MA Unggulan Nuris: Indana Zulfa Mengulang Ayat, Menumbuhkan Cinta pada Al-Qur’an

Ingin mengabdikan ilmunya melalui pendidikan dan Al-Qur’an

Pesantren Nuris — Indana Zulfa merupakan salah satu siswi kelas XII D di MA Unggulan Nuris Jember yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an. Dengan semangat belajar yang kuat dan keinginan mendalami isi Al-Qur’an, Indana berhasil menorehkan perjalanan yang menginspirasi selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren dan madrasah.

Putri dari pasangan Bapak Moh Hanin dan Ibu Suliyati ini berhasil mencapai momen khatam hafalan pada tanggal 21 Maret 2025. Pencapaian tersebut menjadi salah satu momen yang sangat berharga dalam hidupnya. Di balik keberhasilan itu terdapat proses panjang yang dipenuhi dengan ketekunan, kesabaran, dan usaha yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Sebelum melanjutkan pendidikan di MA Unggulan Nuris Jember, Indana menempuh pendidikan di SMP Al Mubarok. Pengalaman pendidikan yang diperolehnya menjadi bekal awal untuk terus mengembangkan kemampuan akademik maupun keagamaan hingga akhirnya memilih serius mendalami Al-Qur’an.

Motivasi terbesar Indana dalam menghafal Al-Qur’an bukan semata-mata untuk mencapai target hafalan, melainkan agar dapat lebih mendalami isi dan makna yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Baginya, Al-Qur’an bukan hanya untuk dihafal, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keinginan tersebut membuat Indana menjalani proses hafalan dengan penuh kesungguhan. Ia percaya bahwa setiap ayat yang dipelajari akan memberikan pelajaran berharga dan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.

(Baca juga : Santri, Al-Qur’an, dan Mimpi yang Terus Tumbuh: Intan, Siswi MA Unggulan Nuris, Merawat Hafalan Al-Qur’an hingga Meraih Prestasi)

Dalam proses menghafal, Indana menggunakan metode yang sederhana tetapi efektif, yaitu membaca ayat secara berulang-ulang hingga benar-benar melekat dalam ingatan. Menurutnya, pengulangan merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga kualitas hafalan dan memudahkan proses murojaah.

Metode tersebut memang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Tidak jarang ia harus mengulang satu bagian ayat berkali-kali sebelum benar-benar lancar. Namun, melalui proses itulah hafalan menjadi lebih kuat dan tidak mudah hilang.

Selain aktif dalam program tahfidz, Indana juga menunjukkan minat dalam berbagai kegiatan akademik. Ia pernah mengikuti Olimpiade Bahasa Indonesia tingkat internal lembaga. Keikutsertaannya dalam ajang tersebut menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya fokus dalam bidang tahfidz, tetapi juga berusaha mengembangkan kemampuan akademik yang dimiliki.

Tidak hanya itu, Indana juga pernah mengikuti lomba MHQ 5 Juz tingkat internal lembaga. Pengalaman mengikuti perlombaan tersebut menjadi salah satu sarana untuk melatih mental, meningkatkan kualitas hafalan, dan memperluas pengalaman selama menjadi santri.

Berbagai pengalaman yang dijalani selama mengikuti program tahfidz dan kegiatan perlombaan memberikan banyak pelajaran berharga bagi dirinya. Ia belajar bahwa setiap pencapaian membutuhkan proses yang tidak instan, serta harus diiringi dengan kesabaran dan kerja keras.

Di tengah kesibukan belajar dan menjaga hafalan, Indana tetap berusaha menjaga semangat dan konsistensi. Ia menyadari bahwa tantangan terbesar seorang penghafal Al-Qur’an bukan hanya saat menghafal, tetapi juga ketika harus menjaga hafalan agar tetap kuat sepanjang waktu.

Ke depan, Indana memiliki cita-cita yang mulia. Ia ingin melanjutkan pendidikan pada program studi PG PAUD dan bercita-cita menjadi seorang guru yang bermanfaat bagi banyak orang. Selain menjadi guru formal, ia juga ingin menjadi guru ngaji dan guru TK yang mampu menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak sejak usia dini.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan terbaik untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Dengan menjadi guru, ia berharap dapat berbagi ilmu, membimbing generasi muda, dan membantu membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berakhlak mulia.

Indana Zulfa menjadi bukti bahwa menghafal Al-Qur’an tidak hanya membentuk kemampuan mengingat ayat-ayat suci, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan semangat untuk terus belajar. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga yang akan membantunya menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Semoga perjalanan Indana Zulfa dalam menjaga hafalan Al-Qur’an terus diberikan kemudahan dan keberkahan. Dengan semangat belajar yang dimilikinya, ia diharapkan mampu menjadi guru yang bermanfaat, menginspirasi banyak orang, serta membawa nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap langkah kehidupannya. [LA.Red]

 

Nama              : Indana Zulfa

Cita2               : Guru

Lembaga        : MA Unggulan Nuris Jember

Kelas Formal : XII D

Prestasi          : Khatam 30 Juz

Related Post