Siswi Kalem Ini Berhasil Padukan Deretan Medali dan Merdunya Ayat Suci
Pesantren Nuris – Hembusan angin kebanggaan sepertinya tak pernah lelah menyapa pelataran madrasah kita tercinta. Kabar-kabar menyejukkan dari ruang mengaji terus mengalir deras, merangkai kisah manis dari anak-anak hebat yang tak kenal lelah berproses. Seakan sudah menjadi tradisi yang mengakar amat kuat, MI Unggulan Nuris Jember terus membuktikan diri sebagai tempat bertumbuhnya generasi cemerlang, generasi yang tak hanya tajam pemikirannya, namun juga bersinar terang di hadapan kitab sucinya.
Kali ini, mari kita pusatkan pandangan pada sebuah potret menawan yang terbingkai rapi dalam gambar di atas. Di balik bingkai tersebut, tampak seorang gadis remaja dengan balutan kerudung hijau tosca yang amat pas dengan warna seragamnya. Ia berdiri dengan tenang, memberikan senyum simpul yang lembut ke arah kamera sembari mendekap erat sebuah kitab suci Al-Qur’an. Siswi dengan pembawaan yang amat bersahaja ini bernama lengkap Malya Nafisha Prakoso, yang oleh kawan-kawan dan para gurunya teramat akrab disapa Malya.
Jika kita memutar waktu sejenak dan membicarakan sosok Malya di lingkungan sekolah, semua guru pasti akan sepakat dengan satu kata: pintar! Anak perempuan ini ibarat magnet prestasi bagi almamaternya. Rekam jejak kehebatannya di bidang akademik, khususnya matematika, sudah terukir sejak ia masih sangat belia. Bayangkan saja, saat masih duduk di bangku kelas dua, Malya sudah berani unjuk gigi dan sukses meraih Juara Harapan 2 Olimpiade Matematika tingkat Kabupaten.
Ketajaman logikanya dalam memecahkan rumus angka tak pernah luntur. Memasuki kelas lima, deretan piala matematikanya kian bertambah dengan raihan Juara 3 di tingkat Kabupaten. Puncak kehebatannya di bidang sains semakin tak terbantahkan ketika Malya berhasil membawa pulang Medali Perunggu Olimpiade Matematika untuk tingkat Jawa-Bali. Sebuah pencapaian gemilang yang membuktikan betapa briliannya nalar berpikir seorang Malya.
(Baca Juga : Anju Siswi MI Unggulan Nuris Jember Sukses Tembus Tahap Al-Qur’an Berbekal Ketekunannya!)
Namun, kehebatan Malya rupanya tidak berhenti pada deretan angka dan rumus rumit saja. Di balik kecerdasannya yang luar biasa itu, ia dianugerahi suara dan ketartilan yang amat merdu dalam melantunkan ayat suci. Ia menyeimbangkan piala matematikanya dengan piala-piala dari panggung keagamaan. Saat di kelas lima, ia berturut-turut menyabet Juara 2 MTQ tingkat Kecamatan, Juara Harapan 2 Lomba Tartil tingkat Karesidenan Besuki-Lumajang, hingga Juara Harapan 1 Tartil Qur’an se-Karesidenan Besuki.
Menyeimbangkan otak kiri yang penuh logika dan kelembutan hati saat mengaji tentu bukan perkara mudah, tetapi Malya melakukannya dengan sangat elegan. Ia membawa ketelitiannya dalam berhitung saat ia duduk melingkar di program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Ia menata pelafalan setiap huruf hijaiyahnya dengan sabar, memastikan tajwidnya dilantunkan dengan ketepatan yang mengagumkan.
Ketekunan luar biasa tersebut akhirnya berlabuh pada sebuah titik pencapaian yang teramat membanggakan. Tepat per tanggal 30 Mei 2026, sebuah catatan emas kembali terukir abadi. Terhitung sejak waktu itu, Malya secara resmi telah sukses menuntaskan seluruh evaluasinya dan mencapai tahap Al-Qur’an. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa di balik segudang pialanya, ia memiliki kesungguhan yang teramat dalam untuk menuntaskan kewajiban agamanya.
Pencapaian ini terasa berkali-lipat lebih bermakna mengingat per tanggal tersebut, Malya masih berstatus sebagai siswi yang duduk menimba ilmu di bangku kelas 6A. Berhasil merengkuh jenjang tertinggi di TPA jauh sebelum masa sekolah dasarnya usai adalah sebuah kado kenangan yang nilainya tak terhingga.
Waktu pun berlalu dengan senyap, dan kini si gudang prestasi itu telah melangkah semakin dewasa. Malya saat ini sudah menanggalkan seragam merah putihnya dan resmi merajut petualangan baru sebagai siswi kelas 7, atau kelas 1 di bangku MTs. Walaupun ia tak lagi berlarian di lorong madrasah ibtidaiyah ini, rekam jejak prestasinya yang segunung itu tetap utuh menjadi cerita kebanggaan almamater.
Ustadzah Anisa, sosok guru penyabar yang dahulu dengan penuh kasih sayang mendampinginya sebagai wali kelas 6A, tentu amat merindukan kehadiran murid kebanggaannya ini. Beliau adalah saksi bisu bagaimana Malya membagi waktu antara perlombaan matematika, lomba tartil, dan rutinitas belajarnya di kelas. Mengetahui mantan anak didiknya sukses merampungkan segala target mengajinya di TPA, rasa syukur yang teramat dalam terus mengalir dari lisan sang ustadzah.
Lewat momen kenangan yang menghangatkan hati ini, Ustadzah Anisa menitipkan untaian doa dan pesan keibuan yang amat menyentuh untuk sang mantan murid. “Masya Allah, Mbak Malya sayang. Ustadzah selalu kehabisan kata-kata kalau mengingat betapa banyaknya prestasimu. Pesan Ustadzah untuk Mbak Malya di MTs, tetaplah membumi dengan segala kepintaranmu ya, Nak. Jadikan Al-Qur’an sebagai penjaga hatimu di tengah gemerlapnya piala-pialamu. Semoga Mbak Malya selalu sehat, menjadi anak shalihah, dan kelak sukses menjadi orang hebat yang senantiasa menyejukkan hati keluarga.”
Untaian wejangan sarat makna dari Ustadzah Anisa itu juga sengaja beliau bentangkan luas untuk memeluk dan menyemangati seluruh siswa-siswi yang saat ini masih berjuang di madrasah. “Untuk anak-anakku yang hebat di MI Unggulan Nuris Jember, mari kita jadikan kisah Mbak Malya ini sebagai bukti nyata. Kalian bisa menjadi juara matematika sekaligus juara mengaji. Gali terus potensi kalian, jangan pernah takut ikut lomba, dan yang terpenting, tekunlah dalam menuntaskan bacaan Al-Qur’an. Jadilah generasi yang akalnya cerdas dan lisannya selalu basah oleh ayat-ayat suci.”
Sekali lagi, selamat untuk Malya atas capaian TPA jenjang Al-Qur’an yang telah diraih dengan penuh ketekunan ini. Teruslah ukir prestasimu di sekolah yang baru dan jadilah bintang yang cahayanya tak pernah redup. Barakallah, Nak. [FE.Red]
Nama : Malya Nafisha Prakoso
Kelas : 6-A
Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember
Nama Ayah : Yuliandri Prakoso
Nama Ibu : Lantri Pratiwi
Capaian : Al-Qur’an
Tanggal : 30 Mei 2026
