Haru dan Bangga, Penyerahan Sertifikat Tahfiz kelas XII SMA Nuris Jember Lahirkan Generasi Qur’ani Berprestasi

Santri Siap Jaga Amanah Al-Qur’an

Pesantren Nuris – Penyerahan sertifikat tahfiz kepada santri kelas XII SMA Nuris Jember berlangsung khidmat dan penuh haru pada Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan para santri yang telah menempuh proses panjang dalam menghafal Al-Qur’an melalui program tahfiz yang menjadi salah satu unggulan lembaga.

Acara tersebut dihadiri oleh pengasuh, jajaran guru dan ustazah, pembimbing tahfiz, serta para santri. Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh pengasuh sekaligus Kepala SMA Nuris Jember, Gus Robith Qoshidi, Lc. Momentum ini menjadi pengingat akan tanggung jawab besar dalam menjaga dan mengamalkan hafalan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Bu Iin memberikan pesan mendalam kepada para santri yang telah menerima sertifikat. “Selamat adik-adikku. Pulanglah dengan selamat dan sebarkan kemanfaatan bersama kalamullah (Al-Qur’an). Tidak ada yang perlu disombongkan dan tidak untuk mencari perhatian siapa pun. Semua ini adalah bentuk amanah dari Allah Swt yang harus dijaga dengan penuh keikhlasan,” tutur beliau.

Proses pengujian tahfiz dilakukan oleh Ning Dr. Hasanatul Khalidiyah, M.Pd. dengan metode yang cukup menantang. Setiap santri diwajibkan menyetorkan hafalan sebanyak 3 hingga 5 juz dalam satu kali duduk. Bahkan, bagi santri yang telah hafal 30 juz, mereka harus menyetorkan 5 juz yang dipilih secara acak oleh penguji, sehingga benar-benar menguji kekuatan hafalan secara menyeluruh.

(Baca juga : Ghefira Nurfatimah Petik Hikmah Kemandirian, Alumni SMA Nuris Jember Kini Jadi Mahasiswi POLIJE)

Adapun santri yang berhasil meraih sertifikat tahfiz antara lain Mochammad Andhika Tri Adiyatma (30 juz), Sulistiyowati Sabariyah (7 juz), Nilna Farha Isbatika (30 juz), Launa Zidka Kamelia (19 juz), Raysa Aulia Kamila (30 juz), Syafa Nabila (9 juz), Jeyhan Shofi (9 juz), Dhea Anjuma (5 juz), dan Hanif Kayla Arasy (12 juz). Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi lembaga dan para orang tua.

Salah satu santri, Nilna Farha Isbatika, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. “Saya sangat bersyukur bisa sampai di tahap ini. Prosesnya tidak mudah, banyak tantangan, tapi dengan dukungan guru dan teman-teman, saya bisa menyelesaikannya. Semoga hafalan ini bisa terus terjaga,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Raysa Aulia Kamila yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. Ia mengaku bahwa konsistensi dan niat yang kuat menjadi kunci utama. “Menghafal Al-Qur’an itu bukan hanya soal kemampuan, tapi juga kesungguhan hati. Saya berharap bisa terus murojaah dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Program tahfiz sendiri memiliki banyak hikmah, di antaranya melatih kedisiplinan, memperkuat ingatan, serta menanamkan nilai-nilai spiritual yang mendalam. Santri yang menghafal Al-Qur’an tidak hanya dituntut kuat dalam hafalan, tetapi juga dalam akhlak dan kepribadian, sehingga mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren, SMA Nuris Jember terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai keagamaan. Program tahfiz menjadi salah satu bukti bahwa SMA Nuris Jember mampu melahirkan generasi Qur’ani yang siap membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan agama. [RY.Red]

Related Post