Rangkaian Ujian Praktik Berjalan Sukses, Kreativitas Tanpa Batas Kelas XII SMA Nuris Jember

Ujian Drama Bahasa Indonesia Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Nilai Sejarah Nusantara

Pesantren Nuris – Suasana Aula SMA Nuris Jember tampak berbeda dari biasanya. Gelak tawa, isak tangis haru, hingga ketegangan peristiwa masa lalu seolah hidup kembali di atas panggung. Sejak tanggal 12 hingga 20 Februari 2026, siswa-siswi kelas XII SMA Nuris Jember tengah disibukkan menyelesaikan rangkaian ujian praktik sebagai syarat kelulusan, dengan puncaknya yakni pementasan drama Bahasa Indonesia.

Mengusung tema besar “Menjelajah Pusaka Nusantara, Melalui Sejarah Legenda”, ujian praktik Bahasa Indonesia ini dilaksanakan bertepatan dengan momen awal Ramadan, yakni Kamis (19/2) untuk kelompok putri dan Jumat (20/2) untuk kelompok putra.

Persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari. Panitia bahkan telah menyulap aula sekolah menjadi panggung pertunjukan profesional lengkap dengan peralatan pendukung sejak seminggu sebelum acara dimulai.

Kelompok putri berhasil membius penonton dengan membawakan cerita rakyat dan sejarah seperti RA Kartini, Legenda Batu Menangis, Kisah Klenting Kuning, hingga Bawang Merah Bawang Putih. Salah satu penampilan yang paling ikonik adalah lakon Rengganis Belum Pulang.

(Baca juga : Duet Maut Bidang Sains Siswa SMA Nuris Jember, Izzul Labib dan Savira Putri Sukses Sabet Juara 1 Olimpiade Kimia MGMP 2026)

Kesungguhan para siswa dalam berakting berhasil membuat guru pengampu Bahasa Indonesia, Ibu Anisa, merasa terharu. “Saya sungguh tidak menyangka anak-anak bisa masuk ke dalam karakter sedalam itu. Melihat pementasan Rengganis Belum Pulang tadi, saya benar-benar tersentuh. Kreativitas mereka berhasil menghidupkan kembali ruh sejarah yang mungkin selama ini hanya dianggap tulisan kaku di buku pelajaran,” ungkap Bu Anisa haru.

Tak mau kalah, kelompok putra pada hari Jumat tampil gagah dengan lakon bertema nasionalisme dan religi, seperti Santri dan Feodalisme, Hari-Hari Terakhir Soekarno, hingga momen krusial Penentuan Pembacaan Proklamasi.

Selain drama, siswa kelas XII juga menempuh ujian praktik di berbagai bidang lainnya. Bidang Sains, meraka praktik di laboratorium untuk Biologi dan pembuatan alat peraga untuk Fisika serta Kimia. Praktik salat jenazah untuk PAI serta lari dan ketangkasan untuk Penjaskes. Selain itu, meraka juga praktik menjahit taplak meja untuk Prakarya yang uniknya harus dipresentasikan menggunakan Bahasa Daerah.

Rangkaian ujian dimulai oleh siswa kelas MIPA pada 12 Februari, disusul oleh siswa kelas IPS pada 15 Februari. Keberhasilan pementasan ini menjadi penanda berakhirnya beban ujian praktik yang cukup padat. Farhan Ahmadi Nijat, salah satu siswa kelas XII, mengungkapkan rasa syukur dan kelegaannya setelah acara drama selesai. “Rasanya sangat lega. Bebas dari beban ujian praktik ini seperti satu langkah besar yang sudah terlewati. Sekarang kami jadi lebih siap dan semangat untuk menyambut agenda-agenda kelas XII berikutnya sampai kelulusan nanti,” ujar Farhan dengan senyum lebar.

Melalui pementasan drama legenda dan sejarah ini, diharapkan pesan moral yang disampaikan tidak hanya berhenti saat tirai ditutup, namun tetap membekas dalam ingatan para siswa sebagai bekal karakter di masa depan. [ANF. Red]

Related Post