Salat Dhuha, Tadarus, dan Muhasabah: Mengukir Keimanan di Bulan Suci, Santri SMK Nuris Simak Tausiyah Gus Royhan

Hujan Rahmat di Masjid Baitunnur, Santri SMK Nuris Khusyuk Bermuhasabah

Pesantren Nuris – Suasana religius menyelimuti lingkungan SMK Nuris Jember pada Selasa, 24 Februari 2026. Seluruh siswa kelas X hingga XII dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Sepeda Motor (TSM), dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) mengikuti kegiatan Pondok Ramadan yang digelar dengan penuh kekhusyukan. Meski hujan mengguyur sejak pagi, semangat para santri tidak surut untuk menapaki hari dengan ibadah dan refleksi diri.

Kegiatan diawali dengan salat Dhuha berjamaah. Santri putra melaksanakan ibadah di Masjid Baitunnur Pesantren Nuris, sedangkan santri putri menunaikannya di Aula SMK Nuris Jember. Barisan saf yang tertata rapi dan lantunan doa menciptakan suasana khidmat, menjadi pembuka yang menenangkan sebelum memasuki rangkaian acara berikutnya.

Usai salat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an. Setiap kelas telah dibagi untuk membaca beberapa juz secara bergiliran. Dengan pembagian tersebut, dalam satu kali pertemuan Pondok Ramadan, para santri SMK Nuris mampu mengkhatamkan Al-Qur’an secara bersama-sama. Lantunan ayat suci terdengar bersahut-sahutan, menghadirkan atmosfer spiritual yang kental.

(Baca juga : Bongkar Mesin hingga Sistem Transmisi, UKK Praktik TKR SMK Nuris Jadi Ujian Mental dan Skill)

Setelah sesi tadarus selesai, santri putri bergeser menuju Masjid Baitunnur untuk mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Gus Royhan Tamami, Lc. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema tentang manfaat dan keistimewaan bulan suci Ramadan serta pentingnya muhasabah diri.

“Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi momentum membersihkan hati dan memperbaiki diri. Siapa yang memanfaatkan Ramadan dengan sungguh-sungguh, maka ia sedang menabung kebaikan untuk masa depannya,” tutur Gus Royhan di hadapan ratusan santri.

Beliau juga mengingatkan bahwa usia manusia terus berkurang, sehingga setiap Ramadan yang datang harus disambut dengan kesadaran dan rasa syukur. Momentum tersebut, menurutnya, menjadi kesempatan emas untuk memperbaiki hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.

Para siswa tampak menyimak tausiyah dengan penuh perhatian. Mereka terlihat larut dalam suasana perenungan. Hujan yang masih turun di luar masjid justru menambah keteduhan suasana, seolah menjadi pengiring refleksi spiritual siang itu.

Rangkaian Pondok Ramadan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Royhan Tamami. Seluruh peserta menengadahkan tangan, memanjatkan harapan agar diberikan kekuatan dalam menjalani ibadah Ramadan serta kemudahan dalam menuntut ilmu.

Kegiatan Pondok Ramadan ini menjadi bukti komitmen SMK Nuris Jember dalam menyeimbangkan pendidikan vokasi dengan pembinaan spiritual. Tidak hanya mencetak lulusan yang terampil di bidangnya, sekolah juga berupaya membentuk pribadi yang religius dan berakhlak. Di tengah guyuran hujan, semangat ibadah para santri tetap menyala, menandai Ramadan sebagai bulan penuh keberkahan dan pembelajaran bermakna. (MFAF.Red)

Related Post