Taklukkan Soal-Soal Olimpiade Bahasa Indonesia Tingkat Nasional, Istabian Persembahkan Medali Perak untuk SMK Nuris Jember

Istabian Seimbangkan Ilmu Dunia dan Akhirat

Pesantren Nuris – Prestasi akademik kembali dipersembahkan oleh siswa SMK Nuris Jember di kancah nasional. M. Istabian Radit Maulana, siswa kelas X TKJ A asal Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Jember, sukses meraih medali perak pada bidang Bahasa Indonesia dalam ajang OSPENAS (Olimpiade Sains Pelajar Nasional) yang diselenggarakan oleh PUSKANAS pada April 2026. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian membanggakan bagi SMK Nuris Jember sekaligus membuktikan bahwa siswa vokasi mampu bersaing dengan pelajar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi Bian sapaan akrabnya mengikuti olimpiade bukan sekadar mencoba peruntungan. Sejak awal, ia telah mempersiapkan diri dengan memperbanyak latihan soal, membaca berbagai jenis teks, serta memperdalam materi kebahasaan dan sastra Indonesia. Ia juga melatih kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis bacaan, sebab menurutnya, olimpiade Bahasa Indonesia tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga kemampuan memahami, menafsirkan, dan menyimpulkan informasi secara tepat.

Usaha tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Di tengah ketatnya persaingan peserta dari berbagai provinsi, Bian mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga dinobatkan sebagai peraih medali perak tingkat nasional. Prestasi itu menjadi bukti bahwa ketekunan belajar mampu membuka jalan menuju pencapaian yang lebih tinggi.

(Baca juga : Aktif di OSIS SMK Nuris Jember dan Berprestasi, Rama Gavrilla Raih Medali Perak Olimpiade Informatika Tingkat Nasional)

Meski berasal dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Bian tidak membatasi dirinya hanya pada bidang teknologi. Ia justru memandang kemampuan berbahasa sebagai bekal penting yang harus dimiliki setiap pelajar. Menurutnya, seseorang yang mampu membaca dengan baik akan lebih mudah memahami ilmu apa pun yang dipelajarinya.

Selain dikenal sebagai siswa yang cakap di bidang akademik, Bian juga aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Ia tercatat sebagai anggota OSIS SMK Nuris Jember sekaligus aktif di ekstrakurikuler Paskibra. Keterlibatannya dalam organisasi membuatnya belajar mengenai tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepemimpinan.

Tak hanya itu, kehidupan Bian sebagai santri di Pondok Pesantren Nuris Jember turut membentuk karakter yang kuat. Ia dikenal memiliki bacaan Al-Qur’an yang fasih dan merdu serta tekun mengikuti pembelajaran kitab kuning. Baginya, ilmu agama menjadi fondasi penting yang menjaga semangatnya untuk terus belajar dan rendah hati ketika memperoleh prestasi.

Saat diwawancarai usai menerima penghargaan, Bian mengaku tidak menyangka dapat membawa pulang medali perak. Namun, ia percaya bahwa setiap proses belajar yang dijalani dengan sungguh-sungguh pasti akan memberikan hasil terbaik.

“Saya mengikuti olimpiade bukan hanya untuk mengejar medali, tetapi untuk mengukur kemampuan diri. Ketika hasilnya ternyata membuahkan medali perak, saya sangat bersyukur. Saya ingin terus belajar, karena masih banyak ilmu yang harus saya kuasai,” ungkap Bian.

Wali Kelas X TKJ A, Anwar Sanusi, menilai keberhasilan Bian merupakan buah dari karakter yang selama ini ia bangun.

“Bian memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ia tidak mudah puas dengan materi yang diperoleh di kelas dan senang mencari referensi tambahan secara mandiri. Prestasi di tingkat nasional ini bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kebiasaan belajar yang konsisten. Yang membuat kami semakin bangga, ia tetap rendah hati serta aktif dalam kegiatan sekolah maupun pesantren,” tuturnya.

Keberhasilan M. Istabian Radit Maulana menjadi bukti bahwa siswa SMK mampu berprestasi tidak hanya dalam bidang kejuruan, tetapi juga di ranah akademik nasional. Medali perak OSPENAS yang diraihnya menjadi simbol bahwa semangat belajar, budaya literasi, dan karakter yang kuat merupakan kombinasi terbaik untuk melahirkan generasi berprestasi. Sosok Bian pun menjadi inspirasi bagi siswa lain agar tidak ragu mengembangkan potensi di luar bidang keahlian yang dipelajari di sekolah. (MFAF.Red)

 

Nama       : Moh. Istabian Radit Maulana

Alamat     : Suren, Ledokombo, Jember

Hobi         : mengaji

Cita-cita  : guru atau dosen

Lembaga : SMK Nuris Jember

Prestasi   : Peraih Medali Perak pada Bidang Bahasa Indonesia dalam Ajang OSPENAS Tingkat Nasional yang Diselenggarakan oleh Sentral Olimpiade (April 2026)

Related Post