1, guru memberikan penguatan konsep melalui media PPT. Siswa diajak meninjau kembali aturan dasar penulisan rumus kimia, cara menentukan bilangan valensi, serta sistem penamaan senyawa ionik maupun kovalen. Penjelasan ini menjadi dasar agar siswa memiliki bekal teoritis sebelum memasuki tahap praktik.
Memasuki sesi inti, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok memperoleh seperangkat kartu unsur, kartu valensi, dan kartu senyawa. Dari kartu-kartu tersebut, mereka ditantang untuk menyusun pasangan unsur yang tepat, menentukan perbandingan valensinya, membentuk rumus kimia yang benar, lalu menuliskan nama senyawanya sesuai kaidah yang berlaku.
Metode learning by doing benar-benar terasa dalam kegiatan ini. Siswa tidak hanya mencatat atau menghafal, tetapi langsung mempraktikkan proses pembentukan senyawa secara sistematis. Ketika terjadi kesalahan dalam menentukan valensi atau penamaan, mereka mendiskusikannya bersama anggota kelompok, sehingga terjadi proses belajar yang reflektif.
Pendekatan cooperative learning memperkuat dinamika kelas. Setiap anggota kelompok memiliki peran, mulai dari penyusun kartu, pengecek rumus, hingga penulis jawaban. Kerja sama ini melatih tanggung jawab dan komunikasi ilmiah. Diskusi yang berlangsung pun tidak sekadar mencari jawaban, tetapi juga membahas alasan ilmiah di balik setiap keputusan.
Selain itu, unsur problem solving diterapkan melalui tantangan bertahap. Guru memberikan kasus-kasus senyawa dengan tingkat kesulitan berbeda, termasuk senyawa dengan lebih dari satu kemungkinan valensi. Siswa dituntut berpikir kritis dan teliti agar tidak keliru dalam menentukan nama yang tepat.
Suasana kelas tampak hidup dan kompetitif secara sehat. Sorak semangat terdengar ketika kelompok berhasil menyelesaikan tantangan lebih cepat dengan jawaban yang benar. Aktivitas ini membuktikan bahwa materi konseptual seperti tatanama senyawa kimia dapat dipahami secara lebih mudah ketika dikemas secara kreatif.
Bu Marhamatul menegaskan, “Tujuan utama pembelajaran ini bukan sekadar menyelesaikan permainan, melainkan membangun pemahaman mendalam tentang pola dan sistematika penamaan senyawa”.
Beliau juga menambahkan, “Jika siswa memahami konsep valensi dan aturan penamaan, mereka tidak perlu menghafal terlalu banyak. Mereka cukup memahami polanya.”
Melalui Fun Learning berbasis permainan ini, siswa tidak hanya menguasai materi tatanama senyawa kimia, tetapi juga terlatih berpikir logis, bekerja sama, serta memecahkan masalah secara sistematis. Pembelajaran yang seru dan bermakna ini menjadi wujud komitmen SMA Nuris Jember dalam menghadirkan pengalaman belajar yang aktif dan kolaboratif. [RY.Red]
Video pembelajaran bisa diakses di link berikut
https://vt.tiktok.com/ZSmC7mWH3/
Data Fun Learning SMA NURIS JEMBER
Judul : Pendekatan Game Based Learning Berbasis Learning by Doing dalam Memahami Tatanama Senyawa Kimia
Kelas : X 1
Guru Mapel : Marhamatul Khofifah, S.Pd.
Mapel : Kimia
Materi Fun Learning
Bab : Tatanama Senyawa Kimia
Subbab : Penamaan Senyawa
Model : Game Based Learning
Metode : Learning by Doing, Cooperative Learning, Problem Solving
Media : Kartu unsur, kartu valensi, kartu senyawa, PPT
