Kisah Wildanul Alief Raih PKN STAN, Alumni SMA Nuris Jember Kini Dinas di KPPN Merauke 

Ketekunan dan Doa yang Berbuah Manis

Pesantren Nuris – SMA Nuris Jember kembali menorehkan kebanggaan melalui capaian alumninya yang lulus tahun 2019 dengan berhasil menembus perguruan tinggi bergengsi. Kali ini, kabar membanggakan datang dari alumni bernama lengkap Ahmad Wildanul Alief Alfani, santri asal Maesan, Bondowoso, yang berhasil diterima di D3 Kebendaharaan Negara PKN STAN.

Keberhasilan ini tentu bukan hal yang mudah diraih. Seleksi masuk PKN STAN dikenal sangat ketat dengan persaingan dari ribuan peserta di seluruh Indonesia. Namun, dengan tekad yang kuat serta usaha yang konsisten, Wildan mampu membuktikan bahwa kerja keras dan doa mampu membuka jalan menuju impian.

Sejak menempuh pendidikan di pesantren, Wildan telah terbiasa hidup mandiri. Jauh dari keluarga bukan lagi hal baru baginya. Pengalaman tersebut justru menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan di masa depan, termasuk saat ia harus melanjutkan studi di luar daerah.

“Karena sudah terbiasa di pesantren, saya jadi jarang bertemu keluarga dan itu membuat saya lebih mandiri. Kuliah juga di Tangerang Selatan, jadi berusaha untuk terus mampu beradaptasi,” ungkapnya.

(Baca juga : Mantan Ketua Kamar LPBI, Fitrianingsih, Alumni SMA Nuris Jember Kini Sukses Jadi Sarjana HI dan Berkarier di Dunia Profesional)

Dalam proses meraih mimpinya masuk PKN STAN, Wildan menempuh berbagai langkah yang tak mudah. Ia memulai dengan mendaftar melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) PKN STAN, kemudian mempelajari secara cermat syarat dan ketentuan yang berlaku.

Tidak berhenti di situ, ia juga rutin berlatih mengerjakan soal-soal sebagai bentuk persiapan menghadapi ujian seleksi. Selain usaha akademik, ia juga menekankan pentingnya doa sebagai penopang utama dalam setiap langkahnya.

“Caranya tentu dengan belajar sungguh-sungguh, latihan soal, lalu minta restu orang tua dan kyai. Yang paling penting usaha maksimal dan terus berdoa,” jelasnya.

Wildan juga menyadari bahwa persaingan untuk masuk PKN STAN dari tahun ke tahun semakin ketat. Hal ini menuntut para calon mahasiswa untuk tidak hanya cerdas, tetapi juga disiplin, tekun, dan memiliki mental yang kuat.

Lingkungan pesantren, menurutnya, memberikan banyak pelajaran berharga yang tidak hanya berkaitan dengan akademik. Ia belajar untuk tetap berusaha dalam kondisi apa pun, bersabar dalam proses, serta menjaga konsistensi ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

“Pesantren mengajarkan kita untuk terus berusaha walaupun dalam kondisi terbatas, bersabar dengan proses, dan tetap menjaga ibadah. Itu sangat membantu dalam kehidupan,” tuturnya.

Di akhir, Wildan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanannya selama ini. Ia sangat berterimakasih kepada kyai, jajaran pengasuh, para guru, serta teman-teman yang telah menjadi bagian penting dalam prosesnya meraih mimpi.

Kisah Ahmad Wildanul Alief Alfani menjadi bukti bahwa pendidikan di pesantren mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan spiritual. Melalui pembinaan yang seimbang antara ilmu, akhlak, dan kedisiplinan, SMA Nuris Jember terus berkomitmen melahirkan generasi berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global. [RY.Red]

 

Nama            : Ahmad Wildanul Alief Alfani

Alamat          : Maesan, Bondowoso

Lembaga      : SMA NURIS JEMBER

Tahun Lulus : 2019

Kuliah            : D3 Kebendaharaan Negara PKN STAN

Pekerjaan     : KPPN Merauke

Related Post