Asyiknya Ushul Fiqih, Siswa Pecahkan Masalah Materi Ittiba’
Pesantren Nuris — Suasana kelas XII PK 1 terasa lebih hidup saat pembelajaran Ushul Fiqih berlangsung bersama Ustadzah Susi Febriyanti, S.Pd.I. Kegiatan belajar kali ini mengusung pendekatan Problem Based Learning yang menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran, sehingga mereka tidak hanya memahami materi, tetapi juga aktif mencari solusi atas berbagai permasalahan.
Materi yang dipelajari adalah tentang ittiba’, sebuah konsep penting dalam Ushul Fiqih yang berkaitan dengan mengikuti ajaran secara benar. Ustadzah Susi mengemas materi ini dengan cara yang menarik dan kontekstual, sehingga siswa lebih mudah memahami serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Proses pembelajaran berlangsung dengan lancar. Dengan memanfaatkan media berupa PPT dan LKPD, guru menyajikan materi secara sistematis dan mudah dipahami. Tampilan visual pada PPT membantu memperjelas konsep, sementara LKPD menjadi panduan siswa dalam menyelesaikan tugas dan permasalahan yang diberikan.
(Baca juga : Fantastis, Dua Tahun Berturut-Turut MA Unggulan Nuris Raih Penghargaan dari UIN KHAS Jember)
Selama kegiatan inti, siswa diberikan tantangan berupa permasalahan yang harus dipecahkan secara berkelompok. Mereka berdiskusi, menganalisis, dan mencoba merumuskan solusi berdasarkan pemahaman mereka terhadap materi ittiba’. Aktivitas ini mendorong siswa untuk berpikir kritis dan aktif berpartisipasi dalam pembelajaran.
Diskusi kelompok berlangsung dengan antusias. Siswa saling bertukar ide dan pendapat untuk menemukan solusi terbaik. Beberapa siswa terlihat berani menyampaikan gagasannya, sementara yang lain turut memberikan tanggapan, sehingga tercipta interaksi yang positif di dalam kelas.
Respon siswa terhadap pembelajaran ini sangat baik. Mereka terlihat bersemangat dan terlibat aktif dari awal hingga akhir. Suasana kelas menjadi kondusif, dinamis, dan penuh semangat belajar.
Tujuan dari pembelajaran ini adalah agar siswa mampu memecahkan masalah secara mandiri. Melalui metode Problem Based Learning, siswa dilatih untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolahnya menjadi solusi yang relevan.
Manfaat yang dirasakan siswa cukup nyata. Mereka menjadi lebih memahami cara menghadapi permasalahan serta menemukan solusi yang tepat. Selain itu, keterampilan berpikir kritis dan kerja sama juga semakin berkembang.
Ke depan, diharapkan pembelajaran seperti ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan. Harapannya, siswa tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata serta menjadi pribadi yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. [LA.Red]
Video pembelajaran bisa diakses di link berikut
https://vt.tiktok.com/ZSuwaM2C1/
Data Fun Learning MA Unggulan NURIS JEMBER
Judul : Belajar Ittiba’ Lebih Hidup, Gunakan PBL
Kelas : XII PK 1
Guru Mapel : Ustadzah Susi Febriyanti
Mapel : Ushul Fiqih
Materi Fun Learning : Ittiba’
Model : Problem Based Learning (PBL)
Metode : Problem Based Learning (PBL)
Media : PPT dan LKPD
