Jalani Proses Panjang, Dari Belajar di Pesantren Hingga Jadi Mahasiswa
Pesantren Nuris – Kisah inspiratif datang dari salah satu alumni SMA Nuris Jember yang kini tengah menapaki dunia perkuliahan. Sinta Afkarina, alumni kelas XII MIPA 1 asal Bangsalsari, Jember, saat ini tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember. Kini ia telah memasuki semester enam.
Perjalanan Sinta menuju kehidupan belajar di pesantren tidak dimulai dari keinginannya sendiri. Ia mengaku mulai belajar di pesantren setelah lulus SD atas dorongan orang tua. Awalnya, ia sempat menolak karena belum siap menjalani kehidupan jauh dari keluarga. Namun, setelah melalui berbagai bujukan, ia akhirnya memutuskan untuk mencoba.
“Saya mulai belajar di pesantren Nuris setelah lulus SD atas keinginan orang tua. Pada awalnya saya tidak ingin belajar di pesantren, namun setelah berkali-kali dibujuk oleh orang tua akhirnya saya luluh dan bersedia untuk mencoba,” kenangnya. Ia masih mengingat momen pendaftaran yang cukup berbeda dari biasanya.
(Baca juga : SMA Nuris Jember Sukses Antarkan Putri Hanim Eliza Kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang)
Saat itu, ia mendaftar menjelang penutupan gelombang pendaftaran. Bahkan ketika menjalani tes dan melengkapi berkas, ia datang sendirian tanpa peserta lain. Meski demikian, proses tersebut tetap ia jalani hingga akhirnya dinyatakan diterima dan resmi menjadi santri. Waktu berjalan, dan tanpa terasa ia menjalani kehidupan belajar di pesantren selama enam tahun hingga lulus SMA.
Seiring berjalannya waktu, kehidupan pesantren yang awalnya terasa berat justru menjadi pengalaman berharga. Sinta mulai menikmati berbagai aktivitas, mulai dari belajar, beribadah, hingga kebersamaan dengan teman-teman. Lingkungan yang penuh kebersamaan itu perlahan membentuk karakter dan kedewasaannya.
Menurutnya, salah satu pelajaran berharga yang ia dapatkan dari pesantren adalah kemandirian dan kemampuan beradaptasi. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Jember dan tinggal di kost di sekitar kampus. Kehidupan sebagai mahasiswa yang hidup sendiri menjadi pengalaman baru baginya.
Namun, pengalaman belajar di pesantren membuatnya lebih siap menghadapi tantangan tersebut. Ia mengaku tidak terlalu mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri. “Saya tidak terlalu mengalami homesick, tidak pilih-pilih makanan, dan cukup mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan serta orang-orang baru,” ungkapnya.
Ia juga menyadari bahwa kebiasaan hidup mandiri sudah terbentuk sejak di pesantren. Mulai dari mengatur kebutuhan sehari-hari hingga menghadapi berbagai karakter orang, semuanya menjadi bekal penting. “Sejak di pesantren saya sudah dilatih untuk hidup mandiri tanpa orang tua, sehingga saat kuliah saya bisa menjalani semuanya dengan cukup baik,” tambahnya.
Selain itu, ia juga belajar memahami perbedaan karakter. Lingkungan pesantren membuatnya terbiasa berinteraksi dengan banyak orang. Dari situ, ia belajar untuk menyesuaikan diri, memahami sifat orang lain, dan bersikap bijak dalam menyikapi perbedaan.
Hal yang paling berkesan baginya selama belajar di pesantren adalah kebersamaan dengan teman-teman. Ia mengenang momen belajar, beribadah, dan menjalani aktivitas sehari-hari bersama sebagai pengalaman yang sangat berarti. Kenangan tersebut masih terasa hingga sekarang dan menjadi motivasi dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
SMA Nuris Jember terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Melalui pembiasaan disiplin, kehidupan pesantren, serta pendampingan intensif, para siswa dibekali kemandirian dan kemampuan beradaptasi. Bekal inilah yang mengantarkan banyak alumni melanjutkan studi di perguruan tinggi dan menata masa depan dengan lebih percaya diri. [RY.Red]
Nama : Sinta Afkarina
Alamat : Bangsalsari, Jember
Lembaga : SMA NURIS JEMBER
Tahun Lulus : 2023
Kuliah : Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember
