MA Unggulan Nuris: Helmi Gaspol di Dunia Diniyah, Murid Terbanyak Jadi Bukti Dedikasi

Dari Kelas MDTM ke Panggung Inspirasi

Pesantren Nuris — Muhammad Helmi Fauzan Kamil, yang akrab disapa Helmi, kembali menorehkan prestasi membanggakan di lingkungan MA Unggulan Nuris Jember. Siswa kelas XII B ini berhasil meraih prestasi sebagai pengajar dengan jumlah murid terbanyak ketiga di kelas MDTM Tsaniyah Putra dalam pembelajaran kitab Aqidatul Awam. Capaian tersebut menjadi bukti nyata atas dedikasi, tanggung jawab, serta kesungguhan Helmi dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik muda.

Helmi yang berasal dari Desa Gunungsari, Maesan, Kabupaten Bondowoso dikenal sebagai pribadi yang tekun, disiplin, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi. Dengan hobi sebagai seorang researcher atau peneliti, ia terbiasa mengamati, menganalisis, dan mempelajari berbagai hal di sekitarnya secara mendalam. Kebiasaan ini membentuk pola pikir kritis dan sistematis yang sangat membantunya dalam proses belajar maupun mengajar.

Prestasi yang diraih Helmi berawal dari tanggung jawabnya dalam menjalankan tugas mengajar di MDTM Tsaniyah Putra. Menariknya, Helmi tidak pernah menganggap kegiatan tersebut sebagai sebuah perlombaan. Ia menjalani perannya dengan penuh keikhlasan, semata-mata karena ingin menunaikan kewajiban sebagai bagian dari proses kelulusan diniyah. Baginya, mengajar adalah bentuk pengabdian sekaligus sarana untuk terus belajar memperbaiki diri.

(Baca juga : Santri Inspiratif, Usai Tamat di IPDN Bandung, Alumni MA Unggulan Nuris Jadi ASN dan Lanjut Magister)

Motivasi utama Helmi dalam mengikuti kegiatan mengajar adalah keinginannya untuk menyelesaikan seluruh kriteria kelulusan, salah satunya melalui kegiatan mengajar. Namun, lebih dari itu, ia juga memiliki dorongan kuat untuk berbagi ilmu dan memberikan manfaat bagi orang lain. Prinsip inilah yang membuatnya tetap semangat meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Dalam perjalanannya, Helmi tidak terlepas dari berbagai kesulitan. Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah mengondisikan anak-anak agar tetap fokus, tertib, dan kondusif selama proses pembelajaran berlangsung. Karakter murid yang beragam, tingkat konsentrasi yang berbeda-beda, serta suasana belajar yang dinamis menjadi ujian tersendiri bagi Helmi sebagai pengajar muda.

Namun, Helmi tidak menjadikan hal tersebut sebagai hambatan. Dengan kesabaran, ketekunan, dan pendekatan yang persuasif, ia berusaha menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Ia percaya bahwa proses belajar akan berjalan dengan baik apabila murid merasa dihargai, diperhatikan, dan termotivasi.

Untuk menunjang keberhasilannya dalam mengajar, Helmi selalu melakukan persiapan secara matang. Ia berusaha memahami materi kitab Aqidatul Awam secara mendalam sebelum menyampaikannya kepada murid. Ia juga mempelajari cara penyampaian yang sederhana, runtut, dan mudah dipahami. Bagi Helmi, penguasaan materi dan metode penyampaian yang tepat merupakan kunci utama keberhasilan dalam mengajar.

Keberhasilannya mengelola kelas dengan baik dan membangun hubungan positif dengan murid-muridnya membuat kelas yang ia ampu diminati banyak siswa. Hal inilah yang kemudian mengantarkannya meraih prestasi sebagai pengajar dengan jumlah murid terbanyak. Capaian ini menunjukkan bahwa Helmi mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik, bermakna, dan memberikan kenyamanan bagi peserta didik.

Selain aktif dalam kegiatan diniyah, Helmi juga dikenal sebagai siswa yang aktif mengembangkan diri melalui kegiatan ekstrakurikuler. Ia mengikuti ekstrakurikuler pidato bahasa Indonesia dan public speaking. Kegiatan ini selaras dengan cita-citanya untuk menjadi seorang public speaker, presenter, dan CEO di masa depan. Melalui berbagai latihan dan kesempatan tampil di depan umum, Helmi terus mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta rasa percaya diri.

Pengalaman dalam dunia public speaking juga memberikan dampak positif dalam kegiatan mengajarnya. Helmi mampu menyampaikan materi dengan suara yang jelas, intonasi yang baik, serta gaya bahasa yang menarik. Hal ini membuat murid lebih mudah memahami pelajaran dan tidak cepat merasa bosan selama proses pembelajaran berlangsung.

Saat ditanya mengenai perasaannya setelah meraih prestasi tersebut, Helmi mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam. Dengan rendah hati, ia menyampaikan pesan dan kesannya, “Alhamdulillah, senang.” Ungkapan sederhana tersebut mencerminkan ketulusan dan rasa syukur atas segala pencapaian yang telah diraihnya.

Helmi juga memiliki harapan besar untuk dirinya dan seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan. Ia berharap agar semua pihak senantiasa berada dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Menurutnya, keberkahan dalam belajar dan mengajar hanya dapat diraih apabila setiap proses dijalani dengan niat yang ikhlas dan penuh tanggung jawab.

Prestasi yang diraih Helmi tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitarnya. Ia membuktikan bahwa menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan dapat menghasilkan prestasi yang luar biasa. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berusaha, tidak mudah menyerah, dan selalu berkomitmen dalam setiap amanah yang diberikan.

Ke depan, Helmi diharapkan mampu terus mempertahankan semangat belajar, mengajar, dan berkarya. Dengan bekal pengalaman, keterampilan komunikasi, serta cita-cita besar yang dimilikinya, ia siap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah. Perjalanan Helmi menjadi bukti bahwa prestasi sejati lahir dari niat yang baik, kerja keras, dan keistiqamahan dalam menjalani setiap proses kehidupan. [LA.Red]

 

Nama       : Muhammad Helmi Fauzan Kamil

Hobi         : Researcher

Cita2        : Public speaker, presenter, dan CEO

Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (XII B)

Prestasi   : Pengajar dengan jumlah murid terbanyak ketiga di kelas MDTM Tsaniyah Putra dalam pembelajaran kitab Aqidatul Awam

Related Post