Berbekal riset yang mendalam dan kekompakan tim, siswi MA Unggulan Nuris Jember sukses mengukir prestasi
Pesantren Nuris — Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan oleh peserta didik MA Unggulan Nuris Jember. Kali ini, Iftitah Najah Ulayya Setyawan atau yang akrab disapa Ayi berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Moderasi Beragama 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan literasi, riset, dan pemikiran kritis siswa MA Unggulan Nuris Jember mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai kabupaten di Jawa Timur.
Ayi merupakan siswi kelas XII D MA Unggulan Nuris Jember yang berasal dari Dusun Gempal, Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Ia memiliki hobi membaca dan menulis, dua kegiatan yang selama ini menjadi bekal penting dalam mengembangkan kemampuan akademiknya. Baginya, membaca membuka wawasan baru, sedangkan menulis menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan yang bermanfaat bagi banyak orang.
Siswi yang bercita-cita menjadi psikolog, dosen, sekaligus pengusaha ini meyakini bahwa ilmu pengetahuan harus terus dikembangkan melalui pengalaman nyata. Karena itulah, ia aktif mengikuti ekstrakurikuler KIR Keagamaan sebagai wadah untuk melatih kemampuan berpikir ilmiah, menyusun karya tulis, dan melakukan penelitian sederhana.
Keikutsertaan Ayi dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Moderasi Beragama bukan sekadar mengejar prestasi. Ia memiliki alasan yang jauh lebih besar, yaitu ingin agar karya yang ditulisnya tidak hanya tersimpan sebagai dokumen di komputer, tetapi benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya ingin karya yang saya tulis tidak hanya terpajang di Microsoft Word, tetapi bisa dibaca dan bermanfaat bagi banyak orang. Selain itu, lomba ini dilaksanakan secara tim sehingga melatih kekompakan. Saya juga ingin mendapatkan pengalaman baru, melatih kemampuan berkompetisi, serta memperoleh sertifikat yang bermanfaat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi,” jelas Ayi.
Motivasi terbesar Ayi lahir dari rasa ingin tahunya yang tinggi terhadap berbagai hal baru. Baginya, setiap perlombaan bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli, peserta lain, maupun pengalaman di lapangan.
“Saya sangat menyukai pengalaman dan pengetahuan baru. Dari lomba ini saya belajar mengenai radikalisme, memahami karakteristik orang-orang yang memiliki paham radikal, serta berdiskusi dengan guru agama yang memahami materi tersebut,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, pengalaman mengikuti penganugerahan di UIN KHAS Jember juga memberikan kesan tersendiri. Ia mengaku terinspirasi setelah melihat berbagai karya terbaik dari peserta lain.
“Saya melihat film-film terbaik dari berbagai sekolah yang sangat menginspirasi. Dari sana saya juga mendapatkan wawasan bahwa moderasi beragama bukan hanya tentang toleransi, tetapi juga tentang persatuan dan kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Dalam proses penyusunan karya ilmiah, Ayi menghadapi tantangan yang tidak ringan. Tema mengenai radikalisme mengharuskannya mempelajari banyak referensi agar pembahasan yang disusun benar-benar memiliki dasar ilmiah yang kuat.
“Saya mengalami kesulitan karena tema yang saya angkat membahas radikalisme sehingga membutuhkan banyak referensi dan pemahaman yang mendalam,” tuturnya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Ayi memperbanyak membaca referensi serta aktif berdiskusi dengan guru agama di MA Unggulan Nuris Jember. Ia juga mempelajari kitab Fiqih Tradisionalis karya KH. Muhyiddin Abdusshomad sebagai salah satu sumber yang memperkaya pemahamannya mengenai moderasi beragama.
“Karena di sekolah materi tersebut belum dipelajari secara mendalam, saya mencari referensi tambahan, berdiskusi dengan guru agama, dan mempelajari kitab Fiqih Tradisionalis agar lebih memahami topik yang saya angkat,” jelasnya.
(Baca juga : Riza Persembahkan Medali Olimpiade Sosiologi OSPN 2026, MA Unggulan Nuris Jember Kembali Ukir Prestasi Nasional)
Seluruh proses tersebut akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Tim KIR Keagamaan MA Unggulan Nuris Jember berhasil meraih Juara 3 tingkat Provinsi Jawa Timur. Lebih membanggakan lagi, dua tim dari MA Unggulan Nuris Jember berhasil menembus 10 besar di tengah persaingan peserta dari lebih dari 30 kabupaten dan kota se-Jawa Timur.
“Saya merasa sangat bahagia, terharu, bangga, dan bersyukur. Dua tim dari MA Unggulan Nuris bisa masuk 10 besar melawan peserta dari lebih dari 30 kabupaten di Jawa Timur,” ujarnya penuh rasa syukur.
Menurut Ayi, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran besar para pembimbing yang selalu mendampingi selama proses persiapan. Ia mengaku sangat terkesan dengan dedikasi tentor yang tidak hanya membimbing penyusunan karya, tetapi juga terus memberikan semangat kepada seluruh anggota tim.
“Saya sangat terkesan karena dibimbing oleh tentor yang begitu baik dan telaten. Beliau selalu meluangkan waktu, memberikan arahan, menyampaikan informasi, mendukung kami, dan yang paling penting selalu mengingatkan kami untuk tidak lupa berdoa kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Di akhir wawancara, Ayi menyampaikan pesan kepada adik-adik kelas yang tergabung dalam KIR Keagamaan MA Unggulan Nuris.
“Semoga anggota KIR Keagamaan MA Unggulan Nuris selalu excited mengikuti berbagai ajang perlombaan,” pesannya.
Ia juga berharap MA Unggulan Nuris Jember terus melahirkan generasi yang unggul dalam bidang penelitian dan karya ilmiah.
“Semoga MA Unggulan Nuris ke depannya dapat mencetak lebih banyak lagi siswa yang berprestasi di bidang KIR Keagamaan,” harapnya.
Prestasi yang diraih Ayi menjadi bukti bahwa kemampuan menulis, berpikir kritis, dan melakukan riset merupakan bekal penting bagi generasi muda. Melalui pembinaan yang konsisten, MA Unggulan Nuris Jember terus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus membangun karakter ilmiah yang kuat.
Keberhasilan Iftitah Najah Ulayya Setyawan bersama tim meraih Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Moderasi Beragama 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh siswa MA Unggulan Nuris Jember untuk terus berkarya, berani menuangkan gagasan, serta memanfaatkan ilmu pengetahuan sebagai jalan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Sebab, sebuah tulisan yang lahir dari proses belajar yang sungguh-sungguh dapat menjadi karya yang berdampak jauh lebih besar daripada sekadar deretan kata di atas kertas. [LA.Red]
Nama : Iftitah Najah Ulayya Setyawan
Hobi : Membaca dan menulis
Cita2 : Psikolog, Dosen, Pengusaha
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII D
Prestasi : Juara 3 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Moderasi Beragama 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember
