Santri Muda dengan Cita-Cita Jadi Dokter
Pesantren Nuris — Prestasi membanggakan kembali hadir dari keluarga besar MA Unggulan Nuris Jember. Salah satu siswa kelas XII MIPA, Arya Ezar Yudhistira, berhasil menunjukkan semangat luar biasa dalam menempuh perjalanan belajar kitab di lingkungan pesantren. Meski menghadapi berbagai tantangan selama proses belajar, Arya tetap berusaha istiqomah dan terus menjaga semangat menuntut ilmu.
Siswa yang akrab disapa Arya ini berasal dari Tegal Besar, Kaliwates, Jember. Dikenal sebagai pribadi aktif dan penuh semangat, Arya memiliki hobi bermain bola. Kegemarannya dalam dunia olahraga membuat dirinya tumbuh menjadi sosok yang disiplin, energik, dan terbiasa bekerja keras untuk mencapai tujuan.
Di balik aktivitasnya sebagai pelajar dan santri, Arya memiliki cita-cita mulia ingin menjadi seorang dokter. Keinginan tersebut menunjukkan semangat besar dalam dirinya untuk membantu banyak orang dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui profesi yang dicita-citakan.
Selama belajar di MA Unggulan Nuris Jember dan lingkungan pesantren, Arya berhasil menyelesaikan pembelajaran beberapa kitab penting, yaitu 101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah.
(Baca juga : Sukses Raih Medali Emas Olimpiade Nahwu Sharraf Santri Pedia 2026, Santri MA Unggulan Nuris ini Membanggakan)
Ketiga kitab tersebut menjadi dasar penting dalam membentuk karakter dan pemahaman ilmu agama seorang santri. Kitab 101 Hadis memberikan banyak pelajaran tentang akhlak dan tuntunan hidup, Ta’limul Muta’allim mengajarkan adab dalam mencari ilmu, sedangkan Safinatun Najah menjadi dasar pemahaman fikih dan praktik ibadah sehari-hari.
Dalam proses belajar dan mengkhatamkan kitab, Arya mengaku tantangan terbesar yang sering dihadapi adalah rasa malas dan mengantuk. Tantangan tersebut menjadi hal yang cukup umum dirasakan para pelajar ketika harus menjalani rutinitas belajar yang padat.
Namun, Arya memahami bahwa rasa malas dan mengantuk tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti belajar. Ia terus berusaha melawan rasa tersebut agar tetap fokus menjalani proses pendidikan dengan baik.
Motivasi terbesar Arya dalam mengkhatamkan kitab adalah keinginannya agar mampu membaca kitab kuning dan memahami isi yang terkandung di dalamnya. Bagi Arya, kemampuan memahami kitab menjadi bekal penting untuk menambah wawasan ilmu agama dan memperdalam pemahaman keislaman.
Keinginan tersebut menunjukkan bahwa Arya memiliki semangat belajar yang baik dan tidak sekadar belajar untuk formalitas. Ia ingin benar-benar memahami ilmu yang dipelajari agar dapat menjadi bekal kehidupan di masa depan.
Perjalanan Arya dalam belajar kitab juga menjadi bukti bahwa kesungguhan dan niat baik mampu membantu seseorang melewati berbagai tantangan. Meski sederhana, proses tersebut memberikan pengalaman berharga yang akan selalu dikenang.
Harapan terbesar Arya adalah semoga dengan belajar kitab-kitab tersebut dirinya mendapatkan ilmu yang barokah dan bermanfaat. Harapan tersebut menunjukkan bahwa dirinya memahami pentingnya ilmu yang tidak hanya dipelajari, tetapi juga membawa keberkahan dalam kehidupan.
Arya Ezar Yudhistira menjadi inspirasi bahwa setiap pelajar pasti memiliki tantangan dalam belajar, baik rasa malas, lelah, maupun mengantuk. Namun, dengan niat kuat dan semangat untuk terus berkembang, semua tantangan tersebut dapat dihadapi dengan baik. [LA.Red]
Nama : Arya Ezar Yudhistira
Alamat : Tegal Besar, Kaliwates, Jember
Hobi : Bermain bola
Cita2 : Dokter
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII MIPA
Prestasi : Khatam 3 kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
