Menjaga Nilai Aswaja di Kampus: M. Asfa Fu’addiya, Alumni SMA Nuris Jember Menjadi Ketua Komisariat PMII UNEJ

Bekal Pendidikan Pesantren Membentuk Kemampuan Manajemen Diri dan Semangat Pengabdian

Pesantren Nuris – Semangat pengabdian yang ditanamkan sejak di bangku sekolah ternyata mampu mengantarkan santri alumni SMA Nuris Jember menorehkan kiprah di dunia organisasi kampus. Salah satunya adalah M. Asfa Fu’addiya Ulhaq, alumni SMA Nuris Jember tahun 2022 yang kini menempuh studi S1 Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Jember (UNEJ). Di tengah kesibukan akademiknya, Asfa aktif berproses dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Perjalanan organisasi Asfa tidak terbilang singkat. Sejak awal memasuki bangku perkuliahan, ia sudah menaruh minat pada PMII, organisasi kemahasiswaan yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU). Ketertarikannya pada organisasi tersebut tumbuh dari kesadaran bahwa PMII bukan sekadar organisasi mahasiswa, melainkan wadah kaderisasi yang menanamkan nilai-nilai keislaman moderat dan Ahlussunnah wal Jamaah.

“Sejak awal kuliah saya sudah menaruh hati pada PMII yang lahir dari NU. Itu yang memperkuat saya untuk terus berproses dan mengabdi di sana,” ungkap Asfa.

Pada tahun 2024, ia dipercaya menjadi Ketua PMII dan saat ini mengemban amanah sebagai ketua kepengurusan Komisariat PMII Universitas Jember. Amanah tersebut ia jalankan sebagai bentuk pengabdian, tidak hanya kepada organisasi, tetapi juga kepada pesantren dan NU.

“Alasannya sederhana, ini bentuk pengabdian saya. Saya ingin berkontribusi kepada NU,” jelasnya.

(Baca juga : Keberhasilan Siti Aisyah, Alumni SMA Nuris Jember Tembus Jalur SNBP di Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNEJ)

Selama menjalani proses organisasi, Asfa mengaku tidak selalu melalui jalan yang mudah. Ia menghadapi berbagai persoalan, mulai dari tantangan manajemen organisasi hingga proses pembelajaran dalam kepemimpinan. Namun semua itu ia jalani bersama rekan-rekan seperjuangan di PMII.

“Perjalanannya panjang. Ada banyak lika-liku dalam organisasi, tetapi semuanya bisa dilalui bersama teman-teman, keluarga, dan sahabat-sahabati PMII. Bahkan jaringan pertemanan itu tidak hanya di UNEJ, tapi juga se-Jember bahkan sampai luar kota,” katanya.

Sebelum dipercaya memimpin di tingkat komisariat, Asfa juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kampus. Pada tahun 2023, ia berproses di UKM Kerohanian Islam Studi Islam Berkala Fakultas Hukum serta turut aktif di Biro Manajemen Kaderisasi Rayon Hukum PMII. Pada periode berikutnya ia sempat bergabung dalam biro advokasi internal dan eksternal kampus, meski kemudian harus meninggalkan posisi tersebut karena mendapatkan amanah baru dalam kepemimpinan komisariat.

Menurutnya, banyak bekal yang ia peroleh selama menempuh pendidikan di pesantren dan SMA Nuris Jember. Bekal tersebut sangat membantu dalam menghadapi kehidupan kampus yang beragam, terutama dalam hal pengelolaan waktu, konflik, dan emosi.

“Banyak hal yang saya dapat dari pesantren, seperti manajemen waktu, manajemen konflik, bahkan manajemen emosi. Itu sangat membantu ketika masuk ke kampus negeri dengan lingkungan akademik yang sangat beragam,” ujarnya.

Nilai-nilai kehidupan yang ia pegang hingga kini juga tidak lepas dari pesan para guru di pesantren. Salah satu nasihat yang selalu ia ingat berasal dari Syaikhul Ma’had Pesantren Nuris Jember yang sering ia sampaikan kembali dalam berbagai forum PMII.

“Yang selalu saya ingat adalah pesan, man amila sholihan falinafsih, wa man asa’a falaiha. Barang siapa berbuat kebaikan maka itu untuk dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat keburukan maka kembali kepada dirinya sendiri. Itu yang selalu saya pegang dalam berorganisasi,” tuturnya.

Kisah perjalanan Asfa menjadi salah satu gambaran bagaimana pendidikan berbasis pesantren mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam pengabdian sosial dan organisasi. SMA Nuris Jember sendiri selama ini dikenal mendorong para siswanya untuk mengembangkan potensi kepemimpinan, keilmuan, serta nilai-nilai keislaman.

Melalui kiprah para alumninya di berbagai perguruan tinggi, termasuk di UNEJ, SMA Nuris Jember terus menunjukkan perannya dalam mencetak generasi santri yang siap beradaptasi di dunia akademik sekaligus berkontribusi bagi masyarakat luas. Kisah Asfa menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan pesantren dapat menjadi fondasi kuat bagi perjalanan kepemimpinan generasi muda di masa depan. [RY.Red]

 

Nama                         : M. Asfa Fu’addiya Ulhaq

Alamat                       : Puger, Jember

Lembaga                   : SMA NURIS JEMBER

Tahun Lulus              : 2022

Jabatan Organisasi : Ketua Komisariat PMII UNEJ

Kuliah                         : Program Studi S1 Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Jember (UNEJ)

 

Related Post