Lulusan SMA Nuris Jember, Umi Karimah, Tekuni Kimia di Universitas Negeri Jakarta

Bekal Adab Pesantren Menguatkan Langkah Merantau

Pesantren Nuris – Langkah berani diambil Umi Karimah, alumni SMA Nuris Jember tahun 2023, ketika memutuskan merantau dari kampung halamannya di Kencong, Jember, menuju hiruk-pikuk Jakarta. Di kota metropolitan itulah ia kini menapaki semester enam Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Jakarta.

Perjalanan Umi bukan sekadar perpindahan jarak, melainkan juga proses pendewasaan diri. Lahir dan besar di Kencong, suasana yang tenang dan akrab dengan nuansa pedesaan menjadi latar masa kecilnya. Namun tekad untuk melanjutkan pendidikan membawanya keluar dari zona nyaman.

“Saya aslinya Kencong, Jember, Bu. Terus kuliahnya merantau ke Jakarta. Saya melatih kemandirian saya,” tuturnya.

Baginya, keputusan merantau bukan hal yang sulit. Tempaan selama menempuh pendidikan di pesantren telah membentuk mental dan kemandiriannya. Hidup jauh dari orang tua sejak masa sekolah membuatnya lebih siap menghadapi tantangan baru di perantauan.

(Baca juga : Alumni SMA Nuris Jember Menjadi Ketua PMII FISIP UNEJ, Rani Dwi Sherlinafiatul Tunjukkan Jiwa Kepemimpinan)

“Di pondok pastinya saya mendapatkan ilmu agama yang lebih matang, serta banyak belajar adab-adab yang baik dalam hidup bersosial. Karena menurut saya, adab itu kunci dari ilmu yang bermanfaat,” ungkapnya.

Nilai-nilai adab yang ia pelajari tidak berhenti sebagai teori. Dalam kehidupan kampus, prinsip tersebut menjadi pijakan dalam berinteraksi dengan dosen, teman, maupun lingkungan sekitar. Ia meyakini bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan akhlak yang baik.

Kini, sebagai mahasiswi Kimia semester enam di FMIPA Universitas Negeri Jakarta, Umi tengah menapaki fase akademik yang semakin menantang. Praktikum, penelitian, hingga tugas-tugas laboratorium menjadi bagian dari kesehariannya. Namun, kemandirian yang ditempa sejak mondok membuatnya mampu beradaptasi.

Bagi Umi, hikmah terbesar dari pesantren bukan hanya pada hafalan atau materi pelajaran, melainkan pada pembentukan karakter. Ia belajar bahwa ilmu tanpa adab akan kehilangan arah. Dari pesantren, ia memahami pentingnya menghormati guru, menjaga lisan, membangun empati terhadap sesama, serta membiasakan diri hidup sederhana.

“Alhamdulillah saya juga menjadi lebih mandiri setelah mondok, sehingga saat merantau saya tidak terlalu terkejut karena sudah terbiasa sejak masa sekolah,” tambahnya.

Kisah Umi Karimah menjadi potret bahwa lulusan SMA Nuris Jember tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga pendidikan karakter yang kuat. Dari Kencong menuju Jakarta, ia membuktikan bahwa adab, kemandirian, dan keberanian melangkah adalah bekal utama untuk meraih masa depan. [RY.Red]

 

Nama            : Umi Karimah

Alamat         : Kencong, Jember

Lembaga.    : SMA NURIS JEMBER

Tahun Lulus : 2023

Kuliah            : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Jakarta

Related Post