Dari Kewajiban Menjadi Kebanggaan Perjalanan Farouq Siswa MA Unggulan Nuris Meraih Penghargaan

Belajar, Mengajar, dan Berprestasi Perjalanan Farouq yang Unik

Pesantren Nuris — Ahmad Najhan Farouq Hadi, yang akrab disapa Farouq, merupakan salah satu siswa kelas XI A di MA Unggulan Nuris Jember yang berhasil menorehkan prestasi dalam bidang pengabdian dan pendidikan. Siswa yang berasal dari Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur ini dikenal sebagai pribadi yang santai, terbuka, dan memiliki beragam minat dalam berbagai bidang.

Jauh dari kampung halaman di Kalimantan Timur, Farouq memilih untuk menimba ilmu di MA Unggulan Nuris Jember, Jawa Timur. Keputusan tersebut menunjukkan keberanian dan tekadnya untuk berkembang di lingkungan yang baru. Tinggal di pesantren dan belajar di madrasah unggulan membuat Farouq terbiasa hidup mandiri, disiplin, serta bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diembannya.

Dalam kehidupan sehari-hari, Farouq memiliki banyak hobi, mulai dari berenang, bermain game Mobile Legends, mengedit video, hingga bermain badminton. Beragam aktivitas tersebut membuatnya menjadi pribadi yang aktif dan kreatif. Kegemarannya dalam mengedit video juga menunjukkan ketertarikannya terhadap dunia digital dan media kreatif.

Farouq memiliki cita-cita yang cukup beragam, mulai dari menjadi presiden, dosen, kepala sekolah, pebisnis, hingga atlet. Cita-cita tersebut mencerminkan semangat besarnya untuk terus berkembang dan berperan di berbagai bidang kehidupan. Ia tidak membatasi dirinya pada satu profesi saja, melainkan membuka peluang seluas-luasnya untuk masa depan.

(Baca juga : Hafiz 30 Juz Lulusan MA Unggulan Nuris Mantap Kuliah Akidah di Ma’had Aly Nuris Jember)

Pada tahun pelajaran 2025/2026, Farouq berhasil meraih prestasi Tugas Mengajar Terbaik kategori Jumlah Fashal Terbanyak ketiga pada MDTM Tsaniyah Putra kitab Taqrib di Pesantren Nurul Islam Jember. Prestasi ini diraih melalui proses pengabdian sebagai pengajar bagi adik-adik santri dalam bidang keilmuan agama.

Keikutsertaan Farouq dalam tugas mengajar ini berawal dari kewajiban yang diberikan oleh pihak MDTM. Ia mengaku bahwa awalnya mengikuti kegiatan tersebut karena memang diperintahkan dan merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai santri. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai memahami makna penting dari tugas tersebut.

Motivasi utama Farouq dalam menjalankan tugas mengajar adalah menaati perintah para guru, khususnya Ustadz As’ad dan Ustadz Subhan. Baginya, ketaatan kepada guru merupakan bagian dari adab dalam menuntut ilmu. Dengan mengikuti arahan para ustadz, ia berharap dapat memperoleh keberkahan ilmu serta pengalaman berharga.

Dalam menjalani tugas sebagai pengajar, Farouq juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satu kesulitan terbesar yang ia rasakan adalah rasa malas yang terkadang muncul. Rasa lelah, jenuh, dan kurang semangat menjadi hambatan yang harus ia lawan dalam proses mengajar dan belajar.

Meski demikian, Farouq tidak membiarkan rasa malas tersebut menguasai dirinya. Ia berusaha mengatasinya dengan cara belajar dan mempersiapkan materi sebaik mungkin. Persiapan yang dilakukan memang sederhana, tetapi dilakukan dengan penuh kesadaran akan tanggung jawab yang diemban.

Dalam kegiatan mengajar kitab Taqrib, Farouq berusaha menyampaikan materi dengan jelas dan mudah dipahami. Ia belajar bagaimana menghadapi karakter murid yang berbeda-beda, menyusun metode penyampaian yang tepat, serta membangun komunikasi yang baik dengan para santri.

Melalui kegiatan ini, Farouq tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembelajar. Ia semakin memahami materi yang diajarkan, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta membangun rasa percaya diri. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi masa depannya, khususnya jika kelak ingin terjun di dunia pendidikan.

Berkat ketekunan dan konsistensinya, Farouq berhasil mencatatkan jumlah fashal yang cukup banyak, sehingga ia dinobatkan sebagai peraih peringkat ketiga dalam kategori tersebut. Prestasi ini menjadi bukti bahwa tanggung jawab yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan hasil yang membanggakan.

Menanggapi prestasi yang diraih, Farouq mengaku merasa biasa saja. Menurutnya, tantangan dalam kegiatan tersebut masih tergolong ringan dan kurang menantang. Meski sempat merasa kaget, ia tidak terlalu larut dalam euforia kemenangan.

Dalam pesan dan kesannya, Farouq menyampaikan bahwa kegiatan lomba atau penilaian tugas mengajar sebaiknya dibuat lebih menantang. Ia berharap ke depan, sistem penilaian dapat mendorong para santri untuk lebih kreatif, inovatif, dan maksimal dalam menjalankan tugas.

Harapan Farouq ke depan adalah agar tugas-tugas yang diberikan semakin berkualitas dan mampu mengasah kemampuan santri secara lebih mendalam. Ia ingin kegiatan pengabdian tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menjadi sarana pembentukan karakter dan kompetensi.

Selain aktif dalam kegiatan mengajar, Farouq juga mengikuti ekstrakurikuler futsal. Melalui kegiatan ini, ia melatih kerja sama tim, sportivitas, serta menjaga kebugaran fisik. Keseimbangan antara akademik, pengabdian, dan olahraga menjadi bagian penting dalam kehidupannya sebagai santri.

Prestasi yang diraih Farouq menunjukkan bahwa tanggung jawab, meskipun awalnya dijalani karena kewajiban, dapat berkembang menjadi pengalaman berharga. Dari kegiatan mengajar, ia belajar tentang kepemimpinan, kesabaran, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ahmad Najhan Farouq Hadi menjadi contoh bahwa setiap tugas yang dijalani dengan niat baik dan usaha sungguh-sungguh akan membawa hasil positif. Dengan semangat belajar, ketaatan kepada guru, serta keberanian menghadapi tantangan, Farouq telah membuktikan bahwa dirinya mampu berkontribusi dan berprestasi di lingkungan pesantren dan madrasah.

Ke depan, Farouq diharapkan terus mengembangkan potensi dirinya, baik dalam bidang akademik, kepemimpinan, maupun keterampilan lainnya, sehingga mampu menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. [LA.Red]

 

Nama             : Ahmad Najhan Farouq Hadi

Hobi               : Bermain game Mobile Legends, mengedit video, dan bermain badminton

Cita2              : Presiden, dosen, kepala sekolah, pebisnis, dan atlet

Lembaga       : MA Unggulan Nuris Jember

Kelas Formal : XI A

Prestasi          : Tugas Mengajar Terbaik kategori Jumlah Fashal Terbanyak ketiga pada MDTM Tsaniyah Putra kitab Taqrib di Pesantren Nurul Islam Jember TP 2025/2026

Related Post