Bongkar Mesin hingga Sistem Transmisi, UKK Praktik TKR SMK Nuris Jadi Ujian Mental dan Skill

11 Siswa TKR Tempuh Ujian Praktik Paling Menentukan 

Pesantren Nuris – Sebanyak 11 siswa Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Nuris Jember mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Praktik yang digelar selama tiga hari, mulai Senin, 16 Februari 2026 hingga Kamis, 19 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Bengkel TKR SMK Nuris dan menjadi tahapan akhir evaluasi kompetensi siswa kelas XII sebelum dinyatakan siap terjun ke dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.

Pelaksanaan UKK dilakukan secara bergantian untuk memastikan setiap peserta memperoleh waktu yang cukup dalam menyelesaikan seluruh rangkaian tugas praktik. Materi yang diujikan mencakup perbaikan mesin mobil, sistem kelistrikan kendaraan, sistem sasis dan transmisi, serta perawatan berkala mesin kendaraan. Seluruh materi tersebut merupakan kompetensi inti yang harus dikuasai oleh lulusan TKR.

Sejak hari pertama, suasana bengkel tampak lebih serius dari biasanya. Setiap siswa mengenakan seragam praktik lengkap dengan perlengkapan keselamatan kerja. Sebelum memulai ujian, peserta terlebih dahulu menerima briefing teknis terkait prosedur pengerjaan dan standar penilaian. Hal ini dilakukan agar proses berjalan tertib serta sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) industri otomotif.

(Baca juga : Tak Sekadar Sosialisasi, SMK Nuris Hadirkan Aksi Nyata! Jurusan TSM Adakan Servis Hemat dan Berkualitas di SMPN 1 Panti)

Pada sesi perbaikan mesin mobil, siswa diminta menganalisis kerusakan berdasarkan gejala yang diberikan, kemudian melakukan pembongkaran dan perbaikan komponen yang bermasalah. Ketelitian menjadi kunci utama dalam tahap ini. Kesalahan kecil dalam pemasangan kembali komponen dapat memengaruhi performa mesin secara keseluruhan.

Sementara itu, pada materi sistem kelistrikan kendaraan, peserta diuji dalam membaca wiring diagram, mendeteksi gangguan arus, hingga memperbaiki rangkaian kelistrikan. Penguasaan teori yang matang harus diimbangi dengan kecermatan praktik agar diagnosa yang dilakukan tepat sasaran.

Materi sistem sasis dan transmisi juga menjadi tantangan tersendiri. Siswa harus memahami konstruksi dan fungsi setiap komponen, kemudian melakukan pengecekan serta penyetelan sesuai standar. Selain itu, perawatan berkala mesin kendaraan menuntut peserta untuk bekerja sistematis, mulai dari pemeriksaan kondisi oli, filter, sistem pendingin, hingga komponen pendukung lainnya.

Seluruh rangkaian ujian diawasi langsung oleh guru otomotif SMK Nuris bersama teknisi profesional yang berpengalaman di bidang kendaraan roda empat. Pengawasan tersebut bertujuan menjaga objektivitas penilaian sekaligus memastikan setiap proses berjalan sesuai standar industri.

Ketua jurusan otomotif, Bapak Untung Rahmatullah, S.T., menyampaikan bahwa UKK praktik menjadi indikator penting dalam mengukur kesiapan siswa. “Kami ingin memastikan lulusan TKR benar-benar kompeten, tidak hanya memahami teori, tetapi mampu bekerja sesuai standar bengkel profesional,” ujarnya.

Aqil Bahtiar Ahmad, salah satu peserta UKK, mengaku ujian praktik ini cukup menantang. “Kami harus benar-benar fokus dan tidak boleh terburu-buru. Semua langkah harus sesuai prosedur. Ini seperti simulasi kerja di bengkel sungguhan,” tuturnya.

Melalui pelaksanaan UKK praktik ini, SMK Nuris Jember menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri otomotif. Ujian bukan sekadar formalitas, melainkan proses pembuktian kemampuan setelah menempuh pembelajaran selama tiga tahun. Dengan bekal keterampilan yang teruji, para siswa diharapkan mampu melangkah lebih percaya diri menuju jenjang berikutnya. (MFAF.Red)

Related Post