Peringatan Isra Mi’raj di MI Unggulan Nuris: Dari Khataman Qur’an hingga Literasi Hikmah Sholat

Keseruan Isra Mi’raj Santri MI Unggulan Nuris

Pesantren Nuris – Suasana religius nan penuh semangat menyelimuti lingkungan MI Unggulan Nuris Jember pada hari Sabtu, 17 Januari 2026. Ratusan siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 berkumpul untuk memperingati salah satu peristiwa paling bersejarah dalam Islam, yakni Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dikemas dengan sangat apik, memadukan kekhusyukan ibadah, kemeriahan seni Islami, hingga pendalaman materi melalui literasi.

Rangkaian acara diawali sejak pagi hari dengan penuh khidmat di kelas masing-masing. Sebelum melangkah ke acara inti, para siswa diajak untuk mengetuk pintu langit melalui doa bersama. Suasana pagi itu terasa sangat sejuk dengan lantunan ayat suci; siswa kelas 1 hingga 3 fokus melakukan muroja’ah Juz 30 didampingi wali kelas mereka, sementara kakak-kakak kelasnya, kelas 4 hingga 6 melaksanakan khataman Al-Qur’an. Pemandangan ini menjadi pembuka yang menenangkan hati sebelum keriuhan acara dimulai.

Setelah beristirahat sejenak selama 15 menit untuk melepas penat, gelombang semangat para siswa mulai berpindah ke Aula Utama. Di sinilah puncak kemeriahan terjadi. Mata para siswa langsung tertuju pada panggung utama yang menyuguhkan penampilan tim hadrah Al-Banjari. Tabuhan rebana yang rancak dan lantunan sholawat yang merdu sukses membius perhatian anak-anak, membuat suasana aula menjadi hidup namun tetap dalam koridor religius.

(Baca juga : Belajar Asyik di Alam Terbuka! Siswa Kelas 5 MI Unggulan Nuris Jember Jelajahi Taman Botani Sukorambi!)

Acara inti kemudian dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kesakralan suasana. Drs. H. Subandi, mewakili Kepala Madrasah, memberikan sambutan hangat yang membakar semangat para siswa untuk meneladani sifat Rasulullah. Tak lama berselang, materi inti tentang sejarah Isra Mi’raj disampaikan dengan gaya yang menarik oleh Ustadz Abdullah.

Ustadz Abdullah tidak hanya berceramah satu arah, melainkan mengajak siswa berinteraksi lewat sesi tanya jawab. Gelak tawa dan semangat terlihat saat siswa berebut tunjuk jari menjawab pertanyaan seputar perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha. Sesi di aula ini kemudian ditutup dengan manis oleh penampilan nasyid yang syahdu, sebelum akhirnya para siswa kembali ke kelas pada pukul 11.00 WIB.

Ustadzah Mega, selaku staf kurikulum MI Unggulan Nuris Jember, memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya acara. Menurut beliau, kegiatan ini berjalan lancar dan sangat khidmat. “Acara ini menjadi salah satu kegiatan yang sangat dinanti oleh peserta didik, khususnya karena adanya penampilan Al-Banjari yang selalu menarik perhatian anak-anak,” ungkap Ustadzah Mega.

Beliau juga menambahkan bahwa semangatnya siswa sangat tinggi di sepanjang acara. “Sepanjang kegiatan, peserta didik menunjukkan antusiasme yang tinggi, baik dalam mengikuti rangkaian acara maupun saat menyimak penampilan Al-Banjari. Suasana terasa hidup namun tetap religius, sehingga nilai-nilai spiritual Isra Mi’raj dapat tersampaikan dengan baik,” tambahnya.

Tentu saja, namanya anak-anak, ada satu dua momen di mana mereka terlihat bergurau. Namun, hal tersebut dinilai sangat wajar oleh Ustadzah Mega. “Meskipun terdapat satu-dua peserta didik yang masih terlihat bergurau atau bermain sendiri, itu hal yang lumrah, mengingat usia anak-anak. Tapi, secara umum kegiatan berlangsung tertib, kondusif, dan penuh semangat kebersamaan,” tutur beliau.

Yang membuat peringatan Isra Mi’raj kali ini berbeda adalah adanya sesi “Literasi Isra Mi’raj” setelah acara seremonial. Pihak madrasah tidak ingin siswa pulang dengan tangan hampa tanpa pemahaman mendalam. Maka, disusunlah agenda literasi berjenjang sesuai tingkatan kelas. Kelas 1 dan 2 mendapat tugas menghafal niat sholat fardu dan doa iftitah, karena hal ini menjadi fondasi yang sangat penting mengingat oleh-oleh utama Isra Mi’raj adalah perintah sholat.

Sementara itu, kelas 3 dan 4 diajak untuk berpikir kronologis dengan menuliskan urutan peristiwa Isra Mi’raj. Adapun kelas 5 dan 6 ditantang untuk berpikir lebih kritis dengan menulis hikmah peristiwa Isra Mi’raj serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ditutup dengan istirahat, sholat Dhuhur berjamaah, dan kepulangan siswa dengan membawa bekal ilmu baru.

Harapannya, kegiatan semacam ini dapat terus menjadi tradisi baik di madrasah. Tidak hanya sebagai sarana menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kegiatan keagamaan, tetapi juga mempererat kebersamaan di lingkungan MI Unggulan Nuris Jember. Semoga syafaat Nabi Muhammad SAW senantiasa menaungi kita semua. Aamiin. [FE.Red]

Related Post