Ustadzah Putri Berhasil Menghidupkan Mapel SBdP dengan Sentuhan Budaya Tradisional yang Mahal!
Pesantren Nuris – Siapa bilang pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di sekolah itu isinya cuma duduk diam, menggambar pemandangan, lalu mewarnai dengan krayon? Persepsi yang kuno itu tampaknya sudah tidak berlaku lagi di MI Unggulan Nuris Jember, khususnya bagi siswa-siswi di kelas 5C dan 6C. Di bawah bimbingan Ustadzah Putri, suasana pembelajaran yang awalnya di kelas disulap menjadi panggung pertunjukan yang meriah dan penuh warna.
Kegiatan unjuk bakat ini digelar dengan meriah di Aula Utama MI Unggulan Nuris Jember pada 16 Februari 2026. Suasana semakin hidup karena penontonnya bukan hanya Ustadzah Putri semata. Puluhan pasang mata dari siswa kelas 4, 5, dan 6 ikut memadati aula, menyaksikan kreativitas rekan-rekan mereka sekaligus menambah semarak suasana pembelajaran pada hari itu.
Ustadzah Putri, melakukan terobosan seru ini dengan menerapkan metode Project-Based Learning (pembelajaran berbasis proyek) yang jauh dari kata membosankan. Materi yang diangkat pun sangat menantang kreativitas siswa, yakni Seni Tari dan Drama. Langkah ini diambil karena beliau melihat adanya kejenuhan jika anak-anak hanya terpaku pada kertas gambar saja.
“Materi ini dipilih karena terbilang unik dan menarik untuk dipraktikkan anak-anak. Selain itu, selama ini untuk mapel SBdP anak-anak lebih cenderung menggambar dan mewarnai saja. Jadi, adanya materi tarian dan drama ini memberikan warna yang berbeda dalam proses belajar siswa,” ungkap Ustadzah Putri ketika menjelaskan alasan di balik metode serunya ini.
(Baca juga : Hanif, Siswa MI Unggulan Nuris Jember Kembali Sabet Piala di Ajang De MOSES 2026!)
Penerapan pembelajaran ini ternyata dirancang dengan sangat rapi dan berkesinambungan antara kelas 5C dan 6C. Ustadzah Putri menjelaskan bahwa proyek di Semester 2 ini sebenarnya adalah tukar peran atau lanjutan dari proyek Semester 1. Tujuannya agar semua siswa merasakan pengalaman seni yang lengkap, baik itu seni peran maupun seni gerak.
“Sebenarnya proyek ini lanjutan dari semester satu. Kalau di semester satu kemarin kelas 5C sudah menampilkan tarian dan kelas 6C menampilkan drama, nah di semester dua ini kita tukar. Sekarang giliran kelas 5C yang menampilkan drama, dan kakak kelasnya di 6C yang menampilkan tarian tradisional.” ucap Ustadzah Putri.
Alhasil, kelas pun menjadi sangat hidup. Siswa kelas 5C tampak sibuk berlatih dialog, berekspresi, dan membagi peran untuk pementasan drama mereka. Sementara itu, siswa kelas 6C tak kalah antusias berlatih gerakan-gerakan untuk tarian tradisional. Mereka belajar menyatukan gerak tubuh dengan irama musik, di mana skill ini membutuhkan kekompakan tim yang luar biasa.
Lebih dari sekadar nilai di rapor, Ustadzah Putri memiliki misi mulia di balik pemilihan materi tarian tradisional ini. Di tengah gempuran budaya asing yang masuk begitu deras ke Indonesia, seperti tren K-Pop atau budaya barat, beliau ingin menanamkan rasa cinta tanah air melalui seni.
“Harapannya sederhana, siswa dapat lebih mencintai seni tradisional kita sendiri di tengah maraknya budaya negara lain yang mulai masuk ke Indonesia. Kalau bukan generasi muda ini yang melestarikan, siapa lagi?” tambah Ustadzah Putri dengan nada penuh semangat.
Melihat antusiasnya anak-anak yang begitu tinggi, Ustadzah Putri pun menaruh harapan besar pasca pembelajaran ini usai. Beliau ingin pengalaman tampil di depan kelas ini menjadi bekal mental bagi anak didiknya di masa depan.
“Harapan saya, setelah pembelajaran ini anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga punya rasa percaya diri yang tinggi untuk tampil di depan umum. Saya ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, berani berekspresi, dan yang terpenting, bangga dengan identitas budaya bangsanya sendiri,” pungkas Ustadzah Putri menutup sesi wawancaranya.
Terobosan kreatif Ustadzah Putri ini menjadi bukti nyata bahwa ruang kelas bisa disulap menjadi tempat paling menyenangkan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan cinta budaya Indonesia. Semoga semangat inovasi ini bisa menular dan menjadi inspirasi segar bagi seluruh dewan guru di MI Unggulan Nuris Jember untuk terus melahirkan pembelajaran yang bermakna bagi para generasi bangsa. Jayalah selalu, Guru Nuris! Barakallah. [FE.Red]
