Gigih Melawan Rasa Malas, Iftikar Ibnu Azam Sukses Khatamkan 8 Kitab pada Wisuda Ke-X Pesantren Nuris

Memegang Teguh Janji Kepada Dirinya Sendiri Untuk Tidak Mudah Menyerah Dan Terus Berusaha Dalam Kondisi Apa Pun

Pesantren Nuris – Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember kembali melahirkan generasi muda yang gemilang dalam bidang keagamaan. Pada gelaran Wisuda Kitab dan Tahfidz Ke-X yang berlangsung khidmat baru-baru ini, salah satu santri berprestasi berhasil mencuri perhatian atas kegigihan dan dedikasinya dalam menuntut ilmu. Santri tersebut adalah Iftikar Ibnu Azam, seorang remaja berbakat yang membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk menguasai literasi klasik Islam.

Remaja yang akrab disapa Iftikar ini merupakan siswa kelas 9A dari lembaga MTs Unggulan Nuris. Berasal dari Dukuh Mencek, Jember, Iftikar dikenal sebagai sosok yang tenang namun memiliki semangat belajar yang luar biasa. Keberhasilannya mengikuti prosesi wisuda akbar ini menjadi bukti nyata dari hasil kerja kerasnya selama menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.

Dalam momentum kelulusan yang sakral tersebut, Iftikar menorehkan pencapaian yang membanggakan dengan berhasil mengkhatamkan total 8 kitab keagamaan. Kitab-kitab yang telah diselesaikannya mencakup berbagai cabang disiplin ilmu, mulai dari ilmu tajwid, akhlak, fikih, hingga tauhid. Capaian ini tentu menjadi standar prestasi yang luar biasa bagi seorang santri tingkat menengah pertama.

(Baca juga : Genggam Sederet Prestasi Pidato dan Khazanah Kitab, santri MTs Unggulan Nuris Bilqis Ziadatun Nikmah Siapkan Mental Wirausaha)

Secara rinci, kedelapan kitab yang berhasil dikhatamkan oleh Iftikar meliputi Hidayatus Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, 101 Hadist, dan Ta’limul Muta’allim. Tidak berhenti di situ, ia juga menyelesaikan kitab Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, serta kitab fikih dasar Safinatun Najah. Penguasaan terhadap berbagai kitab ini menunjukkan kedalaman minatnya dalam menyelami khazanah keilmuan Islam.

Di balik kesuksesan tersebut, perjalanan Iftikar tentu tidak luput dari tantangan. Remaja yang memiliki hobi membaca buku ini mengaku bahwa salah satu kendala terbesar yang sering dihadapinya selama proses menghafal dan memahami kitab adalah kesulitan untuk menjaga fokus. Gangguan konsentrasi dan rasa jenuh kerap kali menjadi ujian berat di tengah padatnya aktivitas pesantren.

Namun, rintangan tersebut berhasil ia lalui berkat motivasi internal yang sangat kuat. Iftikar mengungkapkan bahwa ia memegang teguh janji kepada dirinya sendiri untuk tidak mudah menyerah dan terus berusaha dalam kondisi apa pun. Komitmen personal inilah yang membakarnya untuk bangkit setiap kali rasa malas atau hilangnya fokus mulai melanda.

Dengan modal ketekunan tersebut, cita-cita Iftikar untuk menjadi orang sukses di masa depan kini terasa selangkah lebih dekat. Melalui keberhasilan ini, ia juga membagikan pesan dan kesan yang mendalam bagi seluruh rekan-rekannya sesama santri. Iftikar berpesan agar semuanya tetap menjaga semangat belajar dan sebisa mungkin membentengi diri agar jangan sampai terjerumus ke dalam rasa malas.

Mengakhiri momentum bahagia tersebut, Iftikar tidak lupa menyampaikan rasa syukur serta harapan terbaiknya untuk tempatnya menimba ilmu. Ia berharap agar Pesantren Nurul Islam Jember, khususnya MTs Unggulan Nuris, dapat terus bertambah maju dan konsisten dalam mencetak generasi-generasi Qurani yang unggul di masa-masa yang akan datang. [MIA.Red]

 

Nama Lengkap : Iftikar Ibnu Azam

Alamat Asal      : Dukuh Mencek, Jember

Hobi                    : Membaca Buku

Cita-Cita             : Menjadi orang sukses

Kelas/Sekolah  : 9A/MTs Unggulan Nuris Jember 

Prestasi              : Khatam 8 Kitab (Hidayaus Shibyan, Tarbiyatus Shinyan, 101 hadist, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, Safinatun Najah)

Related Post