Pantang Menyerah! Alif Sukses Mencapai Al-Qur’an di MI Unggulan Nuris Jember

Si Tekun yang Kritis Terhadap Diri Sendiri

Pesantren Nuris – Hembusan angin kebanggaan seolah tak pernah bosan menyapa pelataran madrasah kita. Setelah berturut-turut kita disuguhkan dengan cerita manis dari anak-anak hebat yang sukses menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat, kini hadir lagi satu kisah inspiratif yang tak kalah menyejukkan hati. Cerita dari ruang-ruang TPA MI Unggulan Nuris Jember memang selalu punya magis tersendiri. Rangkaian kabar ini membuktikan bahwa madrasah bukan sekadar tempat mencetak juara kelas, melainkan juga kawah candradimuka bagi generasi Qur’ani yang tangguh.

Kali ini, senyum kebanggaan itu terlukis dari wajah seorang anak laki-laki yang potretnya terekam rapi dalam gambar. Dengan balutan kemeja putih dan rompi merah yang menjadi ciri khas madrasah, ia berdiri tegak mengenakan peci hitam. Tangannya tampak begitu erat mendekap sebuah kitab suci, seolah tak ingin melepaskan pegangan hidupnya yang paling berharga. Pemilik tatapan teduh ini bernama lengkap Alif Naufal Pradana, jagoan cilik yang sehari-harinya amat nyaman dipanggil Alif

Mengingat kembali masa-masa saat Alif masih berseragam merah putih di kelas 6A, ada satu karakter istimewa yang membuatnya begitu menonjol di mata bapak dan ibu guru. Alif dikenal sebagai sosok pembelajar sejati yang memiliki rasa ingin tahu amat tinggi terhadap hasil belajarnya. Setiap kali ada pembagian nilai, ia selalu menjadi anak yang paling antusias dan penasaran. Baginya, angka di atas kertas ujian bukanlah sekadar pajangan, melainkan cermin dari usaha yang sudah ia kerahkan.

Menariknya, cara Alif merespons hasil belajarnya patut diacungi dua jempol. Ketika ada satu mata pelajaran yang nilainya dirasa belum mencapai target, ia sama sekali tidak murung apalagi sampai menyalahkan keadaan. Justru sebaliknya, nilai yang kurang maksimal itu ia jadikan bahan bakar cadangan untuk memacu dirinya agar belajar jauh lebih keras lagi. Semangat juang pantang menyerah dan kemauannya untuk mengevaluasi diri inilah yang membuat grafik perkembangannya selalu naik dari waktu ke waktu

(Baca juga : Si Jago Hitung Bawa Berkah! Capaian TPA MI Unggulan Nuris Jember Bertambah)

Sikap kritis terhadap diri sendiri dan semangat pantang berpuas diri itu rupanya juga ia bawa saat menimba ilmu di program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Saat menemui bacaan tajwid yang sulit atau pelafalan huruf hijaiyah yang belum sempurna, Alif tidak lelah untuk terus mengulangnya dengan penuh kesabaran. Ia pantang menyerah dan terus berlatih hingga bacaannya benar-benar fasih sesuai dengan kaidah yang diajarkan oleh para guru mengajinya.

Ketekunan yang luar biasa itu akhirnya bermuara pada sebuah pencapaian yang teramat manis. Tepat pada tanggal 30 Juli 2025 yang lalu, Alif sukses membuktikan bahwa kerja keras senantiasa berbanding lurus dengan hasil. Ia berhasil menuntaskan serangkaian evaluasi yang cukup ketat dan secara resmi dinyatakan naik ke tahap Al-Qur’an. Sebuah capaian tertinggi di jenjang TPA yang selalu menjadi impian besar bagi setiap siswa di madrasah tercinta ini.

Waktu rasanya melesat begitu cepat, meninggalkan untaian kenangan manis di lorong-lorong sekolah. Si anak tekun yang selalu penasaran dengan nilainya ini sekarang telah melangkah semakin dewasa. Alif sudah menanggalkan seragam ibtidaiyahnya dan mulai merajut petualangan baru sebagai siswa kelas 1 SMP. Walaupun raganya tak lagi duduk belajar di bangku MI Unggulan Nuris Jember, semangat juangnya tetap terukir abadi dan menjadi cerita inspiratif yang tak akan lekang oleh waktu.

Ustadzah Anisa, yang dahulu dengan penuh kesabaran mendampinginya sebagai wali kelas 6A, tentu amat mengenang sosok anak didiknya ini. Beliau sangat hafal bagaimana tekunnya Alif setiap kali berusaha memperbaiki nilai-nilainya agar bisa lebih baik lagi. Mengetahui mantan anak didiknya ini sukses menembus tahap Al-Qur’an di masa akhir kelulusannya dulu, Ustadzah Anisa merasa sangat bersyukur; rasa lelah mendidiknya seolah terbayar lunas.

Melalui kenangan yang menghangatkan hati ini, Ustadzah Anisa menitipkan untaian doa dan pesan keibuan yang sangat indah. “Masya Allah, Mas Alif. Ustadzah selalu salut dengan semangat pantang menyerahmu yang luar biasa. Pesan Ustadzah untuk Mas Alif di SMP, pertahankan terus ya mental pembelajar sejati itu. Jadikan capaian Al-Qur’an ini sebagai bekal utamamu. Semoga ke depannya Mas Alif semakin rajin menuntut ilmu, dijaga selalu akhlak baiknya, dan segala cita-cita hebatmu dimudahkan jalannya oleh Allah,” ucap beliau penuh harap.

Untaian wejangan sarat makna tersebut juga sengaja beliau bentangkan untuk merangkul dan menyemangati seluruh siswa-siswi yang saat ini masih berjuang di madrasah. “Untuk anak-anakku yang hebat di MI Unggulan Nuris Jember, ayo kita tiru mental luar biasa Mas Alif. Jangan pernah takut atau bersedih kalau nilai kalian belum sesuai harapan. Jadikan itu sebagai cambuk motivasi untuk belajar lebih giat lagi. Teruslah berproses, mengaji dengan tekun, dan jadilah pribadi yang senantiasa ingin lebih baik dari hari kemarin.”

Sekali lagi, selamat untuk Alif atas capaian TPA jenjang Al-Qur’an yang telah berhasil diraih dengan penuh ketekunan ini. Teruslah melangkah maju, tebarkan semangat belajarmu di sekolah yang baru, dan raihlah masa depanmu yang paling gemilang, Barakallah, Nak. [FE.Red]

 

Nama : Alif Naufal Pradana

Kelas : 6-A

Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember

Nama Ayah : Ario Farmy Pradana

Nama Ibu : Nurani Aisyah

Capaian : Al-Qur’an

Tanggal Capaian : 30 Juli 2025

Related Post