Semangat Berorganisasi dan Mengabdi di Bangku Perkuliahan
Pesantren Nuris – Bagi sebagian mahasiswa, masa kuliah adalah fase pencarian jati diri. Namun bagi Lailun Nuzul Khurun’in, fase itu menjadi peluang untuk aktif berproses dan belajar. Alumni SMA Nuris Jember lulusan tahun 2024 dari kelas XII MIPA 2 ini memilih untuk tidak hanya duduk di ruang kuliah, tetapi juga aktif menempa diri melalui organisasi kemahasiswaan.
Perempuan asal Kertonegoro, Jenggawah, Jember tersebut kini melanjutkan pendidikan di UIN KHAS Jember tepatnya di Fakultas Dakwah, Program Studi Manajemen Dakwah. Lingkungan akademik yang ia masuki membuka peluang luas untuk mengembangkan kapasitas diri, khususnya dalam bidang dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Kesempatan itu ia sambut dengan bergabung sebagai Kader PMII Rayon Dakwah.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Lailun mengaku memiliki keinginan kuat untuk mencari pengalaman dan belajar berorganisasi sejak awal menjadi mahasiswa. Ia melihat organisasi sebagai ruang belajar yang tidak kalah penting dibandingkan kelas perkuliahan.
“Kalau dari saya pribadi, lebih ingin mencari pengalaman dan belajar berorganisasi. Saya juga melihat banyak kader yang bisa berkembang dan berkontribusi di masyarakat. Dari situ ikut memotivasi saya untuk aktif di PMII itu sendiri,” ungkapnya.
(Baca juga : Silvia Firdaus, Alumni SMA Nuris Jember yang Konsisten Berkhidmat di IPPNU dan Dunia Kerja)
Di PMII Rayon Dakwah, Lailun belajar memahami arti proses. Ia terlibat dalam berbagai diskusi, forum kaderisasi, hingga kegiatan sosial yang mendorongnya untuk berpikir kritis sekaligus peka terhadap keadaan di sekitarnya. Baginya, organisasi bukan sekadar identitas, tetapi wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan.
Bidang yang ia tekuni juga selaras dengan program studinya di Fakultas Dakwah. Manajemen Dakwah tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga praktik pengelolaan kegiatan keagamaan dan sosial secara terstruktur. Melalui PMII, ia dapat mengasah kemampuan komunikasi, kerja tim, serta manajemen kegiatan secara langsung.
Bekal pendidikan pesantren yang ia peroleh selama di SMA Nuris Jember menjadi pedoman penting dalam perjalanan ini. Kedisiplinan, tanggung jawab, pembiasaan hidup sederhana, dan mandiri membuatnya lebih siap menghadapi segala kegiatan di organisasi kampus.
Lailun menilai bahwa pengalaman belajar di pesantren telah membentuk mental yang lebih tangguh. Ia terbiasa hidup teratur, menghargai waktu, serta menjaga nilai-nilai akhlak dalam setiap aktivitas. Prinsip tersebut tetap ia pegang, meskipun kini berada di lingkungan yang lebih luas dan beragam.
Baginya, menjadi mahasiswa berarti berani keluar dari zona nyaman. Ia percaya bahwa proses yang dijalani hari ini akan menjadi bekal berharga di masa depan, terutama dalam mewujudkan peran sebagai generasi muda yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
Tak lupa, ia menyampaikan harapan untuk almamater tercinta. “Harapan saya, khususnya di SMA Nuris Jember, semoga bisa semakin aktif berorganisasi dan bermanfaat, baik untuk anggotanya maupun masyarakat. Semoga juga bisa menjadi wadah yang membuat santri-santri berkembang dan berani berproses,” tuturnya.
Semangat Lailun Nuzul Khurun’in menjadi gambaran bahwa lulusan SMA Nuris Jember tidak hanya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi juga berani mengambil peran dalam ruang-ruang pengembangan diri. Dari pesantren menuju kampus, ia membuktikan bahwa proses dan pengalaman adalah investasi penting untuk masa depan. [RY.Red]
Nama : Lailun Nuzul Khurun’in
Alamat : Jenggawah, Jember
Kelas : XII MIPA 2
Lembaga : SMA NURIS JEMBER
Tahun Lulus : 2024
Jabatan : Kader PMII Rayon Dakwah
Kuliah : Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah, UIN KHAS Jember
