Selalu Tepat Waktu Mengerjakan Tugas, Begini Kata Ustadzah Anisa Tentang Akmal
Pesantren Nuris – Rangkaian kabar menyejukkan dari bilik-bilik musala madrasah seolah tak pernah ada habisnya. Menyambung rentetan cerita manis dari anak-anak hebat sebelumnya, MI Unggulan Nuris Jember kembali disinggahi hembusan angin kebanggaan. Madrasah ini seakan menjadi saksi bisu bahwa setiap anak selalu memiliki cara dan kelebihannya masing-masing untuk bersinar, baik di dalam ruang kelas maupun di hadapan kitab sucinya.
Mari kita arahkan pandangan sejenak pada sebuah potret menawan yang terbingkai rapi dalam gambar di atas. Di balik bingkai tersebut, berdiri seorang anak laki-laki dengan balutan kemeja putih dan rompi merah kebanggaan madrasah. Peci hitamnya terpasang rapi, senyumnya menyiratkan ketulusan, sementara kedua tangannya mendekap erat sebuah kitab suci Al-Qur’an. Anak laki-laki dengan pembawaan yang amat tenang ini bernama lengkap Akmal Riffat Syahputra, yang oleh kawan-kawan dan para gurunya amat nyaman disapa Akmal.
Jika kita memutar waktu sejenak dan membicarakan sosok Akmal di lingkungan sekolah, semua guru pasti akan langsung tersenyum mengingat kebaikan hatinya. Anak laki-laki ini dikenal sebagai pribadi yang amat baik dan bersahaja. Ia bukanlah tipe siswa yang suka mencari perhatian dengan tingkah yang berlebihan, melainkan menorehkan kesan mendalam lewat kesantunan dan ketenangannya saat bergaul dengan teman-teman sekelasnya.
(Baca Juga: Si Rajin yang Baik Hai! Aliz Sukses Tembus Tahap Al-Qur’an di MI Unggulan Nuris Jember)
Di balik ketenangannya itu, ada satu karakter kuat yang selalu mengundang decak kagum dari bapak dan ibu guru, yakni kedisiplinannya. Akmal adalah jagonya urusan tanggung jawab akademik. Ia dikenal luas sebagai siswa yang sangat rajin mengumpulkan tugas. Tidak pernah ada kata menunda atau alasan lupa dalam kamus belajarnya. Setiap kali ustadz atau ustadzah memberikan pekerjaan rumah, Akmal selalu menyelesaikannya dengan baik dan menyetorkannya tepat waktu.
Sikap rajin dan rasa tanggung jawab yang tinggi ini rupanya tidak hanya ia terapkan di meja belajar reguler, melainkan juga ia bawa seutuhnya saat duduk bersila di program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Akmal merawat rutinitas mengajinya dengan kedisiplinan yang sama persis seperti saat ia mengerjakan tugas-tugas sekolah. Ia gigih memperbaiki pelafalan huruf hijaiyahnya, menyimak arahan tajwid dari gurunya dengan penuh kehati-hatian.
Ketekunan yang dirawat dengan keikhlasan itu akhirnya berlabuh pada sebuah titik pencapaian yang teramat istimewa. Tercatat per tanggal 30 Mei 2026, sebuah catatan manis terukir abadi di lembaran sejarah belajarnya. Terhitung sejak waktu itu, Akmal secara resmi telah sukses menuntaskan seluruh tahapan evaluasi dan mencapai jenjang Al-Qur’an. Sebuah bukti nyata bahwa kedisiplinan dan tanggung jawab tak pernah mengkhianati hasil yang manis.
Pencapaian gemilang ini terasa berkali-lipat lebih membanggakan mengingat per tanggal tersebut, Akmal masih berstatus sebagai siswa yang duduk menimba ilmu di bangku kelas 6A. Berhasil merengkuh jenjang tertinggi di TPA pada masa-masa akhir sekolah dasarnya tentu menjadi sebuah kado kenangan yang teramat berharga. Ia sukses menuntaskan janjinya pada diri sendiri sebelum benar-benar melangkah keluar dari gerbang madrasah ibtidaiyah.
Waktu pun berlalu dengan begitu senyap, mengiringi langkah Akmal yang kini kian beranjak remaja. Si anak rajin dan baik hati ini sekarang telah menanggalkan seragam merah putihnya dan resmi merajut petualangan baru sebagai siswa kelas 7, atau kelas 1 di bangku MTs. Meskipun raganya tak lagi duduk menyimak pelajaran di lorong-lorong MI Unggulan Nuris Jember, rekam jejak kedisiplinannya tetap utuh menjadi cerita yang selalu menghangatkan hati para pendidiknya.
Ustadzah Anisa, sosok guru penyabar yang dahulu dengan penuh kasih sayang mendampinginya sebagai wali kelas 6A, tentu amat merindukan kehadiran murid yang bertanggung jawab ini. Beliau sangat hafal bagaimana rajinnya Akmal setiap kali menuntaskan dan mengumpulkan tugas-tugas di kelas tanpa perlu ditegur dua kali. Mengetahui mantan anak didiknya ini sukses merampungkan segala target mengajinya dengan amat baik, rasa syukur yang teramat dalam terus mengalir dari lisan sang ustadzah.
Lewat momen kenangan yang penuh kehangatan ini, Ustadzah Anisa menitipkan untaian doa dan pesan keibuan yang amat menyentuh untuk sang mantan murid. “Masya Allah, Mas Akmal sayang. Ustadzah selalu rindu dengan kebaikan hatimu dan betapa disiplinnya kamu kalau mengumpulkan tugas di kelas dulu. Pesan Ustadzah untuk Mas Akmal di bangku MTs, pertahankan terus kerajinan dan rasa tanggung jawabmu ya, Nak. Jadikan Al-Qur’an sebagai penuntun di setiap tugas kehidupanmu kelak. Semoga Mas Akmal tumbuh menjadi pemuda yang sholih, sukses, dan selalu dijaga kebaikan hatinya oleh Allah.”
Untaian wejangan sarat makna dari Ustadzah Anisa itu juga sengaja beliau bentangkan luas untuk memeluk dan menyemangati seluruh siswa-siswi yang saat ini masih berjuang di madrasah. “Untuk anak-anakku yang hebat di MI Unggulan Nuris Jember, mari kita jadikan kisah Mas Akmal ini sebagai pemacu semangat. Jadilah anak yang berhati baik, disiplin, dan rajinlah menuntaskan tugas-tugas dari guru. Namun yang tak kalah penting, tuntaskan juga tanggung jawab kalian untuk bersabar membaca Al-Qur’an. Jadilah generasi yang disiplin di dunia dan bercahaya di akhirat.”
Sekali lagi, selamat untuk Akmal atas capaian TPA jenjang Al-Qur’an yang telah diraih dengan penuh kedisiplinan ini. Teruslah ukir prestasimu di sekolah yang baru dan jadilah bintang yang tak pernah lelah menebar kebaikan, Barakallah, Nak. [FE.Red]
Nama : Akmal Riffat Syahputra
Kelas : 6-A
Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember
Nama Ayah : Lutfi Fordiansah
Nama Ibu : Ely Sri Wahyuni
Capaian : Al-Qur’an
Tanggal : 30 Mei 2026
