Menanam Empati, Menghapus Perundungan: Workshop Anti Bullying Jadi Ruang Edukasi dan Kesadaran Bersama
Pesantren Nuris — SMP Nuris Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi yang berakhlak, berkarakter, dan berani berkata tidak pada perundungan. Pada Senin, 2 Februari 2026, sekolah ini menggelar sebuah workshop bertema Sosialisasi Anti Perundungan yang berlangsung di Nuris Convention Hall (NCH). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menanamkan nilai anti bullying sesuai MK serta pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
Workshop ini dihadirkan khusus untuk siswa dan siswi SMP Nuris Jember sebagai bekal penting menghadapi dinamika pergaulan remaja. Di tengah maraknya kasus perundungan yang terjadi di luar sana. Kegiatan ini hadir bak payung di tengah hujan untuk memberi perlindungan sekaligus pemahaman agar siswa tidak menjadi pelaku maupun korban.
Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Solver Niqya Rasyida Amalia, M.Psi., Psikolog, yang dikenal komunikatif dan penuh energi. Dengan gaya penyampaian yang hangat namun tegas, beliau mampu menyulap materi serius menjadi pembahasan yang mudah dipahami dan membekas di hati para peserta.
(Baca juga : Naik Kelas Prestasi, Affan Kukuhkan Peringkat Dua ASAS SMP Nuris Jember)
Agar penyampaian materi lebih efektif dan nyaman, kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi terpisah. Sesi putri berlangsung pada pukul 08.00–09.30, sementara sesi putra dilaksanakan pada pukul 10.00–11.30. Pembagian sesi ini membuat peserta lebih leluasa untuk berdiskusi, bertanya, dan menyampaikan pendapat secara kritis tanpa rasa sungkan.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terasa hidup dan penuh antusiasme. Semangat pemateri yang mengalir seperti api kecil yang menyulut kesadaran, berpadu dengan keaktifan siswa-siswi yang menyimak dengan serius, mencatat, serta mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis. Interaksi dua arah ini membuat workshop tidak sekadar menjadi ajang mendengar, melainkan ruang belajar yang bermakna.
Tak hanya siswa, bapak dan ibu guru SMP Nuris Jember turut mendampingi jalannya kegiatan. Kehadiran para pendidik ini menjadi bukti bahwa upaya pencegahan perundungan adalah tanggung jawab bersama. Guru pun mendapatkan tambahan wawasan agar mampu menjadi pendamping, pelindung, dan pendengar yang baik bagi para siswa di lingkungan sekolah.
Pentingnya sosialisasi anti bullying bagi generasi bangsa menjadi pesan utama dalam kegiatan ini. Perundungan bukanlah masalah sepele, melainkan luka yang dapat membekas lama dan menghambat tumbuh kembang anak. Melalui edukasi yang tepat, diharapkan tidak ada lagi korban yang bertambah akibat perilaku negatif yang sering dianggap candaan, padahal menyimpan dampak mendalam.
“Kegiatan sosialisasi anti perundungan ini sangat bermanfaat bagi siswa dan siswi SMP Nuris Jember. Kami ingin membekali mereka dengan pemahaman yang benar tentang batasan sikap, etika pergaulan, serta keberanian untuk menolak segala bentuk bullying dan kekerasan. Harapannya, sekolah menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang karakter anak,” ujar Ustad Muhidin selaku Kepala Kesiswaan SMP Nuris Jember.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, sesi putra diakhiri dengan salat berjamaah, menambah nuansa religius sekaligus menanamkan nilai kebersamaan dan refleksi diri. Penutupan ini menjadi simbol bahwa pembentukan karakter tidak hanya melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui penguatan spiritual.
Melalui workshop ini, SMP Nuris Jember menegaskan tekadnya untuk terus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh siswa. Dengan langkah kecil namun konsisten seperti ini, harapan akan lahirnya generasi yang saling menghargai dan bebas dari perundungan bukanlah sekadar angan, melainkan tujuan yang terus diperjuangkan bersama.[PUO.Red]
