Berbekal Prestasi Pidato Bahasa Inggris dan Kedisiplinan Pesantren, Fitrianingsih Raih Gelar S.Sos dengan Predikat Membanggakan
Pesantren Nuris – Kebahagiaan tengah menyelimuti Fitrianingsih, S.Sos., salah satu alumni berprestasi dari SMA Nuris Jember lulusan tahun 2019. Alumni yang berasal dari Kalisat ini akrab disapa Fitri. Ia baru saja merayakan kelulusannya dari Universitas Jember dan diwisuda pada tanggal 28 September 2024 lalu.
Lahir di Jember pada 10 Januari 2001, Fitri yang merupakan lulusan jurusan IPS di SMA Nuris Jember ini berhasil menyelesaikan studinya di program studi Hubungan Internasional (HI). Tidak tanggung-tanggung, ia lulus dengan perolehan IPK 3.7, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi alumni yang hobi membaca buku ini.
Perjalanan Fitri menuju bangku kuliah dimulai dengan penuh persiapan. Ia berhasil masuk ke Universitas Jember melalui jalur SNMPTN (jalur rapor). Sejak semester awal hingga akhir di bangku sekolah, ia sudah bertekad menjaga nilai lapornya agar tetap stabil dan meningkat. Selain itu, Fitri juga belajar mandiri bersama teman-temannya di pondok. Tidak lupa, Fitri melengkapinya dengan berdoa dan dukungan orang tua.
“Alhamdulillah sangat senang dan bersyukur saat tahu diterima kuliah, terlebih lewat jalur SNMPTN dan di jurusan yang sangat saya minati,” kenang Fitri saat menceritakan pengalamannya.
(Baca juga : Mantan Aktivis ICIS, Fika Dwi Sembilan, Alumni SMA Nuris Jember Resmi Sandang Gelar S.Pd di UIN KHas Jember)
Selama di Pesantren Nuris Jember, Fitri memang dikenal aktif. Saat mondok, ia aktif di kegiatan public speaking, menjabat sebagai ketua kamar LPBI, hingga meraih Juara 2 lomba pidato Bahasa Inggris tingkat kabupaten serta mendapat beasiswa belajar ke Pare.
Memilih jurusan Hubungan Internasional bukan tanpa alasan. Fitri mengaku sangat menyukai isu-isu politik antarnegara, isu internasional, serta budaya mahasiswa HI. Namun, masa kuliahnya pun tak luput dari kesulitan, terutama saat mengerjakan skripsi berjudul “Hambatan Implementasi Kebijakan Zero Tolerance of FGM di Ethiopia”.
“Masa skripsi adalah masa paling sulit. Saat merasa jenuh atau burnout, saya memilih istirahat, pergi ke toko buku, atau kulineran. Jika sudah sangat lelah, saya biasanya berdiskusi dan berbincang dengan teman untuk menenangkan diri,” ungkapnya.
Di sela kesibukan kuliah dan berorganisasi di PMII serta Unej Student English Forum (USEF), Fitri juga sosok yang mandiri. Ia sempat bekerja paruh waktu sebagai guru les Bahasa Inggris, mengikuti lembaga survei, hingga memiliki usaha sampingan berjualan camilan.
Bagi Fitri, masa-masa di Pesantren Nuris Jember adalah kenangan yang tak terlupakan. Ia merasa lingkungan yang positif dan bimbingan dari para ustadz atau ustadzah serta pengasuh menjadi modal berharga bagi karakternya saat ini.
“Masa di pondok sangat menyenangkan, jika bisa saya ingin kembali ke masa-masa itu. Saya bersyukur karena memiliki teman-teman yang positif dan guru-guru yang sangat membimbing,” kata Fitri dengan penuh haru.
Kini, setelah menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos), Fitri telah menapaki dunia kerja di P3MI Lia Central Utama yang berlokasi di Malang. Ke depannya, ia berharap dapat terus mengasah diri lagi dimanapun berada dan mengembangkan ilmu yang didapat dari pesantren maupun bangku kuliah, serta bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses. [ANF.Red]
Nama : Fitrianingsih, S.Sos.
Alamat : Kalisat, Jember
Hobi : Membaca Buku
Cita-cita : Pengusaha
Lembaga : SMA Nuris Jember, Jurusan IPS, Tahun 2019
Kuliah : S1, Hubungan Internasional, Universitas Jember
Pekerjaan : Staff di P3MI Lia Central Utama, Malang.
