Senyum Jadi Kekuatan, Prestasi Jadi Bukti: Nail on Top
Pesantren Nuris — A Fauzi Nail M, yang akrab disapa Nail, kembali mengharumkan nama MA Unggulan Nuris Jember melalui prestasi membanggakan di bidang pendidikan diniyah. Siswa kelas XII B ini berhasil meraih prestasi sebagai pengajar dengan jumlah murid terbanyak ketiga di MDTM Tsaniyah Putra dalam pembelajaran kitab Amtsilah. Capaian tersebut menjadi bukti nyata atas ketekunan, keikhlasan, serta dedikasi Nail dalam menjalankan amanah sebagai pendidik muda.
Nail berasal dari Gading, Probolinggo, dan dikenal sebagai sosok yang ramah, sederhana, serta selalu menebarkan senyum dalam setiap kesempatan. Hobi tersenyum setiap saat bukan sekadar kebiasaan, melainkan cerminan kepribadian positif yang mampu menciptakan suasana nyaman bagi orang-orang di sekitarnya. Sikap inilah yang membuat Nail mudah diterima oleh teman, guru, maupun murid-murid yang ia bimbing.
Dalam kesehariannya, Nail memiliki cita-cita sederhana namun penuh makna, yaitu menjadi orang yang berguna bagi sesama. Prinsip hidup tersebut menjadi landasan utama dalam setiap langkah yang ia tempuh, baik dalam belajar, mengajar, maupun berinteraksi dengan lingkungan. Baginya, keberhasilan sejati bukan hanya tentang prestasi pribadi, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
(Baca juga : Welcome To Indonesia!! Special Inspiring Day On MA Unggulan Nuris)
Prestasi yang diraih Nail berawal dari kesungguhannya dalam mengajar kitab Amtsilah di MDTM Tsaniyah Putra. Ia menjalani tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Tanpa banyak mengeluh, Nail berusaha memberikan yang terbaik bagi murid-muridnya, meskipun harus membagi waktu antara kegiatan akademik, diniyah, dan aktivitas lainnya.
Motivasi hidup yang selalu ia pegang teguh adalah “Kenali dirimu dari evaluasi, bukan dari beribu apresiasi.” Kalimat tersebut menjadi pengingat bagi Nail untuk terus memperbaiki diri tanpa terlena oleh pujian. Ia lebih memilih menjadikan kritik dan evaluasi sebagai bahan refleksi agar mampu berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
Dalam mempersiapkan diri sebagai pengajar, Nail menerapkan prinsip belajar secukupnya yang penting bermanfaat. Ia tidak terpaku pada banyaknya materi yang dikuasai, melainkan lebih menekankan pada pemahaman yang mendalam dan kemampuan menyampaikan ilmu secara sederhana. Dengan cara ini, ia dapat menjelaskan materi kitab Amtsilah dengan bahasa yang mudah dipahami oleh murid.
Pendekatan yang santai, ramah, dan penuh kesabaran membuat kelas yang ia ampu terasa nyaman dan menyenangkan. Murid-murid merasa tidak sungkan untuk bertanya, berdiskusi, maupun mengungkapkan pendapat. Suasana belajar yang positif inilah yang kemudian membuat kelas Nail diminati banyak siswa, hingga berhasil meraih jumlah murid terbanyak ketiga.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsistensi dan komitmen Nail dalam menjalankan perannya. Ia selalu berusaha hadir tepat waktu, mempersiapkan materi dengan baik, serta menjaga hubungan harmonis dengan murid. Baginya, menjadi pengajar bukan sekadar menyampaikan pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, tutur kata, dan perilaku.
Selain aktif dalam kegiatan diniyah, Nail juga dikenal sebagai siswa yang rendah hati dan mudah bergaul. Ia tidak pernah membedakan teman berdasarkan prestasi atau latar belakang. Sikap inklusif dan penuh empati ini membuatnya dihormati dan disukai oleh banyak orang di lingkungan sekolah.
Saat dimintai tanggapan mengenai prestasi yang diraihnya, Nail mengungkapkan perasaan bahagia dan syukur yang mendalam. Dengan penuh semangat, ia menyampaikan bahwa dirinya merasa “senang banget” atas pencapaian tersebut. Namun, di balik rasa bahagia itu, ia tetap berusaha menjaga kerendahan hati dan menjadikan prestasi sebagai motivasi untuk terus belajar.
Nail juga memiliki harapan besar untuk masa depannya. Ia berharap dapat mengamalkan ilmu yang dimilikinya secara lebih luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, ilmu yang tidak diamalkan akan kehilangan maknanya. Oleh karena itu, ia bertekad untuk terus berbagi pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai kebaikan kepada siapa pun yang membutuhkan.
Prestasi yang diraih Nail menjadi inspirasi bagi banyak siswa di MA Unggulan Nuris Jember. Ia membuktikan bahwa sikap sederhana, konsisten, dan penuh keikhlasan dapat membawa seseorang pada pencapaian yang membanggakan. Keberhasilannya juga menunjukkan bahwa menjadi pribadi yang bermanfaat merupakan prestasi tertinggi dalam kehidupan.
Ke depan, Nail diharapkan mampu terus mempertahankan semangat belajar dan mengajarnya. Dengan kepribadian yang positif, motivasi yang kuat, serta komitmen untuk terus berkembang, ia memiliki potensi besar untuk meraih kesuksesan di berbagai bidang. Perjalanan Nail menjadi contoh bahwa prestasi sejati lahir dari niat baik, kerja keras, dan keikhlasan dalam setiap langkah.
Melalui pencapaian ini, A Fauzi Nail M tidak hanya membawa kebanggaan bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bagi sekolah dan lingkungan sekitarnya. Semangatnya untuk terus tersenyum, berbagi, dan bermanfaat menjadi teladan bagi generasi muda dalam membangun masa depan yang lebih baik dan bermakna. [LA.Red]
Nama : A Fauzi Nail M
Hobi : Tersenyum setiap saat
Cita2 : Menjadi orang yang berguna bagi sesama
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (XII B)
Prestasi : Pengajar dengan jumlah murid terbanyak ketiga di MDTM Tsaniyah Putra dalam pembelajaran kitab Amtsilah.
