Nada Sukses Capai Tahap Al-Qur’an dengan Ketekunannya
Pesantren Nuris – Angin sejuk kebanggaan tampaknya belum ingin beranjak dari pelataran madrasah kita tercinta. Kabar gembira dari ruang-ruang mengaji terus mengalir deras, menyambung rantai kisah inspiratif dari para siswa hebat yang sebelumnya telah lebih dulu menorehkan tinta emas. MI Unggulan Nuris Jember memang seakan tak pernah kehabisan cerita tentang anak-anak luar biasa yang mampu menyeimbangkan kecerdasan akal dengan kedalaman ilmu agama.
Kali ini, sorotan kebanggaan itu tertuju pada sebuah potret menawan yang terbingkai rapi dalam gambar. Di sana, berdiri seorang siswi berwajah teduh dengan balutan kerudung putih bersih dan seragam madrasah kebanggaannya. Ia tersenyum lembut ke arah kamera sembari mendekap erat sebuah kitab Al-Qur’an bersampul biru di dadanya. Gadis manis yang mempesona ini bernama lengkap Izzatun Nada Khalisha, yang di lingkungan sekolah amat nyaman disapa dengan panggilan Nada.
Berbicara tentang sosok Nada, ingatan bapak dan ibu guru pasti akan langsung tertuju pada kesantunannya yang amat luar biasa. Anak perempuan ini memiliki kebiasaan kecil yang selalu berhasil menghangatkan hati siapa saja yang berada di dekatnya. Setiap kali berpapasan dengan ustadzah di lorong kelas, di perpustakaan, maupun di halaman sekolah, Nada tidak pernah absen untuk menyapa lebih dulu dengan senyuman tulusnya yang amat khas.
Keramahan dan adab luhur yang melekat pada diri Nada nyatanya berjalan beriringan dengan kemampuan akademiknya yang sangat gemilang. Di dalam ruang kelas, ia dikenal sebagai siswi yang memang sangat pintar. Otaknya yang cerdas membuatnya begitu mudah menyerap berbagai materi pelajaran yang diberikan oleh guru. Nada menjadi bukti hidup yang menawan bahwa kecerdasan intelektual bisa bersanding dengan sangat indah berdampingan dengan kehalusan budi pekerti.
(Baca Juga: Hobi Naura Bikin Sukses Menuntaskan Capaian TPA di MI Unggulan Nuris Jember!)
Menariknya, kecerdasan dan ketenangan dari ruang kelas reguler itu juga ia bawa saat duduk melingkar di program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Kesabarannya dalam merajut senyum ia terapkan pula saat mengeja huruf demi huruf hijaiyah dan merapikan hukum bacaan tajwidnya. Nada tidak pernah terlihat terburu-buru, ia menata setiap pelafalannya dengan penuh ketekunan hingga suaranya mengalun dengan sangat fasih dan benar.
Ketekunan merawat bacaan suci tersebut akhirnya bermuara pada sebuah pencapaian yang teramat istimewa. Catatan emas kelulusannya terukir tepat pada tanggal 30 Mei 2026 yang lalu. Tanggal tersebut menjadi momen bersejarah ketika Nada secara resmi dinyatakan berhasil menembus tahap Al-Qur’an. Sebuah capaian puncak di jenjang TPA yang membuktikan betapa kuat dan konsistennya tekad siswi ramah ini dalam menuntut ilmu agama.
Kehebatan dari pencapaian mengajinya itu akan semakin terasa istimewa jika kita menengok kembali ke waktu tersebut. Pada pertengahan tahun itu, Nada sejatinya masih berstatus sebagai siswi yang duduk menimba ilmu di bangku kelas 4C. Berhasil mencapai jenjang tertinggi Al-Qur’an di usia tersebut, sebelum ia melangkah naik ke kelas lima, adalah sebuah kebanggaan yang amat patut untuk dirayakan dengan penuh rasa syukur.
Lembaran kalender pun terus berganti, dan kini sang pemilik senyum manis itu telah melangkah setingkat lebih dewasa. Nada sekarang sudah resmi menjadi siswi kelas 5C, membawa serta kebanggaan dan fondasi spiritualnya yang kokoh ke jenjang yang lebih tinggi. Kehadirannya di kelas baru tentu kembali menjadi peneduh dan penyebar energi positif yang sangat menyenangkan bagi atmosfer belajar mengajar.
Mengetahui rekam jejak anak didiknya yang begitu indah dan menyejukkan hati, sang wali kelas tentu tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Beliau amat hafal bagaimana sejuknya sapaan Nada setiap pagi, sebuah kebiasaan sederhana yang sering kali melunturkan rasa lelah bapak ibu guru sebelum memulai tugas mulia mereka. Keberhasilan Nada membuktikan prestasinya ini seolah menjadi pelipur lara dan kebanggaan yang teramat mahal harganya.
Lewat momen yang penuh berkah ini, sang wali kelas menitipkan untaian doa dan pesan yang sangat menyentuh langsung ke lubuk hati. “Masya Allah, Mbak Nada sayang. Ustadzah selalu rindu dan bangga dengan senyum manismu serta sapaan santunmu setiap hari. Pesan Ustadzah, tolong pertahankan terus ya kepintaran dan akhlak muliamu itu. Jadikan capaian Al-Qur’an ini sebagai cahaya yang menuntun langkahmu. Semoga ke depannya Mbak Nada semakin sukses, selalu sehat, menjadi anak shalihah kebanggaan ayah bunda, dan semua doa baik di hatimu diijabah oleh Allah.”
Untaian wejangan sarat makna itu juga sengaja beliau bentangkan luas untuk memeluk dan memotivasi seluruh siswa-siswi yang saat ini masih berjuang merajut asa di madrasah. “Untuk seluruh anak-anakku yang hebat di MI Unggulan Nuris Jember, mari kita teladani jejak langkah Mbak Nada. Jadilah anak yang cerdas di kelas, bersemangat menuntaskan bacaan Al-Qur’an, namun jangan pernah sekalipun meninggalkan senyum dan sapaan santun kepada guru maupun teman. Ingatlah selalu, ilmu setinggi langit akan terasa hampa jika tidak dihiasi dengan adab dan akhlak yang mulia.”
Sekali lagi, selamat untuk Nada atas capaian TPA jenjang Al-Qur’an yang telah diraih dengan penuh keikhlasan ini. Teruslah tebarkan senyum manismu di kelas barumu dan jadilah bintang yang selalu menyejukkan, Barakallah, Nak. [FE.Red]
Nama : Izzatun Nada Khalisha
Kelas : 5-C
Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember
Nama Ayah : Didit Ghozali
Nama Ibu : Sofiah
Capaian : Al-Qur’an
Tanggal : 30 Mei 2026
