Kasus Kendaraan Mogok Perkaya Pembelajaran Otomotif, Siswa SMK Nuris Belajar Analisis Kerusakan Bersama Pak Dhani

Tak Sekadar Teori, Siswa SMK Terjun Langsung Tangani Mesin Mogok

Pesantren Nuris – Suasana belajar interaktif terasa di Bengkel Otomotif SMK Nuris Jember saat mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Otomotif berlangsung. Pembelajaran yang disampaikan oleh Dhani Suherman, S.T., dikemas dengan metode fun learning berbasis problem based learning, sehingga siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam pengalaman praktik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan belajar diawali dengan pemantik yang sederhana namun dekat dengan pengalaman siswa, yakni pertanyaan, “Mengapa motor kita bisa mogok?” Pertanyaan tersebut memancing rasa ingin tahu siswa kelas X Teknik Otomotif dan mendorong mereka untuk berdiskusi secara aktif. Melalui pendekatan ini, siswa diajak berpikir kritis sejak awal pembelajaran.

Setelah sesi pemantik, Pak Dhani memaparkan materi yang berkaitan dengan penyebab kerusakan kendaraan bermotor. Ia menjelaskan konsep dasar mesin, fungsi komponen, serta kemungkinan masalah yang sering terjadi pada sepeda motor. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan siswa dalam tanya jawab, sehingga suasana kelas menjadi hidup dan tidak monoton.

(Baca juga : Demi Persiapan Matang, Secaba Gelar Tes Psikologi untuk Peserta Perkemahan dari SMK Nuris Jember)

Tahap berikutnya, siswa diminta membaca buku panduan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di bengkel otomotif. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih siswa memahami prosedur kerja yang benar sebelum melakukan praktik. Selain itu, siswa juga belajar pentingnya keselamatan kerja serta ketelitian dalam membaca instruksi teknis.

Memasuki sesi praktik, siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengidentifikasi kerusakan pada komponen mesin kendaraan yang telah disiapkan. Mereka melakukan pengamatan langsung, mencatat temuan, serta mendiskusikan kemungkinan penyebab masalah. Dengan pendampingan guru, siswa kemudian mencoba melakukan perbaikan sederhana sesuai dengan langkah-langkah yang telah dipelajari.

Menurut Pak Dhani, metode problem based learning dipilih agar siswa lebih memahami konsep melalui pengalaman nyata. “Belajar otomotif tidak cukup hanya teori. Siswa harus melihat langsung masalah di lapangan dan mencoba mencari solusi. Dengan cara ini, mereka lebih mudah memahami materi,” ujarnya di sela kegiatan pembelajaran.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembelajaran. Mereka aktif berdiskusi, bertanya, dan mencoba memperbaiki komponen mesin dengan penuh semangat. Salah satu siswa kelas X Teknik Otomotif mengaku lebih mudah memahami materi dengan metode tersebut. “Kalau langsung praktik, kami jadi tahu fungsi komponen dan penyebab kerusakan. Belajarnya terasa lebih seru dan tidak membosankan,” katanya.

Kegiatan pembelajaran ini menunjukkan bahwa proses belajar dapat berlangsung menyenangkan sekaligus bermakna. Melalui pendekatan problem based learning, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, kerja sama tim, dan kemampuan memecahkan masalah.

Dengan menggabungkan teori dan praktik secara seimbang, SMK Nuris Jember terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Diharapkan, metode ini dapat meningkatkan kompetensi siswa sekaligus menumbuhkan minat belajar yang lebih tinggi di bidang teknik otomotif. (MFAF.Red)

 

Data Fun Learning SMK Nuris Jember

Judul     : Mengatasi Masalah pada Kendaaan Mogok

Kelas     : X TO

Guru      : Dhani Suherman, S.T.

Materi   : Sistem mesin otomotif

Model   : Problem Based Learning

Metode : Diskusi kelompok

Media   : Mesin kendaraan bermotor

Related Post