Mengolah Ide Menjadi Karya Cerita Ayi di Ajang Literasi MA Unggulan Nuris Jember

Dari Observasi Menjadi Prestasi Ayi di Dunia KIR

Pesantren Nuris — Iftitah Najah Ulayya Setyawan, yang akrab disapa Ayi, merupakan salah satu siswi kelas XI D di MA Unggulan Nuris Jember yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di bidang karya ilmiah remaja. Siswi yang berasal dari Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, Jember ini dikenal sebagai pribadi yang tekun, gemar membaca, serta memiliki ketertarikan besar dalam dunia menulis dan penelitian.

Sejak awal menempuh pendidikan di MA Unggulan Nuris Jember, Ayi telah menunjukkan minat yang kuat terhadap kegiatan literasi. Kegemarannya membaca dan menulis tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga menjadi sarana untuk memahami berbagai persoalan kehidupan. Melalui tulisan, Ayi berusaha menyalurkan ide, perasaan, serta pemikirannya agar dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Ayi memiliki cita-cita untuk menjadi seorang penulis, mendalami bidang psikologi, serta menjadi manusia yang mampu saling membantu melalui tulisan. Cita-cita tersebut mencerminkan kepeduliannya terhadap kondisi sosial dan emosional di sekitarnya. Ia ingin menjadikan karya tulis sebagai media untuk memberi motivasi, solusi, dan harapan bagi banyak orang.

Dalam kesehariannya, Ayi aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler KIR keagamaan. Melalui kegiatan ini, ia belajar menyusun karya ilmiah, melakukan observasi, mengolah data, serta menyampaikan gagasan secara sistematis dan logis. Kegiatan tersebut menjadi wadah penting dalam mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis.

(Baca juga : Dhita Siswi MA Unggulan Nuris, Dari Hobi Fotografi Menuju Guru Muda Berprestasi)

Pada tahun pelajaran 2025/2026, Ayi mengikuti Lomba KIR Keagamaan tingkat Yayasan Nurul Islam Jember. Keikutsertaannya dalam lomba ini dilatarbelakangi oleh keinginannya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman yang telah ia peroleh selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Ia ingin mengukur kemampuan diri sekaligus menambah wawasan melalui proses penelitian dan penulisan.

Menurut Ayi, menulis karya ilmiah tidak hanya membutuhkan kemampuan merangkai kata, tetapi juga pengetahuan yang luas tentang permasalahan yang diangkat. Oleh karena itu, ia melakukan observasi secara langsung sebagai bagian dari persiapan lomba. Kegiatan observasi tersebut membantunya memahami kondisi nyata di lapangan dan memperkaya sudut pandang dalam penulisan.

Motivasi terbesar Ayi dalam mengikuti lomba ini adalah dukungan penuh dari orang tua serta keinginannya untuk mengangkat tema tentang cara mengatasi kemalasan santri. Tema tersebut dipilih karena ia merasa bahwa masalah kemalasan merupakan tantangan yang sering dihadapi oleh pelajar di lingkungan pesantren. Melalui tulisannya, Ayi berharap dapat memberikan solusi dan motivasi bagi para santri agar lebih semangat dalam belajar.

Dalam perjalanan mengikuti lomba, Ayi juga menghadapi berbagai kendala. Salah satu kesulitan yang sempat dialaminya adalah tertinggal informasi jadwal lomba. Ia baru mengetahui bahwa terdapat jadwal susulan setelah sebelumnya sempat merasa tertinggal. Selain itu, ia juga mengalami kendala dalam menyiapkan file karya ilmiah yang akan dikumpulkan.

Namun, kesulitan tersebut tidak membuatnya menyerah. Dengan bantuan teman-temannya, Ayi berhasil menyelesaikan seluruh persyaratan lomba tepat waktu. Ia merasa sangat bersyukur karena memiliki lingkungan pertemanan yang saling mendukung dan peduli satu sama lain.

Dalam hal persiapan, Ayi melakukan berbagai langkah dengan sungguh-sungguh. Ia terlebih dahulu mempelajari materi yang akan disampaikan, kemudian mencari metode penyelesaian masalah yang relevan dengan tema yang diangkat. Proses observasi juga dilakukan secara mendalam agar karya yang dihasilkan benar-benar berdasarkan fakta dan pengalaman nyata.

Selama proses penulisan, Ayi berusaha menyusun karya ilmiahnya dengan bahasa yang jelas, runtut, dan mudah dipahami. Ia memperhatikan struktur penulisan, mulai dari pendahuluan, pembahasan, hingga kesimpulan. Semua bagian disusun dengan penuh ketelitian agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pembaca.

Berkat kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah, Ayi berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba KIR Keagamaan tingkat yayasan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang membanggakan.

Saat menerima penghargaan, Ayi merasakan kebahagiaan yang mendalam. Ia merasa senang karena dapat membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dan menghasilkan karya yang berkualitas. Prestasi tersebut juga menjadi motivasi tambahan untuk terus berkarya di masa depan.

Dalam pesan dan kesannya, Ayi mengajak seluruh siswa yang mengikuti ekstrakurikuler KIR keagamaan untuk lebih rajin dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan. Ia juga mengungkapkan bahwa pengalaman di ekskul tersebut sangat berkesan karena bertemu dengan para tentor yang memiliki banyak pengalaman dan selalu memberikan bimbingan yang bermanfaat.

Ayi berharap ke depan dapat berkarya lebih baik lagi dan mengumpulkan lebih banyak pengalaman. Baginya, yang paling berharga dari sebuah perlombaan bukanlah hadiah, melainkan proses dan pengalaman yang akan menjadi kenangan indah di masa depan. Pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting dalam perjalanan hidupnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa mengikuti ekskul dan lomba KIR keagamaan merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Selain menambah wawasan, kegiatan tersebut juga membuat aktivitas di pesantren menjadi lebih variatif dan tidak membosankan. Kesempatan untuk berkutat dengan komputer, menulis, dan meneliti menjadi pengalaman langka yang sangat ia syukuri.

Prestasi yang diraih Ayi menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk tidak ragu mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang penelitian dan literasi. Ia membuktikan bahwa dengan niat yang kuat, dukungan lingkungan, serta kerja keras, seorang santri mampu meraih prestasi yang membanggakan.

Iftitah Najah Ulayya Setyawan merupakan gambaran nyata tentang semangat belajar, ketekunan, dan kecintaan terhadap dunia tulis-menulis. Dengan terus menjaga semangat berkarya dan belajar, Ayi diharapkan mampu menjadi sosok yang memberi manfaat melalui tulisan dan pemikirannya, serta mengharumkan nama sekolah di masa mendatang. [LA.Red]

 

Nama            : Iftitah Najah Ulayya Setyawan

Hobi              : Membaca dan menulis

Cita2              : Penulis, mendalami bidang psikologi, dan menjadi manusia yang mampu saling membantu melalui tulisan

Lembaga       : MA Unggulan Nuris Jember

Kelas Formal : XI D

Prestasi          : Juara 3 Lomba KIR Keagamaan tingkat yayasan Nurul Islam Jember TP 2025/2026

Related Post