Angga Tak Ragu Belajar Sejarah demi Raih Prestasi Cemerlang
Pesantren Nuris – Bagi sebagian pelajar, sejarah identik dengan hafalan nama tokoh, tanggal penting, dan peristiwa masa lampau. Namun, pandangan itu tidak berlaku bagi Angga Rifka Wijaya, siswa kelas X TKJ B SMK Nuris Jember asal Jenggawah, Jember. Di matanya, sejarah adalah rangkaian kisah yang mengajarkan cara berpikir, memahami sebab-akibat, dan mengambil pelajaran dari perjalanan sebuah bangsa. Cara pandang itulah yang mengantarkannya meraih medali perunggu bidang Sejarah dalam ajang OSPENAS tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PUSKANAS pada Mei 2026 lalu.
Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian akademik yang membanggakan bagi SMK Nuris Jember. Di tengah persaingan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Angga mampu menunjukkan kemampuan analisis yang baik hingga berhasil menembus jajaran peraih medali nasional.
Perjalanan menuju kompetisi tidak dimulai dari ruang perlombaan, melainkan dari kebiasaan sederhana yang ia bangun setiap hari. Angga gemar membaca berbagai referensi sejarah, baik dari buku pelajaran maupun sumber bacaan lain yang membahas perjalanan bangsa Indonesia dan perkembangan peradaban dunia. Baginya, memahami sejarah jauh lebih menarik daripada sekadar menghafalnya.
Ia juga melatih diri mengerjakan berbagai soal olimpiade yang menuntut kemampuan berpikir kritis. Banyak soal tidak hanya meminta peserta mengingat fakta, tetapi juga menganalisis hubungan antara satu peristiwa dengan peristiwa lain, memahami latar belakang sebuah kebijakan, hingga menyimpulkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Tantangan seperti itulah yang membuat Angga semakin tertarik mendalami bidang sejarah.
Saat mengikuti OSPENAS tingkat nasional, suasana kompetisi terasa sangat kompetitif. Peserta datang membawa kemampuan terbaik dari sekolah masing-masing. Meski demikian, Angga memilih tetap tenang. Ia berusaha fokus pada setiap soal tanpa memikirkan siapa saja lawan yang dihadapinya. Baginya, keberhasilan ditentukan oleh kesiapan diri sendiri, bukan oleh kuat atau lemahnya pesaing.
Ketelitian dan kesabaran yang ia bangun selama masa persiapan akhirnya membuahkan hasil. Nama Angga Rifka Wijaya diumumkan sebagai peraih medali perunggu bidang Sejarah. Pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga memperkuat kepercayaan dirinya untuk terus berkembang di bidang akademik.
Di lingkungan sekolah, Angga dikenal sebagai siswa yang rajin, santun, dan mudah menghargai orang lain. Sikap tersebut membuatnya dipercaya menjadi anggota OSIS SMK Nuris Jember. Baginya, pengalaman berorganisasi memberikan pelajaran tentang tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan, nilai-nilai yang juga membantunya tetap disiplin dalam membagi waktu antara belajar dan aktivitas sekolah.
“Saya merasa sangat bersyukur bisa meraih medali perunggu di OSPENAS. Ketika kita mengerti mengapa sebuah peristiwa terjadi, materi akan lebih mudah diingat. Saya ingin prestasi ini menjadi awal untuk terus belajar dan berani mengikuti kompetisi yang lebih tinggi,” ujar Angga.
Bagi Angga, medali nasional bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal menuju pencapaian yang lebih besar. Ia ingin terus memperluas wawasan sejarah sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang diperolehnya selama mengikuti olimpiade.
Keberhasilan Angga Rifka Wijaya membuktikan bahwa prestasi lahir dari rasa ingin tahu yang terus dipelihara. Dari kebiasaan membaca sejarah hingga keberanian bersaing di tingkat nasional, ia telah menunjukkan bahwa ketekunan mampu mengubah pengetahuan menjadi prestasi nyata. Medali perunggu OSPENAS yang berhasil diraihnya menjadi kebanggaan bagi SMK Nuris Jember sekaligus inspirasi bagi pelajar lain untuk tidak pernah berhenti belajar, memahami, dan berani menguji kemampuan di panggung nasional. (MFAF.Red)
Nama : Angga Rifka Wijaya
Alamat : Jenggawah, Jember
Hobi : olahraga
Cita-cita : pebisnis sukses
Lembaga : SMK Nuris Jember
Prestasi : Peraih Medali Perunggu pada Olimpiade Bidang Sejarah dalam Ajang OSPENAS Tingkat Nasional yang Diselenggarakan oleh Puskanas (Mei 2026)
