Dari Cita sebagai Guru PAI, Dalami Kitab Kuning hingga Perbanyak Pengalaman Menulis dan Prestasi
Pesantren Nuris – Dikenal sebagai santri yang tekun dan semangat berprestasi, Putra Dewa Nichola berhasil meraih medali perak Olimpiade Fikih Siswa Muslim Nusantara tahun 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Bina Prestasi Nusantara pada 02 Maret 2026 lalu. Prestasi ini pun sontak membikin bangga almamater MA Unggulan Nuris.
Santri yang duduk di kelas XI B MA Unggulan Nuris ini menyatakan rasa bangga dan bahagianya sebab usaha dan doanya selama ini membuahkan hasil yang manis. Meski perlombaan ini diikuti oleh banyak peserta dari berbagai sekolah terbaik se-Indonesia, tak meredupkan rasa percaya diri dan optimismenya untuk bersaing secara kompetitif hingga berprestasi.
“Kemarin lombanya mengerjakan soal-soal sekitar 50 soal dalam waktu 60 menit. Meski soalnya berupa pilihan ganda, tetapi banyak sekali pilihan yang menyulitkan. Akan tetapi, saya berusaha fokus dan lebih teliti meski waktu yang disediakan cukup terbatas kurang dari semenit. Alhamdulillahnya saya masih bisa meraih medali perak.” Tukas Putra, sapaan akrabnya.
(baca juga: Muhammad Helmi Fauzan Kamil, Santri Berprestasi MA Unggulan Nuris, Jawara MSQ Fisfala 2025 di UIN Maliki Malang)
Remaja asal Lengkong, Mumbulsari, Jember ini merasa apa yang telah dipelajari di pesantren sudah lebih dari sekadar cukup dalam mempersiapkan diri saat kompetisi. Apalagi pengetahuan agama yang didapatkannya langsung dari Syaikhul Ma’had Pesantren Nuris Jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad, setiap pekan.
“Di pondok pengajian langsung diisi oleh Kiai atau Gus Royhan. Ini sedikit banyak menambah wawasan saya dalam pengetahuan agama dari kitab kuning yang dikaji. Saya juga belajar Nahwu Sharraf sehingga dalam lomba ini sudah terbiasa dengan soal-soal keagamaan.” Imbuh santri yang bercita-cita menjadi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) ini.
Di MA Unggulan Nuris, Putra juga merupakan pelajar yang aktif berkegiatan selain rutinitas sekolah dan diniyah. Ia tercatat sebagai anggota aktif ekstrakurikuler robotika dan jurnalistik. Ia juga kerap meraih prestasi kompetisi internal Pesantren Nuris Jember seperti, juara 1 KIR Keagamaan, juara 2 tenaga pengajar diniyah murid terbanyak, dan juara 2 tenaga pengajar diniyah fashal terbanyak.
Bagi Putra, nyantri itu bukan sekadar belajar di pesantren, melainkan juga kesempatan mendalami ilmu melalui pengajaran dan pengabdian. Prestasi demi prestasi yang diraihnya dijadikan sebagai bekal yang mumpuni agar kelak mampu menjadi tenaga pendidik yang inovatif dan prospektif di masa depan.[AF.Red]
