Ustadzah Fitri Tak Lupa Beri Pesan Manis Agar Maya Makin Fokus dan Disiplin
Pesantren Nuris – Ruang kelas 6B MI Unggulan Nuris Jember sepertinya benar-benar sedang panen bintang! Setelah deretan teman-temannya berhasil menembus tahap membaca kitab suci, kini satu lagi siswi kebanggaan ikut mengukir sejarah manis. Keberhasilan program TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) di madrasah kita rasanya tak pernah kehabisan cerita yang menginspirasi.
Rangkaian kelulusan ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam membekali anak-anak dengan fondasi ilmu agama sebelum mereka melangkah ke jenjang SMP. Lulus dari MI dengan kemampuan tartil membaca Al-Qur’an adalah kado terindah yang bisa dibawa pulang oleh para siswa untuk ayah bunda di rumah.
Bintang baru yang kali ini sukses menambah deretan panjang kebanggaan tersebut bernama Ghaida Himaya Ramadani. Di madrasah, siswi berwajah teduh dan kalem ini lebih akrab dipanggil dengan sapaan sayang, Maya.
Tepat pada tanggal 2 April 2026 yang lalu, Maya resmi dinyatakan telah menyelesaikan seluruh rangkaian ujian evaluasi metode Tilawati. Pada hari yang penuh haru dan berkah tersebut, ia berhak melangkah ke tahapan tertinggi dalam pembelajaran TPA di madrasah, yakni Capaian Al-Qur’an.
(Baca juga : Gadis Kutu Buku dari MI Unggulan Nuris Jember Ini Sukses Tembus Capaian Al-Qur’an!)
Di mata Ustadzah Fitri selaku wali kelas 6B yang setiap hari mendampinginya, Maya merupakan sosok siswi yang memiliki karakter dasar sangat baik. Ia dikenal sebagai anak yang sangat penurut atau manut terhadap setiap arahan dan nasihat yang diberikan oleh guru-gurunya di madrasah.
Sikap patuh dan lembutnya inilah yang menjadi modal besar bagi Maya dalam menyerap ilmu agama dengan sabar. Namun, di balik kepatuhannya yang menyejukkan hati, ada sebuah kebiasaan unik yang sering diperhatikan oleh sang wali kelas. Saat jam pelajaran berlangsung, Maya kadang terlihat asyik berbicara sendiri dengan suara pelan, seolah sedang berdiskusi dengan imajinasinya.
Kebiasaan bergumam atau berbicara sendiri ini sebenarnya menunjukkan sisi aktif pikirannya. Selain itu, Ustadzah Fitri juga mengamati bahwa Maya terkadang masih membutuhkan dorongan semangat ekstra agar lebih sigap dan disiplin saat harus menyelesaikan tugas-tugas di kelas.
Menyadari hal tersebut, Ustadzah Fitri pun merangkai sebuah pesan penuh kasih sayang yang tak hanya ditujukan untuk Maya, tapi juga bisa menjadi motivasi bagi siswa lainnya. Beliau ingin merangkul keunikan Maya dan mengubahnya menjadi sebuah kekuatan baru.
“Alhamdulillah, Ustadzah sangat bangga melihat Mbak Maya sekarang sudah sampai di tahap memegang Al-Qur’an. Sikap patuhmu selama ini sungguh menyejukkan hati Ustadzah. Pesan Ustadzah, karena Mbak Maya ini suka asyik bersuara sendiri saat belajar, yuk mulai sekarang kita ubah kebiasaan unik itu menjadi lantunan ayat suci atau hafalan pelajaran yang bermanfaat. Jadikan suaramu sebagai kekuatan untuk membantumu lebih fokus. Dan untuk urusan tugas madrasah, Ustadzah yakin Mbak Maya pasti bisa lebih semangat dan disiplin lagi dalam menyelesaikannya. Anak penurut pasti bisa jadi anak yang rajin! Semangat untuk Mbak Maya! Semoga sukses untuk kedepannya, ya!” pesan sang guru dengan nada yang sangat memotivasi.
Selamat atas Capaian Al-Qur’annya, Ghaida Himaya Ramadani! Teruslah menjadi anak yang penurut, asah terus fokus belajarmu, dan jadikan lantunan kitab suci sebagai teman setiamu sehari-hari. MI Unggulan Nuris Jember selalu mendoakan kesuksesanmu di jenjang pendidikan selanjutnya. Barakallah fiik, Nak. [FE.Red]
Nama : Ghaida Himaya
Kelas : 6-B
Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember
Nama Ayah : Badrus Sholeh
Nama Ibu : Dini Ristiyani
Capaian : Al-Qur’an
Tanggal Capaian : 02 April 2026
