Menempa Kemandirian dari Balik Dinding Pesantren
Pesantren Nuris – Belajar di lingkungan pesantren memberikan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan ilmu agama, tetapi juga pembentukan karakter. Hal ini dirasakan oleh banyak alumni SMA Nuris Jember yang pernah menempuh pendidikan sekaligus menjalani kehidupan santri di Pesantren Nuris Jember.
Salah satunya adalah Viko Febrian, alumni lulusan tahun 2023 dari kelas XII MIPA 1. Pemuda asal Barurejo, Kalibaru, Banyuwangi tersebut kini melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Jember pada Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Saat ini ia telah memasuki semester enam dan mulai merasakan manfaat dari pengalaman belajar di pesantren selama menempuh pendidikan di SMA.
Menurut Viko, kehidupan belajar di pesantren memberikan banyak pelajaran penting yang tidak selalu didapatkan ketika tinggal bersama orang tua di rumah. Ia mengaku bahwa masa-masa tersebut menjadi proses belajar tentang kemandirian.
“Menurut saya itu banyak sekali hikmah belajar di pesantren. Saya belajar hidup mandiri. Karena jauh dari orang tua, kita harus bisa mengatur diri sendiri mulai dari waktu, keuangan, sampai tanggung jawab pribadi,” ujarnya.
(Baca juga : Perjalanan Prima Lutfiatul, Alumni SMA Nuris Jember Menuju Fakultas Pertanian UNEJ)
Selain kemandirian, kehidupan belajar di pesantren juga melatih kesabaran dan kemampuan beradaptasi. Setiap santri harus hidup berdampingan dengan banyak orang yang berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang dan karakter yang berbeda.
“Di pesantren kita dilatih arti sabar, karena hidup bersama banyak orang dengan karakter yang berbeda itu sangat tidak mudah dilakukan,” tambahnya.
Viko mengungkapkan bahwa salah satu hikmah belajar di pesantren yang sering tidak diketahui oleh masyarakat luar adalah kuatnya rasa kebersamaan antar santri. Mereka terbiasa saling membantu dalam berbagai kegiatan, mulai dari belajar, ibadah, hingga aktivitas sehari-hari di asrama.
Budaya saling kerja sama tersebut secara tidak langsung membentuk rasa tanggung jawab sosial serta kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai itu, menurut Viko, sangat terasa manfaatnya ketika ia mulai menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
“Intinya, belajar di pesantren bukan hanya soal belajar ilmu agama, tapi juga belajar tentang bersosial,” tuturnya.
Pengalaman Viko menunjukkan bahwa sekolah di SMA Nuris Jember tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian santri. Lingkungan belajar yang positif menjadi pilihan bagi banyak siswa yang ingin memperoleh pendidikan sekaligus pembinaan kepribadian yang kuat untuk masa depan. [RY.Red]
Nama : Viko Febrian
Alamat : Kalibaru, Banyuwangi
Lembaga : SMA NURIS JEMBER
Tahun Lulus : 2023
Kuliah : Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Jember
