Rizki Dinda Buktikan Konsistensi Berbuah Khatam 14 Kitab
Pesantren Nuris — Prestasi membanggakan kembali hadir dari lingkungan MA Unggulan Nuris Jember. Kali ini datang dari santri bernama Rizki Dinda Mas’adah, siswi kelas XII A MA Unggulan Nuris Jember yang berhasil mengkhatamkan 14 kitab selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember. Tidak hanya berhasil menyelesaikan target pembelajaran kitab, Dinda juga menunjukkan kualitasnya dengan meraih Juara I Lomba Nazam Alfiyah 500 Bait tingkat sekolah, sebuah prestasi yang semakin mengukuhkan kemampuannya dalam bidang keilmuan Islam, khususnya ilmu nahwu.
Siswi yang akrab disapa Dinda ini berasal dari Kabupaten Jembrana, Bali. Merantau jauh dari kampung halaman demi menuntut ilmu bukanlah perkara mudah. Namun, jarak yang memisahkan dengan keluarga justru menjadi penyemangat baginya untuk memanfaatkan setiap kesempatan belajar sebaik mungkin. Dengan tekad yang kuat, Dinda menjalani kehidupan sebagai santri sekaligus pelajar di MA Unggulan Nuris Jember dengan penuh kesungguhan.
Di balik kesibukannya sebagai santri, Dinda memiliki cita-cita mulia menjadi seorang ahli gizi. Baginya, kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Ia berharap suatu hari nanti dapat mengabdikan ilmunya untuk membantu masyarakat hidup lebih sehat melalui ilmu gizi yang akan dipelajarinya di jenjang pendidikan berikutnya.
Selama menempuh pendidikan di MA Unggulan Nuris Jember, Dinda berhasil menyelesaikan pembelajaran 14 kitab yang menjadi bagian dari kurikulum diniyah pesantren. Kitab-kitab tersebut meliputi Hidayatus Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Taqrib, Fathul Qorib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah 1002 Bait, Amtsilah Tasrifiyah, Kailani, dan Maksud.
(Baca juga : Tak Hanya Jago Akademik, Siswi MA Unggulan Nuris Jember Ini Tuntaskan 14 Kitab Sekaligus Koleksi Prestasi)
Keempat belas kitab tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun pemahaman keislaman seorang santri. Mulai dari akidah, fikih, adab, hingga ilmu tata bahasa Arab dipelajari secara bertahap melalui proses pembelajaran yang panjang. Menuntaskan seluruh kitab tentu membutuhkan komitmen tinggi, kedisiplinan, dan kesabaran yang tidak sedikit.
Menurut Dinda, tantangan terbesar selama mengkhatamkan kitab bukan terletak pada banyaknya materi yang harus dipelajari, melainkan menjaga konsistensi dalam mengulang hafalan atau murojaah. Ia mengakui bahwa rasa malas terkadang datang menghampiri, terutama ketika jadwal kegiatan di pondok dan sekolah sangat padat.
“Kesulitan yang sering dihadapi adalah kadang malas saat murojaah dan mengingat hafalan,” ujarnya.
Meski demikian, Dinda tidak membiarkan rasa malas menguasai dirinya. Ia terus mengingat bahwa hafalan yang tidak diulang akan mudah hilang. Oleh karena itu, ia selalu berusaha menyempatkan waktu untuk membaca kembali materi yang telah dipelajari agar hafalan tetap kuat dan mudah diingat.
Bagi Dinda, istiqamah merupakan kunci utama dalam menghafal kitab. Ia percaya bahwa keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan menghafal, tetapi juga oleh kesungguhan dalam menjaga hafalan tersebut setiap hari.
Motivasi sederhana itulah yang terus ia pegang selama belajar di pesantren.
“Jangan lupa untuk selalu murojaah agar hafalan tetap melekat dan tidak mudah lupa,” pesannya.
Ketekunan Dinda dalam mempelajari kitab kuning akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Ia berhasil meraih Juara I Lomba Nazam Alfiyah 500 Bait tingkat sekolah. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa usaha yang dilakukan setiap hari tidak pernah mengkhianati hasil.
Nazam Alfiyah dikenal sebagai salah satu materi yang cukup menantang karena berisi ribuan bait kaidah ilmu nahwu yang harus dipahami sekaligus dihafalkan. Tidak semua santri mampu menguasainya dengan baik. Oleh karena itu, keberhasilan Dinda menjadi juara merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.
Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa pendidikan diniyah di MA Unggulan Nuris Jember mampu melahirkan santri yang memiliki kemampuan akademik keagamaan yang kuat. Pembelajaran kitab tidak hanya menghasilkan hafalan, tetapi juga membentuk pola pikir yang sistematis, ketelitian dalam memahami ilmu, serta kedisiplinan dalam belajar.
Selama menjadi bagian dari keluarga besar MA Unggulan Nuris Jember, Dinda merasakan banyak perubahan positif dalam dirinya. Kehidupan di pesantren mengajarkannya tentang pentingnya menghargai waktu, menghormati guru, membangun kedisiplinan, serta membiasakan diri untuk terus belajar meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga untuk menjalani kehidupan di masa depan. Baginya, ilmu yang diperoleh selama mondok tidak hanya berguna ketika berada di lingkungan pesantren, tetapi juga akan menjadi pedoman dalam menghadapi kehidupan bermasyarakat.
Dinda berharap seluruh proses panjang yang telah dijalaninya mampu menjadi awal yang baik untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ia ingin terus belajar, berkembang, dan menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
“Semoga ke depannya menjadi lebih baik dari sebelumnya,” harapnya.
Keberhasilan Rizki Dinda Mas’adah mengkhatamkan 14 kitab sekaligus meraih Juara I Lomba Nazam Alfiyah 500 Bait menjadi bukti bahwa kesungguhan, kesabaran, dan konsistensi akan selalu menghasilkan pencapaian yang membanggakan. Di tengah berbagai aktivitas sebagai santri dan pelajar, ia mampu menunjukkan bahwa tidak ada hasil besar tanpa proses yang panjang.
Dinda juga menjadi inspirasi bagi para siswa lainnya bahwa keberhasilan bukan hanya tentang menjadi yang paling pintar, melainkan tentang siapa yang mampu bertahan, terus belajar, dan tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan. Setiap hafalan yang diulang, setiap halaman kitab yang dipelajari, dan setiap rasa lelah yang dilalui akan menjadi bekal berharga untuk meraih masa depan.
MA Unggulan Nuris Jember terus membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan umum, tetapi juga memiliki dasar keilmuan agama yang kuat. Melalui pendidikan yang memadukan pembelajaran formal dan kepesantrenan, lahirlah santri-santri inspiratif seperti Rizki Dinda Mas’adah yang mampu mengharumkan nama lembaga melalui dedikasi dan prestasinya.
Semoga perjalanan Dinda menjadi motivasi bagi seluruh santri MA Unggulan Nuris Jember untuk terus istiqamah dalam belajar, menjaga hafalan, mencintai ilmu, dan tidak pernah berhenti mengejar impian. Sebab setiap langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten akan mengantarkan seseorang menuju keberhasilan yang besar dan penuh keberkahan. [LA.Red]
Nama : Rizki Dinda Mas’adah
Cita2 : Ahli Gizi
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII A
Prestasi : Khatam 14 kitab (Hidayatus Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Taqrib, Fathul Qorib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah 1002 Bait, Amtsilah Tasrifiyah, Kailani, dan Maksud)
