Mengukur Kedalaman Ilmu Otomotif Jurusan TKR, SMK Nuris Gelar UKK Teori yang Ketat dan Terstandar 

UKK 2026: Siswa TKR SMK Nuris Hadapi Soal-Soal Analitis

Pesantren Nuris – Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) Teori Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Nuris Jember digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026. Bertempat di ruang kelas XII TKR, kegiatan ini diikuti oleh 12 siswa yang tengah menempuh tahun akhir pendidikan mereka. UKK teori menjadi salah satu tahapan penting dalam proses evaluasi akhir sebelum siswa dinyatakan kompeten dan siap terjun ke dunia industri otomotif.

Pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan penuh keseriusan. Sejak awal kegiatan, para peserta terlihat fokus mempersiapkan diri. UKK teori kali ini mencakup sejumlah materi inti yang telah dipelajari selama masa pendidikan, di antaranya sistem kelistrikan kendaraan, sistem sasis dan transmisi, perawatan berkala mesin kendaraan, serta manajemen bengkel. Seluruh materi tersebut dirancang untuk menguji pemahaman konseptual sekaligus kemampuan analisis siswa terhadap persoalan teknis di bidang otomotif.

Penguji dalam kegiatan ini adalah Bapak Untung Rahmatullah, S.T., selaku Ketua Jurusan Teknik Otomotif SMK Nuris Jember. Beliau menekankan bahwa ujian teori bukan sekadar formalitas, melainkan bagian krusial untuk memastikan siswa benar-benar memahami dasar-dasar teknis kendaraan sebelum memasuki tahap uji praktik maupun dunia kerja. Standar soal yang diberikan mengacu pada kebutuhan industri sehingga selaras dengan kompetensi yang dibutuhkan di lapangan.

(Baca juga : Dua Hari Digembleng Ala Militer, Santri Taruna SMK Nuris Jember Ikuti Persami KKRI di Secaba Rindam V Brawijaya)

Dalam keterangannya, Bapak Untung menyampaikan bahwa penguasaan teori memiliki peranan penting bagi calon teknisi. “Seorang mekanik tidak cukup hanya terampil memperbaiki kendaraan. Ia juga harus memahami prinsip kerja setiap sistem, mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. Dengan pemahaman teori yang kuat, proses diagnosis kerusakan akan lebih tepat dan efisien,” ungkapnya.

Selama ujian berlangsung, suasana kelas tampak kondusif. Peserta mengerjakan soal secara mandiri dengan pengawasan yang ketat. Beberapa soal menuntut siswa untuk menganalisis kasus kerusakan kendaraan, menentukan prosedur perawatan mesin sesuai standar, hingga menyusun perencanaan pengelolaan bengkel yang efektif dan profesional. Materi manajemen bengkel menjadi nilai tambah karena membekali siswa dengan wawasan kewirausahaan di bidang otomotif.

Salah satu siswa peserta UKK, Dani Ahmad Wilujeng, mengaku bahwa materi yang diujikan cukup komprehensif. Ia merasa tertantang terutama pada bagian analisis sistem kelistrikan dan transmisi. “Soalnya menuntut ketelitian dan pemahaman konsep. Kami tidak hanya mengingat materi, tetapi harus benar-benar memahami alurnya. Alhamdulillah, persiapan belajar sebelumnya cukup membantu,” tuturnya.

UKK teori ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian akhir kompetensi siswa kelas XII TKR. Hasil ujian akan menjadi salah satu indikator kelulusan sekaligus gambaran kesiapan siswa menghadapi tantangan di dunia kerja maupun saat melanjutkan pendidikan.

Melalui pelaksanaan UKK yang terstruktur dan berbasis standar kompetensi, SMK Nuris Jember berupaya menjaga kualitas lulusan agar tetap relevan dengan kebutuhan industri otomotif. Evaluasi menyeluruh, baik teori maupun praktik, diharapkan mampu melahirkan teknisi kendaraan ringan yang profesional, kompeten, dan memiliki pemahaman teknis yang mendalam sebagai bekal masa depan mereka. (MFAF.Red)

Related Post