Rekonstruksi Dongeng Roro Jonggrang ala Santri MA Unggulan Nuris bikin Juara 2 Story Telling FPIP Edufair 2026

Kreativitas dan Bobot Nilai jadi Kunci Keberhasilan Vidic kembali Berjaya di Kompetisi Story Telling Nasional

Pesantren Nuris – Muhammad Vidic Alghanis tak henti-hentinya melakukan gebrakan yang berbuah prestasi di kancah nasional. Melalui rekonstruksi dongeng Nyi Roro Jonggarang dengan sentuhan inovasi dan daya kritis feminisme bikin nilai plus dongeng ini semakin “menggigit” apalagi ditambah dengan performance atraktif khas Vidic bikin otomatis jadi pemenang ajang FPIP Edufair 2026 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada  31 Mei 2026 lalu.

Meski perlombaan ini berlangsung secara daring, Vidic tak ingin penampilannya hanya biasa-biasa saja. Penulisan dongeng betul-betul dimodifikasi sekreatif mungkin dan mampu memberikan paradigma baru tentang perjuangan Nyi Roro Jonggarang melawan kesewenangan budaya patriarki. Selama hampir sepekan mempersiapkan video dongeng, akhirnya tuntas dan siap dikirimkan ke panitia FPIP Edufair 2026.

“Selama ini kan dongeng nusantara Pangeran Bandung Bondowoso terlalu mendominasi dengan kesaktiannya membangun candi nyaris seribu candi. Bagi saya itu hal klasik yang tak lagi menarik, makanya saya berusaha membawakannya dengan sentuhan inovasi agar semakin relevan dengan kondisi kekinian.” Tukas Vidic.

Berbekal pengalaman dengan berbagai kompetisi yang pernah diikutinya, santri asal Kalisat, Jember yang duduk di kelas XI E MA Unggulan Nuris mampu menunjukkan penampilan yang mengesankan. Meski dengan naskah yang telah dimodifikasi, tak mengurangi kemampuannya dalam menyampaikan pesan sosial yang emosional dalam story telling-nya.

(baca juga: Sekali Tanding Langsung Panen Juara! MA Unggulan Nuris Jember Tampil Gahar Kuasai PORSENI UIJ 2026)

“Alhamdulillah saya sangat senang dan bangga bisa memenangi lomba ini. Terlebih saya juga berhasil memberikan hal yang baru dalam dongeng Nyi Roro Jonggrang tersebut. Di ekskul public speaking di MA Unggulan Nuris sangat membantu saya dalam hal kreativitas, mental juara, hingga manajemen keorganisasian. Semoga saya dapat terus belajar menjadi seorang stortell sejati.” Tambahnya.

Jeda sebelum menghadapi tahun pelajaran 2026/2027 bulan Juli 2027 mendatang, Vidic tengah mempersiapkan berbagai kompetisi. Semangat berprestasinya memang tak pernah padam sebab baginya dunia kreatif telah menjadi bagian hidupnya. Tiada hari tanpa prestasi menjadi slogan yang tepat untuknya.

Lihat saja, rekor prestasi sebelumnya telah membludak selama tahun pelajaran 2025/2026 yang memasuki semester genap ini. Ia telah meraih juara 2 story telling ajang Beldufest 2026 di UNIPDA Jombang; Juara 1 Story Telling Nasional di UIN Maliki Malang; Peringkat 2 di kelas semester genap tahun 2025; Juara 1 Story Telling Nasional Esa FEST 2025; Juara 1 Story Telling Nasional Semarak Fikes UM Jember; juara 2 story telling ajang Final Cambridge Class nasional di UIN KH. Achmad Siddiq Jember, dan  juara 1 story telling ajang U’Fest 2026 di UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.[AF.Red]

Related Post