Ramadan Berprestasi, Pelajar MA Unggulan Nuris Raih Medali Perak Olimpiade PAI Tingkat Nasional

Manfaatkan Waktu Luang Rebut Medali PAI Ajang Cendekia Islamic Competition 2026 Tingkat Nasional

Pesantren Nuris – Ramadan bukan halangan bagi pelajar MA Unggulan Nuris untuk berjibaku meraih prestasi gemilang. Terbukti, Rizka Nur Alifah membukukan prestasi dengan meraih medali perak olimpiade PAI ajang Cendekia Islamic Competition 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan secara daring oleh Lembaga Bina Prestasi Nusantara pada 02 Maret 2026 kemarin.

Capaian prestasi yang diraih oleh santriwati cerdas yang duduk di kelas X B ini menjadi yang pertama sejak awal berseragam MA Unggulan Nuris. Sebuah awal yang membanggakan sebab ia langsung menggasak medali di kancah nasional setelah bersaing dengan ratusan peserta lain dari berbagai sekolah dan madrasah.

“Meski dalam suasana Ramadan dan bersamaan dengan Asesmen Tengah Semester di MA Unggulan Nuris, masih banyak waktu luang yang usahakan untuk ikut lomba. Alhamdulillah tak sia-sia sebab saya bersama teman lainnya berhasil membawa pulang medali perak.” Tukas Rizka, sapaan akrabnya di Pesantren Nuris Jember.

Bulan Ramadan bukan halangan bagi seorang santri untuk berprestasi. Justru, ini menjadi kesempatan baginya untuk mengelola semangat belajar agar terus meraih prestasi bukan bermalas-malasan. Prestasi pertama ini juga sekaligus menjadi awal yang baik baginya untuk lebih meningkatkan prestasi hingga meraih medali emas.

(baca juga: Santri Genius MA Unggulan Nuris Raih Medali Perunggu Olimpiade Saintek di UNAIR Surabaya)

“Kemarin saat lomba dilakukan secara daring atau online. Ada 40 soal dilaksanakan dalam 60 menit. Seru juga sih ikut lomba online jadi hemat biaya dan tetap kompetitif di saat lomba. Apalagi lomba ini juga lebih dapat menjangkau banyak peserta terbaik sehingga tak mudah untuk meraih medali perak ini.” Imbuh pelajar asal Rambipuji, Jember ini.

Dikenal sebagai pelajar yang tekun dan penuh semangat di kelas, mental ini yang membuat remaja kelahiran Desember 2009 ini percaya diri mengikuti lomba di kancah nasional. Baginya belajar di pesantren yang cukup padat menjadi persiapan yang matang baginya mengikuti lomba meski tanpa harus pembinaan intensif sekali pun.

Latifah Muzayyana, selaku Wakil Kepala MA Unggulan Nuris mengapresiasi capaian prestasi anak didiknya. “Kami pasti selalu bangga atas semangat dan perjuangan semua anak didik kami dalam meraih prestasi. Kami juga mendukung talenta dan minat siswa melalui ekstrakurikuler yang diprogram secara khusus terintegrasi dengan pendidikan formal dan pesantren sehingga mampu membidik santri atau sisea berprestasi cemerlang. Semoga ke depan lebih banyak lagi piala dan medalinya.”[AF.Red]

Related Post