Chica Sukses Tembus Tahap Al-Qur’an
Pesantren Nuris – Semilir angin kebanggaan rupanya tak pernah lelah menyapa pelataran madrasah kita tercinta. Kabar-kabar menyejukkan dari bilik-bilik musala terus mengalir deras, merangkai kisah-kisah manis dari anak-anak hebat yang tak kenal lelah berproses. Seakan sudah menjadi tradisi yang mengakar begitu kuat, MI Unggulan Nuris Jember selalu menjadi rumah yang hangat bagi tumbuhnya generasi cemerlang. Generasi yang tak hanya unggul di kelas, namun juga bersinar terang di hadapan kitab sucinya.
Mari kita pusatkan pandangan pada sebuah potret menawan yang terbingkai rapi dalam gambar di atas. Di sana, tampak seorang siswi berwajah teduh dengan balutan kerudung hijau tosca muda yang menjuntai rapi menutupi dadanya. Senyumnya merekah begitu manis dan tulus ke arah kamera, sementara kedua tangannya mendekap erat sebuah kitab suci Al-Qur’an. Anak perempuan yang selalu menebarkan aura positif ini bernama lengkap Chica Hardiyanti Roziki, yang oleh kawan-kawan dan para gurunya teramat akrab disapa Chica.
Jika kita membicarakan sosok Chica di lingkungan sekolah, ingatan para guru pasti akan langsung tertuju pada tingkahnya yang amat menggemaskan. Anak perempuan ini dikenal sebagai pribadi yang sangat ceriwis. Mulut mungilnya seolah tak pernah kehabisan bahan cerita untuk dibagikan kepada teman-teman di sekitarnya. Namun, pesona sejatinya justru terletak pada kepatuhannya. Meski suka berceloteh riang, Chica adalah anak yang sangat penurut setiap kali bapak atau ibu guru memberikan arahan maupun nasihat.
(Baca Juga: Clarisa Berhasil Tuntaskan Capaian TPA di MI Unggulan Nuris Jember!)
Keceriwisannya itu dibalut sempurna dengan sikap yang teramat ramah. Ia bukanlah tipe anak yang memilih-milih teman dalam bergaul. Sapaan hangatnya selalu lebih dulu meluncur memecah keheningan saat berpapasan dengan siapa saja di lorong-lorong sekolah. Keramahan yang mengalir tulus dari dalam hatinya inilah yang membuat kehadiran Chica selalu dirindukan, menjadikannya salah satu siswi yang amat disayangi oleh kawan-kawan sejawatnya.
Di balik tingkahnya yang banyak omong dan selalu ceria, Chica rupanya menyimpan kecerdasan yang sangat mengagumkan. Kepintarannya di dalam ruang kelas tak perlu diragukan lagi. Celotehannya yang tiada henti itu nyatanya beriringan dengan daya tangkap otak yang amat tajam. Ia selalu bisa mengikuti materi pelajaran dengan sangat baik, membuktikan bahwa menjadi anak yang ceriwis sama sekali tidak menghalanginya untuk menjadi murid yang berprestasi dan bisa diandalkan.
Menariknya, segala keceriaan dan kepatuhan yang ia tunjukkan di kelas reguler itu nyatanya juga ia bawa utuh saat duduk bersila di program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Celoteh riangnya perlahan berganti menjadi lantunan ayat-ayat suci yang syahdu. Ia menyimak setiap perbaikan tajwid dari gurunya dengan penuh kepatuhan. Ia tidak pernah mengeluh atau membantah, melainkan terus berlatih membenahi pelafalannya dengan sabar hingga terdengar fasih dan benar.
Kepatuhan dan ketekunannya dalam merawat bacaan suci tersebut akhirnya berlabuh pada sebuah titik pencapaian yang teramat membanggakan. Tercatat per tanggal 30 Mei 2026, sebuah rekam jejak emas terukir manis di lembaran prestasinya. Terhitung sejak waktu itu, Chica secara resmi telah sukses menuntaskan seluruh tahapan evaluasi dan mencapai jenjang Al-Qur’an. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kesungguhannya dalam mengaji sama besarnya dengan antusiasmenya saat bercerita.
Pencapaian gemilang ini terasa berkali-lipat lebih istimewa jika kita menengok kembali ke rentang waktu tersebut. Per tanggal sekian di bulan Mei itu, Chica sejatinya masih berstatus sebagai siswi yang sedang duduk menimba ilmu di bangku kelas 5A. Berhasil merengkuh jenjang tertinggi di TPA saat masih berada di kelas lima tentu menjadi sebuah lompatan kebanggaan tersendiri. Kini, waktu telah membawanya melangkah setingkat lebih tinggi; ia sudah duduk manis di bangku kelas 6A dengan membawa bekal agama yang amat kuat.
Sang wali kelas yang dahulu dengan penuh kasih sayang mendampinginya tentu amat bangga melihat perkembangan murid penurut ini. Lewat momen kenangan yang indah ini, sang guru menitipkan untaian doa dan pesan keibuan yang amat menyentuh hati. “Masya Allah, Mbak Chica sayang. Ustadzah selalu rindu dengan suara ceriwismu di kelas, tapi kamu selalu pintar dan penurut kalau dinasihati. Pesan Ustadzah untuk Mbak Chica di kelas 6 ini, pertahankan terus kepintaran dan keramahanmu ya, Nak. Jadikan capaian Al-Qur’an ini sebagai benteng hatimu di mana pun berada. Semoga Mbak Chica selalu sehat, jadi anak shalihah, dan kelak sukses meraih semua impian.”
Untaian wejangan sarat makna itu juga sengaja dibentangkan luas untuk memeluk dan menyemangati seluruh siswa-siswi yang saat ini masih berjuang merajut asa di madrasah. “Untuk anak-anakku yang hebat di MI Unggulan Nuris Jember, mari kita jadikan kisah Mbak Chica ini sebagai teladan manis. Kalian boleh menjadi anak yang paling ceriwis dan banyak cerita di sekolah, asalkan kalian tetap patuh pada guru dan ramah pada sesama. Jadilah anak yang pintar, dan jangan lupa untuk terus bersabar menuntaskan bacaan Al-Qur’an kalian. Jadilah generasi yang lisannya tak hanya riang bercerita, tapi juga merdu melantunkan kebaikan ayat suci.”
Sekali lagi, selamat untuk Chica atas capaian TPA yang telah dituntaskan. Semoga jadi pribadi yang lebih baik lagi dan bisa mencapai segala cita-citanya! Barakallah, Nak. [FE.Red]
Nama : Chica Hardiyanti Roziki
Kelas : 6-A
Lembaga : MI Unggulan Nuris Jember
Nama Ayah : M. Fa’ik Roziki
Nama Ibu : Siti Indah Hardiyanti Rukmana
Capaian : Al-Qur’an
Tanggal Capaian : 30 Mei 2026
