SMA Nuris Jember Sukses Antarkan Putri Hanim Eliza Kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang

Jauh dari Rumah, Menemukan Jati Diri

Pesantren Nuris – Kisah inspiratif kembali hadir dari alumni SMA Nuris Jember yang kini menapaki dunia perkuliahan di berbagai daerah. Putri Hanim Eliza Firah, alumnus tahun 2023 asal Jelutung, Jambi, saat ini tercatat sebagai mahasiswa aktif di Universitas Muhammadiyah Malang. Ia memilih Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sebagai bidang yang ditekuni untuk mengembangkan kemampuan bahasa sekaligus memperluas peluang di masa depan.

Perjalanan Putri Hanim Eliza Firah menuju bangku kuliah tidak terlepas dari pengalaman belajar yang ia jalani selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren. Jauh dari kampung halaman sejak masa sekolah membuatnya terbiasa beradaptasi dengan lingkungan baru. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika ia kembali merantau untuk melanjutkan studi di Kota Malang.

Di bangku perkuliahan, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang ia tempuh menuntut kemampuan komunikasi, pemahaman linguistik, serta keterampilan mengajar. Berbagai mata kuliah seperti speaking, writing, hingga metodologi pengajaran bahasa memberikan tantangan sekaligus peluang baginya untuk terus berkembang. Ia mengaku bahwa pengalaman disiplin selama di pesantren membantunya mengatur waktu antara kuliah dan aktivitas lainnya.

(Baca juga : Nurus Sadidatul Ungkap Perjalanan dari SMA Nuris Jember Menuju Universitas Teknologi Indonesia)

Menurut Putri, kehidupan sebagai santri dahulu menjadi fase penting dalam membentuk karakter dirinya. “Bagi saya, pengalaman menjadi santri dulu menjadi jembatan sekaligus wadah penting dalam proses bertumbuh. Di sana, saya tidak hanya belajar tentang ilmu agama, tetapi juga dilatih untuk mandiri, beradaptasi, dan menghadapi berbagai tantangan,” ungkapnya.

Ia juga merasakan bahwa nilai-nilai yang didapatkan selama belajar di pesantren sangat membantu ketika menjalani kehidupan sebagai mahasiswa rantau. “Nilai-nilai itulah yang sangat saya rasakan manfaatnya ketika sekarang menjalani kehidupan sebagai mahasiswa rantau di Kota Malang. Dari seorang santri, saya belajar cara menjadi pribadi yang lebih kuat, terbuka, dan siap berkembang di lingkungan baru,” lanjutnya.

Ia menilai bahwa pesantren memberikan fondasi yang kuat bagi perjalanan hidupnya. “Menurut saya, pesantren bukan hanya tempat belajar, tapi juga fondasi yang membentuk saya hingga bisa berada di titik ini sekarang,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanannya. “Saya mengucapkan terima kasih kepada kyai, pengasuh, para guru, dan teman-teman yang telah membersamai saya. Doa serta bimbingan mereka sangat berarti hingga saya bisa melanjutkan pendidikan seperti sekarang,” ujarnya.

Kisah Putri Hanim Eliza Firah menjadi gambaran bahwa pengalaman belajar di lingkungan pesantren mampu membentuk pribadi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan global. Perpaduan antara pendidikan akademik dan pembinaan karakter menjadikan alumni lebih percaya diri dalam menapaki jenjang pendidikan tinggi. [RY.Red]

 

Nama            : Putri Hanim Eliza Firah

Alamat          : Jelutung, Jambi

Lembaga      : SMA NURIS JEMBER

Tahun Lulus : 2023

Kuliah            : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Malang

Related Post