Dedikasi Literasi di Perpustakaan hingga Menembus UMPTKIN, Perjalanan Fayrus Mengejar Gelar Sejarawan di Yogyakarta
Pesantren Nuris – Semangat menuntut ilmu melintasi pulau ditunjukkan oleh Muhammad Fayrusibad Athaya. Pemuda asal Samarinda, Kalimantan Timur, yang merupakan alumni SMA Nuris Jember, lulusan tahun 2024 ini, kini tengah menjalani masa studinya di “Kota Pelajar” Yogyakarta.
Fayrus, sapaan akrabnya, saat ini merupakan mahasiswa semester 4 di program studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga. Perjalanannya menuju bangku kuliah ditempuh melalui jalur UMPTKIN.
Menariknya, jurusan ini diambil karena ketertarikan pribadinya pada bidang sejarah dan ekonomi. “Sebenarnya saya suka sejarah umum, tapi karena saat itu pendaftaran sudah terlambat, saya mencoba mendaftar ke UIN dan diterima di jurusan SKI,” kenang alumni kelas IPS ini. Persiapan yang ia lakukan pun terbilang mandiri, yakni dengan konsisten belajar melalui buku-buku UTBK dan memperkuat doa.
(Baca juga : Gigih Belajar dan Berbakti, Kisah Imam Qolyubi, Alumni SMA Nuris Jember yang Kini Tekuni Akuntansi Syariah)
Bagi Fayrus, diterima di kampus tersebut membawa kebahagiaan tersendiri karena ia bisa merasakan langsung kehidupan budaya di Yogyakarta. Meski menikmati masa kuliah, ia tetap memiliki pandangan realistis sekaligus optimis terhadap masa depannya.
“Harapan saya bisa lulus lebih cepat dengan IPK yang baik. Meskipun terasa sulit karena skripsi sejarah terkenal ribet dan susah, tapi saya tetap ingin mencobanya,” ungkapnya.
Di sela kesibukan kuliah, Fayrus tidak membiarkan waktunya terbuang sia-sia. Ia aktif mengikuti organisasi bela diri INKAI (Karate) di kampus. Tak hanya itu, nilai-nilai kepesantrenan yang ia dapat di Pesantren Nuris Jember terus dilanjutkan dengan menjadi santri di Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak.
Selama di SMA Nuris Jember, Fayrus sempat mencoba berbagai ekstrakurikuler seperti Ekonomi dan Karya Ilmiah Remaja (KIR), meski akhirnya ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan hobinya, yaitu membaca. “Hobi saya membaca buku, terutama novel dan buku sejarah di perpustakaan Nuris. Tapi kalau sudah bertemu buku bahasa asing, jujur masih susah dipahami,” ungkapnya.
Mengenai masa mondok, Fayrus berpesan bahwa Pesantren Nuris Jember adalah tempat yang tepat untuk menyeimbangkan ilmu agama dan formal, asalkan santri pandai menjaga diri dari pergaulan yang salah. [ANF. Red]
Nama : Muhammad Fayrusibad Athaya
Alamat : Samarinda
Hobi : Membaca buku (Novel & Sejarah)
Cita-cita : Sejarawan atau Pengusaha
Kuliah : Semester 4, Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
