Antusiasme Tinggi Warnai Servis Murah SMK Nuris di SMPN 1 Jelbuk
Pesantren Nuris – Beberapa sepeda motor terparkir rapi di halaman SMPN 1 Jelbuk pada 12 Februari 2026. Bukan tanpa alasan, kendaraan-kendaraan tersebut tengah mengantre untuk mendapatkan layanan servis murah dari Bengkel AHASS Teaching Factory (TEFA) SMK Nuris Jember. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dikemas dalam bentuk aksi nyata.
Program tersebut melibatkan guru produktif dan siswa Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Nuris Jember. Sejak pagi, tim sudah menyiapkan peralatan lengkap layaknya bengkel resmi. Area sekolah pun disulap menjadi ruang praktik lapangan, tempat siswa mengaplikasikan kompetensi yang selama ini diasah di bengkel sekolah.
Warga SMPN 1 Jelbuk menyambut kegiatan ini dengan antusias. Guru dan tenaga kependidikan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan perawatan kendaraan. Layanan yang tersedia meliputi penggantian oli, perawatan CVT, pemeriksaan mesin, hingga servis ringan lainnya. Seluruh proses pengerjaan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) AHASS dan diawasi langsung oleh guru pembimbing, sehingga mutu pelayanan tetap terjamin.
Diskon biaya servis hingga 35 persen menjadi daya tarik utama. Potongan harga tersebut mendorong banyak warga sekolah untuk segera melakukan perawatan berkala. Selain lebih hemat, mereka juga dapat melihat secara langsung proses servis yang dilakukan oleh siswa.
Konsep Teaching Factory (TEFA) menjadi landasan pelaksanaan kegiatan ini. Model pembelajaran tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa dengan ritme kerja industri. Dalam kegiatan di SMPN 1 Jelbuk, siswa belajar menerima keluhan pelanggan, melakukan diagnosa ringan, hingga menyelesaikan servis tepat waktu.
Salah satu siswa TSM yang bertugas, M. Nurul Agiesta, mengaku pengalaman tersebut memberikan tantangan tersendiri. “Kami merasa seperti benar-benar bekerja di bengkel profesional. Harus fokus, teliti, dan cepat karena yang dilayani adalah pelanggan langsung. Ini jadi pengalaman berharga sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja,” ujarnya.
Selain layanan servis, tim SMK Nuris juga memanfaatkan momen tersebut untuk memperkenalkan berbagai program keahlian, fasilitas praktik, serta peluang karier lulusan. Siswa-siswi SMPN 1 Jelbuk tampak tertarik saat melihat bagaimana pembelajaran otomotif diterapkan secara langsung di lapangan.
Pihak SMPN 1 Jelbuk mengapresiasi inisiatif tersebut. Program servis murah dinilai membawa manfaat ganda: membantu warga sekolah dalam perawatan kendaraan sekaligus memberikan gambaran konkret tentang pendidikan di SMK Nuris Jember yang berbasis pesantren sekaligus industri.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi sekolah dapat dikemas secara kreatif dan aplikatif. SMK Nuris Jember tidak hanya memperkenalkan program pendidikan melalui paparan informasi, tetapi juga melalui pelayanan nyata yang dirasakan langsung manfaatnya. Pendekatan tersebut menjadi bukti komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (MFAF.Red)
