Istikamah Mengaji, Konsisten Belajar, Rendy Raih Prestasi Membanggakan
Pesantren Nuris – Menjalani kehidupan sebagai santri sekaligus siswa sekolah kejuruan bukanlah perkara mudah. Waktu yang terbagi antara pelajaran umum, praktik kejuruan, dan kegiatan pesantren menuntut kedisiplinan tinggi. Namun, tantangan itulah yang berhasil dilalui oleh Moh. Rendy Kurniawan, siswa kelas XII TKJ SMK Nuris Jember asal Tegal Gede, Sumbersari, Jember, hingga sukses mengkhatamkan tiga kitab kuning selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Nuris Jember.
Bagi Rendy, menyelesaikan pembelajaran kitab kuning menjadi pencapaian yang memiliki makna tersendiri. Ia menyadari bahwa memahami kitab-kitab tidak cukup hanya dengan hadir di majelis. Dibutuhkan kesabaran mendengarkan penjelasan guru, ketelatenan mencatat makna, dan kemauan untuk terus mengulang pelajaran agar isi kitab benar-benar dipahami.
Setiap hari, aktivitas Rendy dimulai sejak pagi hingga malam. Setelah mengikuti pembelajaran di sekolah sebagai siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), ia kembali menjalani rutinitas pesantren dengan mengikuti pengajian kitab bersama para ustaz. Jadwal yang padat itu tidak membuatnya mengeluh. Sebaliknya, ia menganggap setiap proses sebagai bagian dari perjalanan mencari ilmu.
Di ruang kelas, Rendy dikenal sebagai siswa yang rajin dan bertanggung jawab. Ia tidak banyak menarik perhatian, tetapi selalu hadir dengan kesiapan belajar. Ketika guru menjelaskan materi, ia menyimak dengan sungguh-sungguh dan berusaha menyelesaikan setiap tugas tepat waktu. Kebiasaan tersebut membuatnya mendapat penilaian positif dari para guru.
Menurut Rendy, kebiasaan belajar yang dibentuk di pesantren turut membantunya menghadapi pembelajaran di sekolah. Ia terbiasa mengatur waktu, membagi prioritas, serta tetap fokus meskipun aktivitas yang dijalani cukup padat. Nilai-nilai itulah yang perlahan membentuk karakter disiplin dalam dirinya.
Keberhasilan mengkhatamkan tiga kitab kuning menjadi momen yang tidak akan mudah dilupakan. Di balik pencapaian tersebut tersimpan banyak perjuangan, mulai dari memahami kosakata Arab, mengikuti pengajian secara rutin, hingga menjaga semangat belajar di tengah kesibukan sebagai siswa SMK.
“Saya merasa sangat bersyukur bisa menyelesaikan tiga kitab kuning selama belajar di Pesantren Nuris. Prosesnya memang tidak mudah, tetapi justru dari situ saya belajar tentang kesabaran dan istiqamah. Saya berharap ilmu yang saya dapatkan tidak hanya saya pahami, tetapi juga bisa saya amalkan dan menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan,” tuturnya.
Bagi Rendy, pendidikan di SMK Nuris Jember bukan hanya tentang mempersiapkan keterampilan di bidang teknologi komputer dan jaringan. Lebih dari itu, ia memperoleh kesempatan untuk memperkuat fondasi keagamaan melalui pembelajaran kitab kuning yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi dan pendidikan pesantren dapat berjalan beriringan. Di satu sisi, siswa dibekali kemampuan sesuai kebutuhan dunia kerja. Di sisi lain, mereka ditempa menjadi pribadi yang memiliki bekal keilmuan agama, kedisiplinan, dan akhlak yang baik.
Kisah Moh. Rendy Kurniawan menjadi inspirasi bahwa prestasi tidak selalu berbentuk medali atau trofi. Menuntaskan tiga kitab kuning merupakan pencapaian yang lahir dari ketekunan, kesabaran, dan konsistensi. Nilai-nilai itulah yang akan terus melekat dalam dirinya sebagai bekal menghadapi masa depan, sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMK Nuris Jember dan Pondok Pesantren Nuris Jember. (MFAF.Red)
Nama : Moh. Rendy Kurniawan
Kelas : XII TKJ
Alamat : Tegal Gede, Sumbersari, Jember
Hobi : belajar komputer
Cita-cita : pengusaha
Lembaga : SMK Nuris Jember
Prestasi : Khatam 3 Kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
