Bima Tak Mengejar Jalan Pintas, Ketekunannya Justru Mengantarkan Perak Olimpiade PKN IYSC ke SMK Nuris Jember

Medali Perak untuk Bima, Buah dari Kebiasaan Belajar dari Kesalahan

Pesantren Nuris – Bagi Bima Nadhif Ahya Thoriq, kesempatan mengikuti olimpiade menjadi ruang untuk menguji sejauh mana pemahamannya terhadap materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Siswa kelas XI TKR SMK Nuris Jember asal Balung, Jember, itu berhasil membawa pulang medali perak dalam ajang IYSC tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Puskanas pada Mei 2026 lalu.

Medali tersebut menjadi pencapaian yang cukup berarti bagi Bima. Ia harus berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah dalam kompetisi yang menuntut kemampuan memahami konsep kewarganegaraan, ketelitian membaca soal, serta kecermatan menentukan jawaban.

Bagi Bima, PKN bukan sekadar materi yang harus dihafalkan untuk menyelesaikan soal. Ada banyak persoalan yang membutuhkan pemahaman terhadap konteks. Karena itu, ia berusaha memahami materi secara utuh daripada hanya mengingat definisi atau istilah tertentu.

Persiapan menuju IYSC dilakukan dengan memperbanyak latihan soal. Setiap kali menemukan pertanyaan yang sulit atau jawaban yang keliru, Bima berusaha menelusuri kembali bagian yang belum dipahaminya. Kebiasaan tersebut membantunya mengenali pola soal sekaligus mengurangi kesalahan saat mengerjakan.

(Baca juga: Rama Gavrilla Ukir Medali Perak Olimpiade Informatika Nasional, Ketekunan Siswa TKJ SMK Nuris Ini Berbuah Prestasi)

Ketika kompetisi berlangsung, Bima berusaha menjaga ketenangan. Ia membaca setiap pertanyaan secara cermat sebelum menentukan pilihan. Baginya, terburu-buru justru dapat membuat pemahaman terhadap soal menjadi keliru.

Usaha tersebut akhirnya menghasilkan medali perak bidang PKN tingkat nasional. Bima mengaku senang dengan pencapaian itu, tetapi ia tidak ingin menjadikan medali sebagai titik akhir.

“Saya bersyukur bisa mendapat medali perak. Yang paling berharga bagi saya justru pengalaman saat mengerjakan soal dan mengetahui kemampuan peserta lain. Dari situ saya tahu bahwa masih banyak hal yang harus saya pelajari,” katanya.

Di lingkungan SMK Nuris Jember, Bima dikenal sebagai siswa yang rajin dan santun. Sikap tersebut berjalan beriringan dengan keterlibatannya dalam organisasi. Ia tercatat sebagai anggota OSIS SMK Nuris Jember, sehingga harus membagi waktu antara kegiatan akademik dan organisasi. Aktivitas tersebut menjadi pengalaman tambahan bagi Bima. Sebagai anggota OSIS, ia belajar menjalankan tanggung jawab, bekerja bersama orang lain, sekaligus mengatur waktu agar kewajiban sebagai siswa tetap berjalan.

Raihan perak IYSC pun memiliki arti lebih dari sekadar penghargaan. Bagi Bima, kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan akademik.

Sebagai siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), prestasi Bima di bidang PKN menunjukkan bahwa ruang untuk berprestasi tidak terbatas pada bidang kejuruan yang dipelajari di kelas. Ketertarikan terhadap bidang akademik dapat berkembang ketika mendapatkan kesempatan dan kemauan untuk terus berlatih.

Dari Balung, Bima berhasil membawa kemampuannya hingga ke kompetisi tingkat nasional. Medali perak IYSC menjadi catatan penting dalam perjalanan belajarnya sekaligus bukti bahwa ketekunan, ketelitian, dan keberanian mencoba dapat membuka jalan menuju prestasi. (MFAF.Red)

 

Nama : Bima Nadhif Ahya Thoriq

Alamat : Desa Balung Lor, Balung, Jember

Hobi : olahraga

Cita-cita : ahli mesin otomotif

Lembaga : SMK Nuris Jember

Prestasi : Peraih Medali Perak Olimpiade Bidang PKN dalam Ajang Indonesia Youth Science Competition (IYSC) Tingkat Nasional yang Diselenggarakan oleh PUSKANAS (Mei 2026)

Riwayat Prestasi :

  1. Peraih Medali Perunggu Olimpiade Bidang Biologi dalam Ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) Tingkat Nasional yang Diselenggarakan oleh PUSKANAS (April 2026)
  2. Peraih Medali Perunggu Olimpiade Bidang PKN dalam Ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) Tingkat Nasional yang Diselenggarakan oleh PUSKANAS (April 2026)
  3. Peraih Medali Perunggu Olimpiade Bidang Biologi dalam Ajang Indonesia Youth Science Competition (IYSC) Tingkat Nasional yang Diselenggarakan oleh PUSKANAS (Mei 2026)
Related Post