Konsisten Berkarya Naila Ukir Prestasi di Ajang Literasi
Pesantren Nuris — Naila Lubna Alya Mukhbita, yang akrab disapa Naila atau Lubna, merupakan salah satu siswi berprestasi dari kelas XI A di MA Unggulan Nuris Jember. Siswi yang berasal dari wilayah Puger, Jember ini dikenal sebagai pribadi yang tekun, gemar membaca, serta memiliki minat besar dalam dunia kepenulisan dan literasi.
Sejak awal menempuh pendidikan di MA Unggulan Nuris Jember, Naila telah menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap aktivitas membaca dan menulis. Baginya, membaca bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga sarana untuk memperluas wawasan, memperkaya kosakata, serta menemukan berbagai sudut pandang baru. Sementara itu, menulis menjadi media untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan imajinasi dalam bentuk karya yang bermakna.
Naila memiliki cita-cita untuk menjadi dosen, kepala sekolah, dan guru. Cita-cita tersebut mencerminkan tekadnya untuk berkiprah di dunia pendidikan dan berkontribusi dalam mencerdaskan generasi masa depan. Ia meyakini bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban dan membentuk karakter bangsa.
(Baca juga : Karya, Kreativitas, dan Semangat Juang Shihab Siswa MA Unggulan Nuris Raih Prestasi Membanggakan)
Selain aktif dalam kegiatan akademik, Naila juga mengikuti ekstrakurikuler kitab dan jurnalistik. Melalui dua kegiatan tersebut, ia semakin terlatih dalam memahami teks, menyusun tulisan secara sistematis, serta menyampaikan gagasan dengan bahasa yang baik dan benar. Pengalaman di bidang jurnalistik turut membantunya dalam mengasah kemampuan menulis secara lebih profesional.
Pada tahun pelajaran 2025/2026, Naila mengikuti Ajang Lomba Internal Literasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Nurul Islam Jember. Dalam ajang tersebut, ia berkompetisi pada cabang lomba menulis cerpen tingkat yayasan. Keikutsertaannya dalam lomba ini merupakan amanah sebagai delegasi kelas yang ia terima dengan penuh tanggung jawab.
Sebagai perwakilan kelas, Naila merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan hasil terbaik. Ia tidak ingin sekadar berpartisipasi, tetapi juga berusaha menunjukkan kemampuan yang telah ia latih selama ini. Hal tersebut menjadi dorongan kuat baginya untuk tampil maksimal dalam perlombaan.
Motivasi utama yang selalu dipegang Naila dalam berkarya adalah bahwa konsistensi merupakan kunci keberhasilan. Ia percaya bahwa kemampuan tidak akan berkembang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Dengan terus berlatih dan tidak mudah menyerah, seseorang akan mampu mencapai hasil yang diharapkan.
Dalam proses mengikuti lomba, Naila menghadapi tantangan tersendiri. Salah satu kesulitan utama yang ia rasakan adalah merangkai kata dan menyusun cerita dalam waktu yang terbatas, yaitu hanya satu jam. Waktu yang singkat menuntutnya untuk berpikir cepat, fokus, dan mampu menuangkan ide secara efektif.
Selain keterbatasan waktu, Naila juga mengaku kurang melakukan persiapan secara maksimal sebelum lomba. Ia sempat merasa bingung menentukan ide cerita karena tidak memiliki konsep yang matang. Akibatnya, ia hanya mampu menyiapkan angan-angan tentang tema yang dianggap menarik, lalu mengembangkannya secara spontan saat lomba berlangsung.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Naila justru berusaha memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya. Ia mengandalkan pengalaman membaca dan menulis yang selama ini ia tekuni untuk merangkai cerita yang utuh, menarik, dan memiliki pesan yang kuat.
Dalam waktu yang terbatas, Naila berusaha menyusun alur cerita yang jelas, memilih kata-kata yang tepat, serta menciptakan suasana yang mampu menyentuh perasaan pembaca. Ia juga memperhatikan bagian pembuka cerita agar dapat menarik perhatian sejak awal, meskipun ditulis dalam kondisi yang serba terbatas.
Kerja keras dan keberaniannya untuk tetap percaya diri akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Dalam ajang tersebut, Naila berhasil meraih Juara 2 Menulis Cerpen tingkat Yayasan Nurul Islam Jember. Prestasi ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih keberhasilan.
Saat diumumkan sebagai pemenang, Naila merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Ia merasa bangga karena usahanya mendapat apresiasi, meskipun persiapan yang dilakukan tidak sepenuhnya maksimal. Keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan akademik dan literasinya.
Naila mengungkapkan bahwa ia sangat senang bisa memenangkan lomba tersebut, terutama karena manfaat yang diperoleh sangat menarik dan memotivasi. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap semester, sehingga mampu meningkatkan minat baca dan tulis di kalangan siswa.
Dalam kesan dan pesannya, Naila menyampaikan harapannya agar lomba literasi terus dikembangkan dan dikemas dengan lebih menarik. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat efektif dalam menumbuhkan kreativitas, rasa percaya diri, serta semangat berkarya para siswa.
Ke depan, Naila juga berharap agar cerpen-cerpen hasil lomba dapat dipublikasikan atau dibukukan. Dengan demikian, karya para peserta tidak hanya menjadi arsip lomba, tetapi juga dapat dibaca oleh masyarakat luas dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Bagi Naila, prestasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam dunia literasi. Ia bertekad untuk terus meningkatkan kemampuan menulis, memperbanyak membaca, serta memperkaya pengalaman agar dapat menghasilkan karya yang lebih berkualitas di masa depan. [LA.Red]
Nama : Naila Lubna Alya Mukhbita
Hobi : Membaca
Cita2 : Dosen, kepala sekolah, dan guru
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XI A
Prestasi : Juara 2 Menulis Cerpen tingkat yayasan dalam Ajang Lomba Internal Literasi TP 2025/2026
